Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Perjuangan Satpam Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Lulus Sarjana dengan Pujian

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
19 Februari 2025
A A
Sarjana UM Surabaya. MOJOK.CO

Wisudawati UM Surabaya, Ragita Dwi Nur raih predikat cumlaude. (Dok. Humas UM Surabaya)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ragita Dwi Nur Rahmadiani (25) berhasil meraih gelar S1-nya di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada Selasa (18/2/2025) dengan predikat cumlaude. Perempuan yang bekerja sebagai satpam di kampusnya itu lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,8.

Nekat jadi satpam UM Surabaya agar bisa kuliah

Sejak duduk dibangku SMK Jurusan Tata Boga, Ragita sudah punya keinginan untuk kuliah. Perempuan asli Mojokerto itu bilang ingin mengangkat derajat orang tuanya. Selain itu, kuliah bisa menambah wawasan dan relasinya dengan orang lain.

Hanya saja, Ragita harus menunda keinginan tersebut selang beberapa tahun, karena tak ada biaya. Ayah Ragita, Mulyono bekerja sebagai sopir truk di pabrik gula. Sedangkan ibunya, Yuni Eka Winarti, sehari-hari berjualan nasi dan kue keliling.

Setelah lulus SMK di tahun 2018, Ragita akhirnya memilih fokus mencari kerja. Ia berharap bisa menabung gajinya sedikit demi sedikit untuk biaya kuliahnya nanti. Namun, perjalanannya tak berjalan mulus. 

Ragita mengaku sudah melamar di beberapa tempat, tapi tak kunjung mendapat panggilan. Hingga akhirnya ia mendapat informasi soal lowongan kerja di UM Surabaya sebagai satpam perempuan.

Sarjana UM Surabaya. MOJOK.CO
Ragita Dwi Nur raih gelar sarjana dari Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. (Dok. Humas UM Surabaya)

“Kebetulan saudara saya yang bekerja sebagai tenaga administrasi di sana memberitahu, jika ada lowongan sebagai satpam perempuan di kampus tersebut,” kata Ragita kepada Mojok, Selasa (18/2/2025).

Tanpa babibu, Ragita pun langsung mendaftar. Ia mengecek dengan seksama persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan itu sudah dipublikasikan di website kepegawaian kampus UM Surabaya.

Bekerja sambil kuliah di UM Surabaya

Ragita sendiri tak pernah menyangka bisa bekerja menjadi satpam di UM Surabaya. Alih-alih gengsi dengan teman sebayanya yang sudah kuliah, Ragita hanya fokus pada mimpinya yakni menabung agar bisa kuliah.

“Sahabat saya sejak SMP selalu mendukung, ia juga senang saat mendengar kabar kalau saya diterima kerja di UM Surabaya,” kata Ragita. 

Setelah diterima, Ragita ditugaskan khusus menjaga kantor Sekretariat Rektorat. Jadi tidak ada shift. Jadwal tugasnya pun berbeda dengan satpam yang ada di lantai bawah. Biasanya dia bertugas dari pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Selama menjalankan aktivitas tersebut, Ragita tak lupa pada mimpinya. Ia pun mulai mengorek informasi soal beasiswa dan jadwal kuliah yang bisa disambi dengan bekerja. Dari orang-orang sekitar, ia jadi tahu kalau kampus tempatnya bekerja memberikan beasiswa khusus bagi pekerja di sana.

Selain itu, Ragita masih bisa kuliah di jam 18.00 WIB usai bekerja. Ia juga jadi tertarik dengan Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Ragita akhirnya mendaftar. 

“Alhamdulillah saya dapat beasiswa dari awal semester. Saya dapat potongan biaya dan pembebasan dana pembangunan,” ujarnya.

Lulus sarjana dengan predikat cumlaude

Jerih payah Regita akhirnya membuahkan hasil. Ia diwisuda bersama 666 orang temannya di Dyandra Convention Center, Surabaya pada Senin (17/2/2025). Dalam acara wisuda ke-52 itu, Ragita dinyatakan lulus tepat waktu dengan IPK 3,8.

Iklan
Rektor UM Surabaya Mundakir. MOJOK.CO
Sambutan rektor pada perayaan wisuda ke-52. (Dok. Humas UM Surabaya)

“Bagi saya, keterbatasan finansial bukanlah alasan untuk menghentikan impian kita. Justru, Allah ingin melihat sejauh mana kita bisa bertahan dan berjuang untuk meraih cita-cita,” tutur Ragita.

Meski sudah lulus, Ragita masih bekerja menjadi satpam di UM Surabaya. Selanjutnya, ia ingin kuliah lagi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Lalu, mencari pekerjaan yang selinear dengan kariernya.

Sementara itu, Rektor UM Surabaya Mundakir memastikan bahwa program-program yang sudah tercapai di UM Surabaya akan ia teruskan. Tak hanya diteruskan, tapi juga dikembangkan dengan beberapa modifikasi dan inovasi.

“Kami akan menambahkan beberapa perubahan untuk mencapai hasil yang maksimal,” ujarnya dalam perayaan wisuda ke-52.

Tahun 2024 lalu, UM Surabaya berhasil menempati peringkat teratas dalam peringkat perguruan tinggi Muhammadiyah (PTMA) se-Indonesia versi Webometrics. Kini, UM Surabaya tengah mempersiapkan pengakuan bertaraf internasional. 

Salah satunya bekerjasama dengan perguruan tinggi di Taiwan. Dengan begitu, mahasiswa bisa memperoleh gelar master dalam waktu satu tahun. Rencananya, UM Surabaya juga ingin bekerjasama dengan beberapa negara di Eropa.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA:Perjuangkan Mimpi dari Unesa hingga Kuliah S2 di Boston Amerika, meski Berat usai Ayah Pergi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2025 oleh

Tags: alumni UM Surabayalulusan UM Surabayauniversitas muhammadiyah surabayawisuda universitas muhammadiyah
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO
Sekolahan

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Sirilus Siko (24). Jadi kurir JNE di Surabaya, dapat beasiswa kuliah kampus swasta, dan mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola amputasi MOJOK.CO
Sosok

Hanya Punya 1 Kaki, Jadi Kurir JNE untuk Hidup Mandiri hingga Bisa Kuliah dan Jadi Atlet Berprestasi

16 Desember 2025
Kisah mahassiwa beasiswa KIP Kuliah Aliya Eka Lestiyanti, ibu meninggal kala ia masih berjuang, sampai akhirnya jadi harapan keluarga usai jadi sarjana cumlaude MOJOK.CO
Kampus

Ibu Meninggal kala Saya Masih Berjuang, Jadi Titik Terendah Hidup tapi Bangkit demi Jadi Sarjana Pertama Keluarga

3 November 2025
Beasiswa KIP Kuliah di Tangan yang Tepat: Jadi 2 Bisnis Berkembang meski Dikhianati-Diremehkan, Malah Tak Lupa Kasih “Bantuan” MOJOK.CO
Kampus

Beasiswa KIP Kuliah di Tangan yang Tepat: Jadi 2 Bisnis Berkembang meski Dikhianati-Diremehkan, Malah Tak Lupa Kasih “Bantuan”

27 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips Meningkatkan Kenikmatan Ayam Goreng Olive Chicken Jogja (Mojok/Agung)

Tips Meningkatkan Kenikmatan Rasa Ayam Goreng Olive Chicken Jogja yang Sudah Menjadi Legenda Kuliner Itu

3 Juli 2026
Modus judi online makin canggih. MOJOK.CO

Marak Akun Spam Berkedok Foto Wanita, Waspada Promosikan Judi Online Tanpa Sengaja

3 Juli 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, sebut inflasi di Kota Jogja pada Juni 2026 disebabkan kenaikan harga BBM non-subsidi MOJOK.CO

Transportasi Jadi Penyumbang Inflasi di Kota Jogja: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Jadi Penyebab Utama dan Wanti-wanti Naiknya Biaya Pendidikan

2 Juli 2026
Cerita awardee Beasiswa LPDP University of Edinburgh, Skotlandia, pilih pulang ke Indonesia untuk bangun bisnis brand tas kerja lokal MOJOK.CO

Pulang Kuliah dari Skotlandia Pilih Bisnis Tas Lokal di Indonesia: Buka Lapangan Kerja hingga Terlibat Pemberdayaan Perempuan

29 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.