Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

5 Alasan Para Mahasiswa yang Kuliah di Jogja Pilih Ngekos padahal Jarak dengan Rumah Cuma 30 Menit

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
14 Agustus 2024
A A
Kuliah di Jogja ngekos meski rumah dekat.MOJOK.CO

Ilustrasi kos di Jogja (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Butuh kemudahan nongkrong bareng teman

Hal itu sejalan dengan alasan kedua Fauzi, yakni butuh kemudahan akses nongkrong bersama teman. Kebanyakan temannya memang perantau dari luar daerah.

Ia merasa, tinggal di rumah, apalagi rumahnya jaraknya sekitar 30 menit dari kampus menghambatnya untuk bisa nongkrong. Pasalnya ajakan dari teman kerap datang di waktu yang tidak tentu. Bisa tengah malam, kadang juga ngopi pagi-pagi sebelum kuliah.

“Intinya sih lebih enak aja buat bangun koneksi selama kuliah kalau sambil ngekos. Bisa respons cepat kalau ada ajakan nongkrong juga,” kelakarnya.

Selama kuliah, Uzi sempat ngontrak dua kali dengan teman-temannya. Ia juga sempat sewa kos sendirian.

“Memang sih sempat nggak ngekos, ngelaju dari rumah. Di saat itu ya aku ngerasa terbatas banget akses untuk bepergiannya,” kata dia.

Tidak punya kamar sendiri di rumah

Beranjak dewasa, baik Kholil maupun Fauzi merasa butuh kamar yang layak. Bisa menata semua barang-barang pribadi mereka.

Sayangnya, mereka berdua mengaku tak punya kamar sendiri di rumah. Harus bareng bersama saudara mereka di kamar. Sehingga merasa kurang nyaman.

Apalagi bagi Fauzi, yang mengaku punya keinginan menata kamar agar nyaman bekerja. Sehari-hari ia memang berkutat dengan laptop untuk mendesain dan mengedit video dari pekerjaan lepas yang ia jalani.

Butuh privasi dan ruang untuk menepi saat lelah

Terakhir, mereka mengaku butuh privasi. Ruang untuk menyendiri yang tidak didapati di jika tinggal di rumah selama kuliah di Jogja.

“Kalau aku tipikalnya memang butuh ruang buat sendiri. Dan di rumah nggak mendapati hal tersebut. Apalagi kalau capek pulang kerja dan di rumah harus ada tanggungan lain yang dikerjakan. Capeknya jadi double,” kata Kholil.

Ada biaya lebih yang harus dikeluarkan

Tentunya, keputusan mereka ini butuh biaya lebih. Beruntungnya, baik Kholil maupun Fauzi sama-sama sudah bis acari uang sendiri. Bahkan sejak awal kuliah di Jogja.

Jika tinggal di rumah, tentunya mereka bisa menghemat lebih banyak. Namun, mereka merasa biaya yang dibayar untuk menyewa kamar kos atau kontrakan sepadan dengan kebutuhan terhadap ruang pribadi.

BACA JUGA Jogja Pantas Menyandang Julukan ‘Kota Tukang Parkir’, Ada Warung Ramai Dikit Saja Langsung Muncul Bapak-Bapak Pakai Rompi

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2024 oleh

Tags: kosKuliah di jogjaUGMUMYunyUPN
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO
Edumojok

Anak dari Pulau Bangka Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Jadi Wisudawan Terbaik, bikin Orang Tua Bangga dengan Gelar Sarjana Akuntansi

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.