Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Daftar Isi dan Daftar Pustaka: “Sepele” tapi Bikin Saya Nyaris Tak Lulus Kuliah, Menyesal Tak Pernah Mempelajari Cara Membuatnya

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 Januari 2026
A A
daftar isi dan daftar pustaka skripsi.MOJOK.CO

Ilustrasi pusing bikin skripsi (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Daftar isi dan daftar pustaka dalam sebuah skripsi sering dianggap “sepele”. Namun, dua hal inilah yang bikin narasumber Mojok nyaris tak lulus kuliah. Ia pun mengaku menyesal mengapa tak pernah mempelajarinya dengan serius.

***

Oktober 2023. Momen ini tak pernah dilupakan oleh Adam (24), alumni salah satu universitas negeri di Jogja. Pada tanggal tersebut ia merasa sedikit lega meski dibantai habis-habisan.

Adam lega karena sudah menjalani sidang skripsi. Artinya, kelulusan yang sudah ia nanti-nantikan sudah di depan mata. Namun, di momen itu juga ia marah sekaligus malu karena dibantai habis-habisan oleh dosen penguji.

“Yang bikin malu bukan karena isi skripsinya, tapi aku dibilang nggak becus karena daftar isi dan daftar pustakanya salah,” ujarnya, berkisah pada Mojok, Jumat (26/12/2025) lalu.

Kuliah sudah di ujung tanduk, setahun lagi DO

Adam adalah mahasiswa PTN angkatan 2018. Artinya, tahun di mana ia sidang adalah semester ke-11. Tiga semester lagi masa kuliahnya mentok.

Sayangnya, lima setengah tahun masa kuliah banyak ia habiskan di luar kampus. Bukan oleh kegiatan bermanfaat, tapi dengan banyak nongkrong dan ongkang-ongkang nirfaedah. Jujur, Adam mengaku menyesalinya.

“Banyak nggak masuk kelas, nggak ngerjain tugas, sampai banyak mata kuliah ngulang,” ungkapnya. “Menyesalnya itu pas masuk kelas, isinya adik tingkat yang usianya udah jauh banget. Rasanya malu.”

Oleh karena itu, memasuki semester ke-10, Adam bertekad buat “menuntaskannya”. Ia harus lulus saat itu juga. Toh, di semester itu ia tinggal skripsian.

Nulis skripsi cuma kayak mengerjakan tugas harian, tapi lebih panjang

Bukan bermaksud meremehkan. Namun, bagi Adam, mengerjakan skripsi itu mudah. Hanya seperti tugas harian, cuma lebih panjang saja.

Kuliah di jurusan humaniora, skripsi yang ia ambil adalah kualitatif. Kata dia, sejak menentukkan tema, arah pembahasan, hingga hasil yang ingin didapat, ia sama sekali tak menemui masalah berarti.

“Skripsi kualitatif itu mudah, cuma kayak othak-athik-gathuk (otak-atik, ketemu). Yang penting teorinya masuk akal, yang dikutip relevan, ya udah nggak bakal ada masalah,” ujarnya.

Bagi dia, ini berbeda dengan skripsi metode kuantitatif yang harus mengolah data secara presisi. Misalnya, salah satu temannya yang mengambil skripsi kuantitatif harus belajar ulang mengolah data menggunakan SPSS.

“Ujung-ujungnya karena tetap saja nggak bisa, memilih joki SPSS,” kisahnya sambil tertawa.

Iklan

Sejak bimbingan hingga seminar proposal ia mengaku tak menemui masalah berarti. Dosen pembimbing, kata dia, bahkan beberapa kali juga memuji dia karena “dianggap sangat memahami teori-teori yang dikutip.”

Skripsi itu pun dikerjakan cukup cepat. Yang ia ingat, kira-kira waktu yang dihabiskan kurang dari dua bulan setelah menjalani seminar proposal.

Tak menyangka, dibantai karena daftar isi dan daftar pustaka

Waktu yang dinanti pun tiba. Saat itu ada tiga dosen yang menguji Adam di sidang skripsi. Satu dosen yang selama ini mendampingi proses skripsiannya, serta dua dosen lain yang memang terkenal galak dan perfeksionis.

“Kata teman, kalau dosen itu yang menguji, bakal bantai-bantai. Kalau ngajar kelihatan biasa aja, tapi kalau nguji skripsi keras banget,” ungkapnya.

Secara isi, Adam mengaku tak ada masalah berarti dalam skripsinya. Beberapa pertanyaan yang diajukan pun dapat dijawab dengan meyakinkan. Ia begitu menguasai “panggung”.

Sayangnya, ketika si dosen killer mengoreksi caranya menulis daftar isi dan daftar pustaka, di situlah pembantaian sesungguhnya. Adam berkali-kali dicecar pertanyaan yang sama sekali nggak bisa ia jawab.

“Nah ini. Aku tahunya, daftar isi sama daftar pustaka itu ditulis manual aja gitu. Jadi ya udah aku bikin begitu karena memang selama bimbingan nggak pernah disinggung,” kata dia. 

“Tapi baru tahu, ternyata daftar isi skripsi itu kayak harus bisa dibikin langsung mengarah ke halaman secara otomatis gitu.”

Kata-kata nyelekit pun mulai dilontarkan kepadanya. Dibilang “nggak becus”, “apa yang kamu pelajari selama ini?”, sampai nyenggol masa kuliahnya yang hampir mentok.

“Dibilang, ‘kuliah lama-lama tapi nulis beginian saja tidak becus’. Jujur dengar itu sakit hati banget karena secara isi aku lihatnya skripsiku dah perfect.”

Berhari-hari Adam sakit hati mengingat kata-kata dosen killer itu. Di dalam skrispinya pun sebenarnya tak ada revisian yang berarti, hanya saja dua bagian itu amat menggangu. Alhasil, ia pun mulai mempelajari cara membuat daftar isi dan daftar pustaka otomatis.

Adam memang berhasil lulus. Namun, bertahun-tahun setelahnya, momen itu bakal terus ia ingat. Sebab, tak cuma bikin sakit hati, tapi kesalahannya pun ia anggap “konyol” dan “sepele”.

“Saranku sih, buat yang belum lulus, belajar bikinnya (daftar isi dan daftar pustaka) biar nggak dibantai di hal sepele itu,” kata Adam. “Sumpah, bakal konyol itu kalau aku nggak lulus kuliah gara-gara itu,” pungkasnya.

Cara membuat daftar isi otomatis di skripsi

Supaya kamu tak mengalami nasib seperti Adam, Mojok merangkum cara bikin daftar isi dan daftar pustaka skripsi. Ini adalah cara menyusunnya di Microsoft Word. 

Melansir situs resmi Microsoft, berikut ini langkah-langkahnya:

1.Terapkan Gaya Heading:

  • Pilih judul bab (misalnya, “BAB I PENDAHULUAN”), kemudian di tab Home pilih gaya “Heading 1”.
  • Pilih judul subbab (misalnya, “1.1 Latar Belakang”), lalu pilih gaya Heading 2.
  • Lakukan ini untuk semua judul bab dan subbab agar struktur dokumen terdefinisi.

2.Sisipkan Daftar Isi:

  • Letakkan kursor di halaman kosong tempat daftar isi akan muncul (biasanya setelah kata pengantar).
  • Pindah ke tab References (Referensi).
  • Klik Table of Contents (Daftar Isi) di sisi kiri.
  • Pilih salah satu gaya Automatic Table (misalnya, Automatic Table 1).

3.Perbarui Daftar Isi (Jika Ada Perubahan):

  • Klik kanan pada daftar isi skripsi kamu yang sudah terbentuk.
  • Pilih Update Field (Perbarui Bidang) atau klik pada daftar isi dan pilih “Update Table” (Perbarui Tabel).

Cara mudah bikin daftar pustaka

Tak cuma itu. Mojok juga memberi tutorial termudah membuat daftar pustaka skripsi. Tutorial ini merupakan cara termudah yang Mojok berikan. Berikut langkah-langkahnya:

1.Pilih Gaya Sitasi:

  • Buka tab References di Word.
  • Di grup Citations & Bibliography, pilih Style, lalu pilih gaya yang diinginkan (misalnya, APA).

2.Masukkan Sumber (Source):

  • Klik Insert Citation > Add New Source.
  • Pada jendela Create Source, pilih Type of Source (misalnya, Book, Journal Article).
  • Isi detail sumber seperti penulis, judul, tahun, penerbit, dll. Untuk banyak penulis, gunakan opsi Edit.
  • Klik OK dan ulangi untuk semua sumber Anda.

3.Hasilkan Daftar Pustaka:

  • Letakkan kursor di halaman terakhir dokumen Anda.
  • Kembali ke tab References.
  • Klik Bibliography > Insert Bibliography.
  • Daftar pustaka akan muncul otomatis, terformat, dan terurut abjad.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Nyaris Drop Out karena Terhambat Profesor yang Menyebalkan Saat Skripsi, Akhirnya Raih Gelar S1 Ilmu Sejarah di Semester 14 atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2026 oleh

Tags: cara membuat daftar isicara membuat daftar pustakacara menulis skripsidaftar isidaftar pustakaskripsiskripsi mahasiswa
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Penyesalan ikuti kata kating/senior kampus yang aktif organisasi mahasiswa. Ngopa-ngopi dan diskusi, lulus tak punya skill MOJOK.CO
Kampus

Muak sama Kating Kampus yang Suka Ajak Ngopa-ngopi, Cuma Bisa Omong Besar tapi Skill Kosong!

24 September 2025
Kuliah PTN demi kejar sarjana tanpa biaya orangtua. DO menjelang skripsi karena gagal bayar UKT MOJOK.CO
Kampus

Mati-matian Kuliah PTN Sambil Kerja hingga Makan Lauk Cabai, Malah Di-DO Pas Tinggal Skripsi Gara-gara UKT

28 Agustus 2025
Kenangan bersama laptop ASUS: laptop bobrok yang tuntaskan skripsi untuk jadi sarjana hingga bekerja MOJOK.CO
Catatan

Laptop ASUS: Meski Busuk dan Bikin Malu sama Orang Berlaptop “Apel Kroak”, Tapi Saksi Banyak Orang Tuntaskan Skripsi hingga Cari Cuan

16 Juli 2025
Penyesalan mahasiswa biarkan kuliah berantakan dan tinggal skripsi hingga DO gara-gara putus cinta. Kecewakan ibu karena susah cari kerja MOJOK.CO
Ragam

Tinggalkan Skripsi Gara-gara Urusan Asmara, Berujung DO dan Sakiti Ibu hingga Susah Cari Kerja

19 Juni 2025
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

Dari driver ojol dari supervisor. Perjalanan Ardi Alam Jabir kejar mimpi kuliah di Teknik Pertambangan UNHAS hingga bisa ke Jepang dan Tiongkok berkat Beasiswa LPDP MOJOK.CO

Kuliah Teknik Pertambangan UNHAS hingga Dapat Beasiswa LPDP ke Tiongkok, Ubah Nasib Driver Ojol Jadi Supervisor

1 Januari 2026
Susah jadi bidan desa, niat edukasi malah dianggap menentang tradisi MOJOK.CO

Susah Payah Bidan Desa: Warga Lebih Percaya Dukun Bayi, Kasih Edukasi Malah Dianggap Menentang Tradisi

6 Januari 2026
Omong kosong slow living dan frugal living di desa MOJOK.CO

Omong Kosong Slow Living dan Frugal Living di Desa: Mau Hidup Stabil Mental dan Finansial, Malah “Diperas” Pakai Dalih Tradisi

2 Januari 2026
Miras bagi Pemuda Desa.MOJOK.CO

Budaya “Jatah Ciu” kepada Pemuda Desa Dianggap Manifestasi Srawung, tapi Tak Cocok Untuk Semua Orang

6 Januari 2026
5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa  MOJOK.CO

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa 

1 Januari 2026
Gema bahagia di Film "Tinggal Meninggal".MOJOK.CO

Film “Tinggal Meninggal” Bukan Fiksi Biasa, tapi Realitas Sosial Orang Dewasa yang Caper agar Diakui di Lingkaran Pertemanan

3 Januari 2026

Video Terbaru

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa  MOJOK.CO

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa 

1 Januari 2026
Liburan ke Bromo Berkedok Rapat Akhir Tahun!

Liburan ke Bromo Berkedok Rapat Akhir Tahun!

1 Januari 2026

Konten Promosi



Summer Sale Banner
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.