Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 Juni 2026
A A
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Ilustrasi - Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jadi motor “sampah” dan jamet

Amarah dari sang kakak tidak terhindarkan. Sebenarnya sejak Farel mulai mengganti lampu asli dengan lampu warna-warni, kakak Farel sudah menunjukkan kesan geram. 

Hanya saja, waktu itu sang kakak menoleransi: asal lampu saja, tidak merembet ke yang lain-lain. Tapi kenyataannya, modifikasi motor Honda Vario 125 tersebut sudah merembet ke mana-mana.

Iklan

“Jawabanku pas dimarahi, ya namanya juga hobi,” ujar Farel. “Masa hobi dilarang-larang.” 

Sudah. Di titik itu lah kakak Farel dan sang ibu sudah angkat tangan. 

Awalnya, sikap “angkat tangan” keduanya dianggap Farel sebagai sebuah kesempatan, karena artinya sudah tidak ada lagi yang ngedumel-ngedumel tiap ia melakukan modifikasi-modifikasi baru. 

Sampai akhirnya kini Farel menyadari, nafsu membongkar-bongkar motor tersebut ternyata berdampak fatal bagi kendaraannya tersebut. 

“Ban kecil dan bodi ceper itu nggak cocok sama jalan desa yang nggak rata. Pasti gasruk. Akhirnya bagian bawah motorku pretel-pretel, lecet sana-sini,” jelas Farel. 

Tidak hanya itu, menyusul kerusakan atau gangguan gangguan lain yang membuat motornya harus sering-sering masuk bengkel. Masalahnya, ia tidak bisa leluasa lagi minta uang ke kakak atau ibunya untuk membengkelkan si motor. 

“Makan itu sinematik-sinematik. Motor baik-baik dijadikan sampah kok,” begitu gertak sang kakak. 

“Kalau ke ibu aku masih bisa minta (uang) sebenarnya. Tapi ibu kan manut kakak,” ucap Farel. 

Kini akhirnya tinggal sesal. Karena ketika melakukan PKL dan bergabung dengan sirkel lain, ternyata modifikasi motor menjadi sinematik tersebut diolok-olok “jamet”. Ah, sudah motor menjadi bobrok, dicap jamet pula. Sinematik ternyata hanya kepuasaan maya dan sesaat. 

Penyesalan karena Honda Vario 125 seharusnya jadi motor andalan

Pernah terbersit keinginan untuk menjual motor yang sudah termodifikasi tersebut untuk kemudian membeli motor baru. Asumsi Farel harganya masih masuk akal. 

Karena memang, salah satu alasan kenapa ia tergoda melakukan modifikasi adalah: katanya motor modifikasi itu punya daya tawar dan harga jual tinggi di kalangan pencinta motor modifikasi di Facebook. 

“Bodoh sih itu. Yang mahal itu kalau modifikasi profesional. Kalau modifikasi kelas kampung, harganya malah ancur-ancuran di Facebook,” kata Farel. 

Motor Honda Vario 125 benar-benar menjadi sampah. Dipakai sudah tidak enak sama sekali, harus sering-sering masuk bengkel, dijual pun seperti tidak ada harganya. 

Kini hanya penyesalan yang tersisa. Sebab, Honda Vario pada dasarnya dikenal sebagai motor tangguh di jalan raya. Saudara-saudaranya kebanyakan menggunakan Honda Vario (baik 125 maupun 150). 

Karena motor mereka masih sehat karena dirawat sedemikian rupa (tanpa modifikasi aneh-aneh nan ngawur), motor mereka masih bisa digunakan untuk mobilitas tinggi perjalanan lintas kota. 

“Aku pernah sekali pakai motor modifku touring ke Pacitan. Benar-benar jadi motor payah. Nggak bisa kalau ketemu jalanan nggak datar, bobrok,” tutur Farel penuh sesal. 

Iklan

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2026 oleh

Tags: Honda Vario 125modifikasi motorMotor Hondamotor modifikasimotor variomotor vario 125risiko modifikasi motorvarioVario 125vario 125 bekas
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia MOJOK.CO

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Mekanik Vespa modifikasi Fazzio ramah anak. MOJOK.CO

Ahli Mekanik Vespa Coba Modifikasi Fazzio Kuning Bermotif Bebek dengan Modal Rp4 Juta, Berbuah Senyuman Anak dan Penghargaan

2 Juli 2026
Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Motor Honda Verza tua itu 12 tahun menemani saya mengejar rezeki MOJOK.CO

Jok motor Honda Verza tua itu sudah sobek, tangki penyok, spion patah diserempet truk, tapi menolak pensiun menemani saya 12 tahun mengejar rezeki menembus pegunungan Banjarnegara

27 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.