Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Olahraga Jadi Alasan Hidup Pemuda Asal Madura Ini usai Ayah dan Ibu Tiada, hingga Raih Gelar Doktor Termuda di Unesa dengan IPK Sempurna

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 November 2025
A A
Mohammad Turi, doktor termuda Unesa. MOJOK.CO

Mohammad Turi raih gelar doktor di usia 26 tahun di Unesa. (Sumber: Humas Unesa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mohammad Turi berhasil meraih predikat wisudawan terbaik periode 117 dengan IPK sempurna 4,00, sekaligus menjadi doktor termuda Universitas Negeri Surabaya (Unesa) prodi Ilmu Keolahragaan di usia 26 tahun. But, talk to who?

Mencari secercah harapan usai orang tua tiada

Mohammad Turi tumbuh dalam asuhan sang nenek sejak usia tiga bulan, sebab ayahnya sudah meninggal saat ia masih dalam kandungan. Tak lama berselang ibunya pun menyusul sang suami. 

Iklan

Alih-alih terpuruk dengan kondisi tersebut, Turi justru menjadikannya motivasi untuk meraih prestasi melampaui batas kemampuannya. Saat itulah ia menemukan aktivitas fisik yang dapat melepas stres seperti olahraga.

“Olahraga mengajarkan saya disiplin, strategi, dan daya tahan mental. Nilai-nilai itu yang saya bawa ke dunia akademik,” ujarnya dikutip dari laman resmi Unesa, Kamis (20/11/2025).

Pemuda asal Madura itu pun mulai tinggal di asrama atlet KONI Sampang. Lewat ketekunannya, ia berhasil menjadi atlet berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Lulus SMA tahun 2018, ia mengumpulkan beberapa penghargaannya tersebut untuk mendaftar kuliah di Unesa dan berhasil diterima lewat jalur prestasi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK).

Raih prestasi di Unesa berturut-turut

Pada program sarjana, Turi berhasil menyelesaikan kuliahnya dalam kurun waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,80. Setelah itu ia melanjutkan studi S2 Pendidikan Olahraga di Unesa dengan beasiswa pada tahun 2022. Dari sana, prestasi akademiknya terus melonjak.

“Saya menuntaskan studi hanya dalam 1 tahun 1 bulan dengan IPK sempurna 4,00 dan menjadi lulusan terbaik program magister,” ujarnya.

Padahal, rata-rata lama studi mahasiswa S2 di Unesa membutuhkan waktu sekitar 2 tahun atau 4 semester. Sementara Turi hanya butuh waKtu 1 tahun 1 bulan. Faktornya bisa dipengaruhi oleh kemajuan akademik. 

Mohammad Turi. MOJOK.CO
Mohammad Turi (26) mendapat gelar doktor termuda di Unesa. (Sumber: Humas Unesa)

Lulus S2, Turi seolah haus akan ilmu. Bagi dia, olahraga bukan hanya masalah fisik tapi juga materi soal kesehatan yang harus ia perdalam. Oleh karena itu, ia memutuskan lanjut kuliah S3 Ilmu Keolahragaan hingga mendapat gelar doktor.

Kini, pencapaian membanggakan itu kembali terukir pada program beasiswa S3 Ilmu Keolahragaan Unesa. Ia berhasil lulus hanya dalam waktu 2 tahun yang membuatnya mendapat gelar doktor termuda di usia 26 tahun. Sementara, rata-rata lama studi S3 di Unesa idealnya 3-5 tahun.

Tak hanya itu ia juga diterima melanjutkan studi doktoral di Boston University, Amerika Serikat lewat Trustee Scholarship–beasiswa bergengsi bagi mahasiswa berprestasi dari seluruh dunia.

Berikan disertasi yang berdampak

Dalam disertasinya, Turi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi langsung menciptakan sebuah inovasi yang berdampak nyata di dunia atletik. Disertasinya berjudul “Implementasi Model Latihan Turdistance Terhadap Kecepatan, Kekuatan Otot Tungkai, Power Otot Tungkai, Daya Tahan, dan Penurunan Kejenuhan pada Atlet Atletik Middle Distance” di Unesa.

Model Latihan Turdistance yang ia kembangkan adalah inovasi latihan atletik yang dirancang khusus untuk meningkatkan performa atlet jarak menengah (middle distance).

“Model ini memadukan prinsip latihan fisiologis, psikologis, dan biomekanika guna meningkatkan kecepatan, kekuatan otot tungkai, power, daya tahan, serta mengurangi kejenuhan latihan,” terangnya.

Dampak penelitian Turi di Unesa tak main-main, karya ilmiahnya berhasil menembus empat jurnal internasional bereputasi (Q1, Q3, dan Q4). Ia juga menghasilkan 17 Paper Konferensi, 1 Buku ber-ISBN, serta 6 Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Turi membagikan tips di balik kesuksesan perjalanan studinya. Pertama, menentukan tujuan belajar yang bermakna, bukan sekadar mengejar nilai, tetapi membangun kontribusi. Kedua, konsisten dan sabar dalam proses. Ketiga, tidak takut gagal. Sebab, setiap kegagalan adalah latihan menuju kesuksesan.

Keempat, membangun hubungan baik dengan dosen dan teman, karena dukungan mereka sangat penting. Terakhir, selalu berdoa dan percaya bahwa latar belakang keluarga bukan menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Iklan

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Tapak Suci Menyelamatkan Saya yang Nggak Jago Akademik hingga Bisa Kuliah di UNESA, meski Dulu Diremehkan karena Kurang Atletis atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan 

Terakhir diperbarui pada 20 November 2025 oleh

Tags: doktor termudailmu keolahragaanIPK sempurnamahasiswa berprestasiolahragaunesauniversitas negeri surabaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
tren olahraga kalcer.MOJOK.CO

Tren dan FOMO Olahraga “Kalcer” yang Mahal Lahir karena Minimnya Fasilitas Publik di Perkotaan

29 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
lulusan unesa dapat beasiswa dan langsung kerja. MOJOK.CO

Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa

11 Mei 2026
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.