Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Histori

Sejarah PO Bus Prayogo Jogja, Bertahan karena Bisa Baca Masa Depan

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
15 Juni 2024
A A
Sejarah PO Bus Prayogo Jogja, Bertahan karena Bisa Baca Masa Depan MOJOK.CO

Ilustrasi Sejarah PO Bus Prayogo Jogja, Bertahan karena Bisa Baca Masa Depan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kredit murah sepeda motor yang mengancam Bus Prayogo

Tanda-tanda zaman yang Maryanto lihat adalah murahnya kredit sepeda motor. “Cuma bayar DP berapa juta, bahkan ratusan ribu rupiah, orang bisa pulang bawa motor. Itu artinya tantangan pada transportasi umum, termasuk usaha saya,” kata Maryanto.

Pak Maryanto bahkan pernah melakukan survei di perempatan Gedongan, tak jauh dari garasi Bus Prayogo di Jalan Godean. Saat lampu lalu lintas berwarna merah, ada puluhan sepeda motor bahkan jika dijumlah dari sisi arah yang lain bisa sampai seratusan sepeda motor yang sedang berhenti.

Maka ia memperkirakan di masa depan, sudah tidak banyak lagi orang-orang yang menggunakan bus jarak pendek. Ia berpikir keras agar bisnisnya bisa terus hidup.

Ia memutuskan membeli bus-bus besar dan membuka trayek jarak jauh. Menurutnya, meski orang-orang mudah memiliki sepeda motor, tapi kalau bepergian jauh pasti pilihannya pada transportasi umum.

“Saya buka trayek Jogja-Sumatera, sampai sekarang masih untuk yang Yogyakarta-Pekanbaru,” kata Maryanto. 

Namun, bus penumpang jarak jauh ternyata juga punya tantangan. Di Indonesia di tahun 2000-an awal, banyak bermunculan maskapai penerbangan dengan tiket murah. Kondisi ini berpengaruh juga pada usaha bus penumpang. 

“Tapi setelah ada peristiwa pesawat jatuh ke laut, itu orang banyak yang memilih ke transportasi darat, itu lancar lagi usahanya,” katanya. Armada bus jarak pendek, mulai ia kurangi jumlah armadanya. Sampai kemudian, tutup total seusai pandemi.

Masa depan ada di bus pariwisata

Bersamaan dengan membuka trayek jarak jauh, Bus Prayogo mulai membeli bus pesar untuk armada bus pariwisata. Ia melihat, banyaknya orang yang ingin berwisata membuka peluang untuk jasa wisata. 

Maryanto (64) pendiri Bus Prayogo. Kejeliannya menangkap peluang di masa krisis membuat PO Bus Prayogo bertahan hingga kini. (Agung P/Mojok.co)

“Dulu orang mau berwisata kan naiknya bis penumpang biasa, nggak nyaman. Kalau khusus naik bus pariwisata kan kenyamanannya beda,” kata Maryanto. Saat ini total ada 10 armada bus pariwisata yang beroperasi. 

Menurutnya, bus pariwisata ini akan selalu dicari oleh masyarakat. Apalagi saat ini kebutuhan berwisata bagi masyarakat sudah jadi seperti kebutuhan pokok.

Covid membuat bus milik PO Bus Prayogo tumbuh rumput

Menurut Maryanto, PO Bus Prayogo mengalami masa-masa krisis selama perjalanan hidupnya. Namun, tidak seberat masa krisis Covid-19. 

Masa krisis moneter di tahun 1990-an bisa perusahaannya lewati. Saat itu nilai dollar tinggi sekali. Padahal spare part armada bis sebagian besar harus impor. Kondisi krismon menyebabkan harga spare part, mahal sekali. Namun, baginya meski berat tapi masa-masa itu nggak seberat saat pandemi Covid-19. 

“Saat pandemi itu armada bus kami sampai tumbuh rumput,” kata Pak Maryanto terbahak. 

“Lah gimana nggak berat, dua tahun nggak beroperasi. Cuma yang rute jarak jauh saja, gimana caranya harus jalan saat itu,” kata Pak Maryanto.

Iklan

Usap pandemi, dengan berat hati, ia juga harus menutup rute jarak pendek yang jadi saksi hidup perjalanan Bus Prayogo. 

“Setelah pandemi kami menutup rute Jogja Wates, Jogja Godean-Kenteng. Sebelum pandemi sudah sulit, ditambah pandemi makin sulit,” kata Maryanto. 

Menurut Maryanto, Bus Prayogo adalah bus lokal yang terakhir menutup trayek Jogja Wates atau Kulon Progo, bus lain seperti PO Pemuda sudah terlebih dulu gulung tikar. 

Maryanto menyadari bahwa salah satu cara bertahan adalah dengan membaca zaman. Namun, sejujurnya, ia juga belum tahu strategi apa yang akan ia lakukan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Saat ini usaha PO Prayogo sudah ia serahkan operasionalnya kepada putranya, Eko Yudianto.

Menurut Penjelasan Mar Ardhi, saat ini untuk PO Prayogo mengoperasikan bus jarak jauh, Jogja Sumatera (Pekanbaru) sebanyak 10 bus, bus Jogja-Purwokerto 4 bus dan bus pariwisata sejumlah 10 bus. 

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Sopir Bus Pariwisata Berbagi Rahasia Membuat Penumpang Rewel Jadi Bahagia

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2024 oleh

Tags: busbus legendaris Jogjabus pariwisatabus prayogopilihan redaksitransportasi umum
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Memori 20 tahun gempa Jogja di SMAN 1 Kalasan: tak ingin wariskan trauma dan ketakutan MOJOK.CO
Jagat

Memori 20 Tahun Gempa Jogja di Kalasan: Rumah Ambrol hingga Jeritan di Jalanan, Trauma yang Tak Ingin Diwariskan ke Generasi Sekarang

23 Mei 2026
Duta Besar Belanda. dan Jerman terkesan usai bersepeda menyusuri desa di Prambanan, Klaten MOJOK.CO
Kilas

Bersepeda Susuri Desa di Prambanan Klaten bikin WNA Terkesan Ramahnya Warga Jateng, Sampai Usulkan Kota Ramah Sepeda

21 Mei 2026
Sikap atau reaksi pekewuh dan basa-basi ala orang Jawa jadi karakter yang justru merepotkan diri sendiri MOJOK.CO
Catatan

Sikap Pekewuh dan Basa-basi Ala Orang Jawa bikin Repot Diri Sendiri, Sialnya Tak Gampang buat Terus Terang

21 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebut budidaya udang di Kebumen punya prospek bagus. Presiden Prabowo puji hasil panennya yang melimpah MOJOK.CO

Budidaya Udang di Kebumen Punya Prospek Besar: Hasil Melimpah Harga Bagus, Serap Tenaga Kerja Lokal

23 Mei 2026
Narasi optimisme pemerintah berjarak lebar dengan kenyataan kondisi tekanan ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jarak Lebar Narasi Optimisme Pemerintah dengan Kondisi Riil Masyarakat: Katanya Ekonomi Baik-baik Saja, Padahal Sebaliknya

20 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Anak tunggal dari pengusaha toko kelontong diterima di UGM. MOJOK.CO

Lolos UGM Justru Dilema karena Tak Tega Tinggalkan Ibu untuk Merantau dan Buka Toko Kelontong Sendirian

21 Mei 2026
Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.