Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
27 Februari 2026
A A
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Ilustrasi - Honda BeAT (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Keputusan Anwar (28) merelakan motor tangguh, Jupiter Z, demi kenyamanan istri dan anak ternyata membuahkan rasa sesal setiap kali ia berangkat kerja. Saat dipakai menempuh rute puluhan kilometer setiap hari, berbagai kelemahan Honda BeAT justru sangat terasa, mulai dari mesin yang payah diajak ngebut hingga bensin yang malah terasa boros.

***

Setiap pagi, Anwar menyusuri Jalan Raya Solo-Jogja. Sebagai karyawan di sebuah perusahaan transportasi di Jogja, bapak satu anak ini harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer dari rumahnya di Prambanan. Waktu tempuhnya lumayan, sekitar 30 sampai 45 menit sekali jalan, tergantung seberapa padat lalu lintas hari itu.

Dulu, perjalanan sejauh itu selalu ia lewati bersama motor bebek andalannya, Yamaha Jupiter Z. Namun, Anwar kini menunggangi sebuah skutik mungil sejuta umat: Honda BeAT.

Keputusan menukar motor bebek legendaris dengan matic ini awalnya terasa sebagai pilihan cerdas. Namun, setelah beberapa bulan dipakai untuk mobilitas harian, ia mulai merasakan ada yang mengganjal dan diam-diam menyimpan rasa sesal.

Alasan pindah ke matic demi istri dan anak

Keputusan menjual Jupiter Z sebenarnya bukan murni dari keinginan pribadi Anwar. Di rumah, istrinya sering mengeluh kerepotan saat harus memakai motor bebek. Apalagi kalau sedang mengantar anak atau belanja ke pasar.

“Menginjak gigi persneling kata istri sih bikin cepat capek,” kata Anwar, Kamis (26/2/2026). “Bawa barang belanjaan katanya juga susah.”

Setelah obrolan panjang, Anwar akhirnya mengalah. Ia sadar, kenyamanan istri dan anak adalah prioritas utama. Ia pun memilih motor matic karena kepraktisannya. Bagian dek depannya rata, jadi sangat gampang untuk menaruh tas sekolah anak, galon air, atau kresek belanjaan dari pasar.

Namun, seiring berjalannya waktu, Anwar yang setiap hari memakai motor ini untuk rute jauh mulai menyadari beberapa kelemahan Honda BeAT. Bagi istrinya yang hanya memakai motor untuk jarak dekat di sekitar rumah, kelemahan Honda BeAT ini mungkin sama sekali tidak terasa atau bukan masalah besar.

Namun, bagi Anwar yang butuh kendaraan tangguh untuk rute Prambanan-Jogja setiap hari, transisi dari motor bebek ke matic ini mulai memunculkan banyak keluhan.

Honda BeAT cuma menang rupa dan praktis di awal pemakaian

Di awal-awal pemakaian, Anwar mengakui kalau motor matic barunya ini memang menang rupa. Desainnya terlihat tajam, ramping, dan modern. Berbeda jauh dengan Jupiter Z tuanya yang secara model sudah mulai terlihat ketinggalan zaman.

“Kalau dipakai buat nyelip-nyelip pas macet di Jogja sih enak, bisa lincah. Tinggal putar gas tarik rem, kaki nggak perlu repot mindah gigi,” jelasnya.

Meski begitu, di balik bodinya yang bagus dan cara pakainya yang gampang, kelemahan Honda BeAT perlahan mulai terlihat ketika dihadapkan pada rutinitas Anwar yang sebenarnya. Ia mulai paham bahwa tidak semua motor matic cocok untuk penglaju dengan jarak tempuh puluhan kilometer.

Banyak orang sering mengabaikan kelemahan Honda BeAT karena sudah telanjur suka pada kemudahan saat dipakai di jalanan perumahan. Anwar pun awalnya begitu, sampai akhirnya ia merasakan langsung bedanya mesin bebek dan matic di jalan raya.

Iklan

Susahnya dipakai menyalip

Jalan Raya Prambanan-Jogja adalah jalur utama antarprovinsi yang sibuk. Jalur ini dipenuhi truk, bus, dan kendaraan pribadi yang melaju cukup kencang. Di jalan seperti inilah Anwar paling merindukan tarikan Jupiter Z miliknya.

“Dulu, kalau mau nyalip truk panjang, tinggal turunin gigi persneling, gas sedikit, dan langsung melesat,” ujarnya.

Sekarang, lanjut Anwar, ceritanya sangat berbeda. Saat pakai matic, mesin terasa lambat, atau kalau kata dia, “sering ngeden saat gas ditarik tiba-tiba”. Tenaganya tertahan karena harus menunggu sistem CVT merespons putaran mesin.

Menurut Anwar, lambatnya tarikan mesin untuk diajak menyalip cepat ini adalah salah satu kelemahan Honda BeAT yang paling sering bikin ia kesal di jalan raya. Waktu yang dibutuhkan untuk mendahului kendaraan lain jadi lebih lama dan membuat perjalanannya terasa kurang sat-set.

Bukan cuma soal tarikan mesin, kelemahan Honda BeAT lainnya ada pada hilangnya fitur engine brake atau tahanan mesin saat pengereman. Saat memakai Jupiter Z, Anwar merasa laju motor lebih mudah dikendalikan karena putaran roda ditahan oleh gigi mesin saat gas ditutup.

“Sementara di motor matic, ya harus benar-benar ngandalin rem tangan yang lama-lama bikin tangan pegal kalau jalanan sedang macet parah.”

Baca halaman selanjutnya…

Motornya terasa “melayang” kalau dipakai ngebut. Bensin pun lebih boros.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2026 oleh

Tags: Honda Beatjupiter zJupiter Z vs Honda BeATKelemahan Honda BeATMotor bebek vs maticPengalaman pakai Honda BeATyamaha jupiter z
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO
Otomojok

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO
Pojokan

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO
Sehari-hari

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)
Pojokan

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.