Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Anak SMA dari Jogja Dakwah di Jepang Selama Ramadan, Emak-emak Semangat Minta Diajar Ngaji Sampai Tengah Malam

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
3 April 2024
A A
anak sma dari jogja ngajar ngaji di jepang.MOJOK.CO

Ilustrasi siswa mengajar ngaji di Jepang dan pendampingnya (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Jepang, selama Ramadan 2024 ini ada 3 siswa SMA dari Jogja yang berdakwah dan mengajar ngaji. Mereka merasakan antusiasme besar dari para jemaah di Negeri Sakura.

Pada Jumat (15/3/2024) lalu, saat sedang peralihan musim dingin ke musim semi, para siswa SMA di Jogja tiba di Jepang. Momen sampainya mereka cukup tepat, bersamaan dengan mekarnya bunga sakura yang jadi salah satu ikon negeri di ujung timur Asia tersebut.

“Momennya pas, memang menakjubkan pemandangannya, walaupun ya suhunya masih lumayan dingin. Bisa 3 derajat atau kalau lagi agak hangat 20 derajat,” kata Faiz Fahrezi (17), salah satu anak SMA yang berangkat ke Jepang.

Faiz dan dua siswa SMA lain dari Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta berangkat ke sana dalam program Mubaligh Hijrah Internasional. Program rutin yang memang sudah dilaksanakan sekolah mereka selama beberapa tahun terakhir.

Faiz bertugas di Tokyo sementara dua temannya yakni Naufal Azzam dan Aflah Naufal Nabiih mendapat penempatan di Hiroshima dan Fukuoka. Kegiatan tersebut berlangsung atas kerja sama Madrasah Muallimin, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang, dan ‘Ainul Yaqin Foundation.

Sebelum berangkat, Faiz menjalani beberapa tahapan tes. Mulai dari wawancara, tes praktik ibadah, bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bacaan Al-Qur’an. Mereka yang berangkat memang dipastikan memiliki kapasitas untuk berdakwah.

Setiap Ramadan, sekolah di Jogja tersebut memang mengirimkan siswanya untuk berdakwah di berbagai daerah. Baik dalam negeri maupun luar negeri. Pada 2022 silam, Faiz berkesempatan untuk melaksanakan program Mubaligh Hijrah di Madura.

“Memang jadi keinginan sejak lama untuk bisa ikut yang program ke luar negeri,” tuturnya kepada Mojok Minggu (24/3/2024).

Saat anak SMA kaget dengan semangat emak-emak di Jepang untuk ngaji sampai tengah malam

Selama di Tokyo, Faiz melakukan berbagai tugas keagamaan. Mulai dari jadi imam salat wajib, salat tarawih, hingga mengisi pengajian dan mengajar ngaji Al-Qur’an.

“Bahkan ada program semacam pesantren kilat untuk anak-anak selama empat hari. Pesertanya ya anak usia Tk ada yang dari Indonesia, Pakistan, Jepang, dan Mesir,” tuturnya.

Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah saat mengajar para ibu-ibu dan bapak-bapak. Sesi ngaji itu biasanya berlangsung pascasalat tarawih. Sebab, kebanyakan di antara para peserta merupakan pekerja yang baru luang saat malam.

ngajar ngaji di Jepang.MOJOK.CO
Salah satu sesi Faiz bersama jemaah di Jepang (Dok. Faiz Fahrezi)

Baginya, para ibu-ibu ini tampak begitu semangat. Tak jarang, mereka masih terus ingin belajar mengaji sampai jelang tengah malam.

“Sebenarnya rata-rata ngajinya sudah cukup bagus. Mereka ingin memperbaiki bacaannya saja. Semangat, bisa sampai jam 12 malam karena tarawihnya mulai agak terlambat menunggu mereka selesai bekerja,” katanya.

“Ada namanya ibu Aisyiah, dari Filipina, itu kalau ngaji semangatnya luar biasa,” imbuhnya antusias.

Iklan

Semangat sebagai minoritas di Jepang

Menurut Faiz, kondisi umat Muslim yang minoritas di Jepang membuat komunitasnya terasa kuat. Tidak banyak guru-guru mengaji yang tersedia secara rutin kecuali secara virtual.

Selama di Tokyo, Faiz tinggal di rumah milik pasangan suami istri Muhammad Fauzan Yazid dan Gina Farida. Keduanya merupakan permanen residen di Jepang yang mempersilakan rumahnya menjadi tempat berkumpul komunitas muslim.

“Mereka baik betul. Ya kalau lagi senggang kami sesekali diajak keluar, makan sushi, jalan-jalan dan belanja,” kelakarnya.

Faiz tinggal sementara di Jepang hingga 17 April 2024 mendatang. Pengalaman ini baginya memberikan banyak kesan. Salah satu yang membekas adalah tentang ritme kehidupan masyarakat Jepang yang menarik.

“Sepengamantanku mereka ini benar-benar tertib, seperti yang aku lihat di media sosial,” celetuknya.

Pada Ramadan 2024 ini, siswa SMA dari sekolah tersebut tidak hanya dikirim ke Jepang melainkan juga ke beberapa negara lain seperti Thailand dan Taiwan. Direktur Madrasah Muallimin Jogja, Aly Aulia menerangkan kesempatan semacam ini jadi momentum untuk beraktualisasi diri di tengah masyarakat global.

“Inilah saat yang tepat para siswa untuk belajar dengan mengakar  mengaplikasikan yang sudah didapatkan selama di ruang kelas dan Madrasah,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

Baca Juga Pekerja Belum Lulus Kuliah tapi Setiap Mudik Lebaran Harus Bagi THR ke 18 Saudara, Siap Duit Jutaan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 3 April 2024 oleh

Tags: DakwahJepangJogjaMuhammadiyahRamadansiswa smaSMA
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO
Kabar

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.