Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Lulusan Ilmu Perpustakaan Dulu Dianggap Cuma Bakal Jadi Penjaga Perpus tapi Ternyata Mudah Diterima Kerja di Bidang Lain Bergaji Besar, Kuliah Nggak Cuma Diajari Nata Buku!

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 April 2024
A A
Ilmu Perpustakaan Bisa Kerja di Bidang IT Bergaji Besar MOJOK.CO

Ilustrasi - Lulusan Ilmu Perpustakaan bisa kerja di bidang IT bergaji besar. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jurusan Ilmu Perpustakaan selama ini memang menjadi salah satu jurusan yang dipandang sebelah mata. Pasalnya, dari segi nama saja dalam benak banyak orang prospek kerja lulusannya cenderung suram: mentok jadi penjaga perpustakaan.

Bahkan seorang warganet di X baru-baru ini merasa jengkel ketika ada saudaranya yang nyinyir karena si warganet ini kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan. “Masa mau jadi penjaga perpustakaan pakai kuliah segala”.

Padahal, yang tidak banyak orang tahu, jurusan Ilmu Perpustakaan ternyata punya prospek kerja yang menjanjikan loh! Tidak hanya mentok sebagai pustakawan atau penjaga perpustakaan saja. Lulusan Ilmu Perpustakaan juga memiliki peluang kerja di bidang IT dengan gaji besar. Seperti misalnya Ardit* (23), bukan nama sebenarnya.

“Banyak HR yang mulai tahu kok kalau di Ilmu Perpustakaan itu nggak cuma belajar soal nata buku di rak,” ujar pemuda asal Depok, Jawa Barat tersebut saat Mojok ajak berbincang, Kamis, (11/04/2024) pagi WIB.

Masuk Ilmu Perpustakaan karena IT, bukan semata buku

Pada tahun 2019  di masa-masa SBMPTN (sekarang SNBT), Ardit sebenarnya sama sekali tak melirik Ilmu Perpustakaan. Ia saat itu mengincar Psikologi UI dan Manajemen UI. Hanya saja kedua-duanya tidak lolos.

Karena bertekad bisa kuliah di UI, Ardit pun lanjut di percobaan selanjutnya lewat jalur mandiri UI, namanya SIMAK UI. Ia masih menempatkan Psikologi dan Manajemen sebagai pilihan pertama dan kedua.

Ardit sempat hendak mengambil Kriminologi sebagai pilihan ketiga. Mengingat, dalam SIMAK UI peserta dapat memilih tiga program studi. Namun, setelah ia timbang-timbang, ia merasa tak begitu cocok dengan jurusan tersebut.

“Nah, teman dekat kan ada yang lolos Ilmu Perpustakaan waktu SBMPTN. Dia meng-influence diriku untuk mencoba memilih Ilmu Perpustakaan UI,” tutur Ardit.

“Setelah aku coba research mengenai jurusan ini, aku membaca bahwa program studi ini mempelajari tentang IT. Aku cukup tertarik karena memiliki keahlian dalam IT,” sambungnya.

Mengingat, Ardit sendiri merupakan lulusan SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering.) Dalam benak Ardit, jika ia berhasil lolos Ilmu Perpustakaan UI, ia bisa membagi waktu untuk kuliah sambil kerja part time tanpa takut keteteran mengikuti perkuliahan. Karena Ardit merasa tak akan kesulitan mengejar materi IT yang bakal diajarkan di Ilmu Perpustakaan UI.

“Kebetulan aku bukan berasal dari keluarga yang berekonomi baik. Seharusnya aku lanjut bekerja setelah lulus SMK, bukan kuliah, Jadi kalau kuliah harus sambil kerja,” kata Ardit.

Dan ternyata rezeki Ardit adalah di Ilmu Perpustakaan UI. Sejak awal semester ia pun membagi waktu kuliah sambil kerja agar tak terlalu membebani orang tua. Beruntungnya, Ardit dikenal baik oleh banyak dosen. Sehingga ia sering terlibat dalam beberapa proyek berujung cuan dari dosen-dosennya tersebut.

Tak hanya itu. seiring waktu Ardit mendapat beasiswa Bidikmisi (sekarang KIPK). Dengan kata lain, urusan kuliahnya pun sama sekali tak merepotkan kedua orang tuanya.

Diremehkan karena kuliah di Ilmu Perpustakaan

Dari pihak keluarga, Ardit mengaku tidak ada yang mempertanyakan dan mempermasalahkan pilihan Ardit kuliah di Ilmu Perpustakaan. Sebab, bagi keluarga Ardit di Depok, ia bisa kuliah saja keluarganya sudah bangga sekali. Karena ia menjadi anggota keluarga pertama yang mengenyam pendidikan tinggi.

Iklan

“Apalagi tembus di UI,” ucap pemuda asal Depok itu.

Sementara dari luar keluarganya, suara-suara terpecah menjadi dua. Ada teman dan guru di SMK-nya yang turut bangga. Pasalnya, di antara anak-anak lain di SMK-nya yang lulus langsung kerja, Ardit justru punya tekad untuk kuliah.

“Sejumlah guru yang kukenal bangga karena salah satu siswanya bisa masuk ke UI,” kata Ardit.

Di samping itu, ada juga selentingan-selentingan yang nyinyir soal pilihan Ardit kuliah di Ilmu Perpustakaan. Maksudnya, lulusan SMK berbasis IT kok kuliahnya malah ngambil Ilmu Perpustakaan. Bukan ngambil perkuliahan yang berbasis IT pula: Teknik Informatika misalnya.

Lulusan Ilmu Perpustakaan Kerja di Bidang IT MOJOK.CO
Ilustrasi – Lulusan Ilmu Perpustakaan bisa kerja di bidang IT. (Christin Hume/Unsplash)

Biar keterampilan yang ia dapat di SMK bisa diperdalam. Sehingga nanti mudah saat mencari pekerjaan karena sudah menjadi ahli. Persepsi tersebut lahir karena tak banyak yang tahu kalau ternyata di Ilmu Perpustakaan juga belajar perihal IT.

Baca halaman selanjutnya…

Matkul mudah, lulus kerja gaji besar

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 April 2024 oleh

Tags: depokilmu perpustakaanilmu perpustakaan uijawa baratkampus di depoklulusan SMKpeluang kerja ilmu perpustakaanpilihan redaksiui
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO
Kabar

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO
Urban

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
mahasiswa autis Fakultas Peternakan UGM. MOJOK.CO

Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman

20 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Narasi optimisme pemerintah berjarak lebar dengan kenyataan kondisi tekanan ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jarak Lebar Narasi Optimisme Pemerintah dengan Kondisi Riil Masyarakat: Katanya Ekonomi Baik-baik Saja, Padahal Sebaliknya

20 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.