Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kuliah di Poltekbang Menguras Fisik dan Mental, tapi Kalau Beruntung Bisa Kerja di Perusahaan Luar Negeri atau PNS Usai Lulus

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
23 Juni 2025
A A
Sekolah kedinasan di Politeknik Penerbangan Surabaya. MOJOK.CO

ilustrasi - logo Politeknik Penerbangan Surabaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kuliah di Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya bisa dibilang merupakan impian sebagian orang. Baik orang tua dan mahasiswa baru mengira prospek kerjanya luas, apalagi kalau sudah diterima jadi PNS. Padahal, belum tentu semua lulusan sekolah penerbangan akan menjadi PNS. Belum lagi proses kuliahnya yang sulit. Harus kuat fisik dan mental, jika ingin lulus dan punya peluang kerja bagus.

Niat kuliah di Poltekbang Surabaya tanpa keterpaksaan

Alih-alih memilih kuliah di perguruan tinggi negeri, Aqilla (25) sejak awal sudah berkeinginan sekolah di Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya. 

Perempuan asal Surabaya itu memang berjiwa bebas, dalam artian tidak suka belajar hanya di dalam ruangan. Di Poltekbang Surabaya, ia lebih banyak diajari praktik.

Keinginannya itu semakin kuat saat ia bertanya dengan para senior atau kenalannya yang sudah kuliah di Poltekbang. Katanya, fasilitas dan pengajaran yang diberikan juga bagus. 

Orang tua Aqilla juga sangat mendukung, meski biaya pendidikan yang dibutuhkan terbilang mahal. Melansir dari laman resmi Poltekbang Surabaya, rata-rata biaya pendidikan di tiap program studi yang harus dikeluarkan sebesar Rp147 juta.  

“Untungnya, orang tuaku sangat paham. Mereka nggak mau aku sekolah cuman asal-asalan, apalagi terpaksa,” kata Aqilla.

Ditempa fisik dan mental selama proses kuliah

Sesuai dugaan Aqilla, kuliah di Poltekbang Surabaya lebih banyak praktik. Tapi, ia juga tidak menyangka kalau lingkungan sekolah penerbangan lebih mirip semi-militer.

“Setiap hari aku harus berolahraga, bangun pagi, pokoknya seluruh aktivitas kami sudah diatur dan aku harus mematuhi itu semua,” kata dia.

Namun, pelatihan itu tak membuat Aqilla ciut. Ia merasa mentalnya perlahan-lahan terbentuk, apalagi setelah lulus. Sehingga saat berada di lingkungan kerja, ia tidak terlalu kaget.

“Tantangannya itu memang melawan diri sendiri, karena harus bertahan hidup di sana. Aku sampai punya moto begini, di manapun keadaannya, tetap kamulah yang bisa menolong diri kamu sendiri. Bukan orang lain,” ujar Aqilla.

Baca Halaman Selanjutnya

Adu mekanik secara nyata

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2025 oleh

Tags: lulusan penerbanganpenerimaan mahasiswa barupoliteknik penerbanganpoltekbang surabayasekolah kedinasantaruna
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sekolah Kedinasan Disuapi Anggaran 104 Triliun. Negara Gila! MOJOK.CO
Esai

Bukti Indonesia Udah Gila: Sekolah Kedinasan Dapat Anggaran 104 Triliun, ketika Sekolah Formal dengan 62 Juta Pelajar Cuma Dapat Nasi Bungkus

9 Juli 2025
Alumni Unhan RI Jurusan Ekonomi Pertahanan. MOJOK.CO
Kampus

Kuliah di Universitas Pertahanan Memang Menjanjikan, tapi Tugasnya bikin Mahasiswa Kena Mental

28 Mei 2025
Gabung Paskibraka Bisa Jadi Batu Loncatan buat Sekolah Kedinasan. MOJOK.CO
Ragam

Gabung Paskibraka Bisa Jadi Batu Loncatan buat Kuliah Kedinasan

15 Desember 2024
Gagal Sekolah Kedinasan, Terpaksa Masuk Universitas Brawijaya, tapi Bisa Berdamai dengan Takdir
Kampus

Gagal Sekolah Kedinasan, Terpaksa Masuk Universitas Brawijaya, tapi Bisa Berdamai dengan Takdir

27 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.