Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
27 Februari 2026
A A
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Ilustrasi - Honda BeAT (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Honda BeAT terasa “melayang” saat dipakai jalan cepat

Masalah tenaga ternyata bukan satu-satunya hal yang mengganggu Anwar. Bodinya yang ringan memang bikin motor ini gampang dipakai selap-selip. Namun, saat jalanan kosong dan Anwar mencoba memacu motornya agak kencang di atas kecepatan 60 km/jam, misalnya, motor ini terasa goyang.

Bila kebetulan berpapasan dengan bus antar kota yang melaju kencang dari arah berlawanan, hempasan anginnya sukses bikin motor Anwar seolah mau terbang. Inilah kelemahan Honda BeAT yang paling banyak dikeluhkan oleh orang yang sebelumnya terbiasa pakai motor bebek. Bahkan di obrolan media sosial pun, banyak user Honda BeAT mengeluhkan hal ini.

Motor bebek seperti Jupiter Z, punya bobot yang lebih pas dan ukuran velg 17 inci yang lebih besar. Sehingga ban lebih mantap menempel ke aspal jalan.

Sementara itu, motor matic Anwar memakai velg 14 inci dan bobot kosongnya sangat ringan. Anwar merasa kelemahan Honda BeAT di sektor kestabilan ini membuatnya tidak bisa bersantai kalau mau jalan agak kencang.

“Harus pegang setang kuat-kuat buat nahan keseimbangan biar motor nggak oleng.”

Niat irit malah terasa lebih boros

Satu hal lagi yang bikin Anwar keheranan adalah soal pengeluaran bensin. Padahal, motor barunya ini dikenal luas sebagai salah satu motor paling irit di Indonesia. Namun, anehnya, Anwar merasa pengeluarannya untuk isi bensin justru terasa lebih boros dibanding saat memakai Jupiter Z. Kenapa bisa begitu?

Ternyata, karena mesin matic ini terasa lambat saat diajak jalan cepat, tanpa sadar tangan Anwar jadi lebih sering memuntir gas dalam-dalam alias sering gaspol. Kebiasaan memaksa mesin bekerja keras inilah yang bikin bensin jadi lebih cepat habis.

Anwar menyadari bahwa kelemahan Honda BeAT dalam hal tenaga putaran atas memaksanya mengubah gaya berkendara, yang pada akhirnya malah bikin konsumsi bensin jadi lebih boros dari biasanya.

Ditambah lagi, kapasitas tangki bensin motor ini cuma 4,2 liter. Jarum indikator bensin jadi terlihat sangat cepat turun. Sering bolak-balik ke pom bensin membuat ilusi bahwa motor ini sangat boros.

Belum lagi, kelemahan Honda BeAT dari sisi biaya perawatan berkala. Merawat komponen dalaman matic (seperti rutin ganti roller dan sabuk v-belt) ternyata lebih mahal dan rumit dibanding sekadar memberi pelumas atau memotong rantai motor bebek.

Pada akhirnya, Anwar hanya bisa tersenyum masam menyadari keputusannya. Menukar Jupiter Z yang tangguh dengan motor matic yang lebih modern memberinya pelajaran soal kompromi. Ia harus mengorbankan kepuasan berkendara pribadi, tak bisa lagi ngebut dengan mantap, dan harus rela merogoh kocek lebih untuk perawatan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2026 oleh

Tags: Honda Beatjupiter zJupiter Z vs Honda BeATKelemahan Honda BeATMotor bebek vs maticPengalaman pakai Honda BeATyamaha jupiter z
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO
Otomojok

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO
Pojokan

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO
Sehari-hari

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gedebage, Bandung.MOJOK.CO

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026
Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten MOJOK.CO

Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten

25 Mei 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Cara Generasi Sandwich Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun

26 Mei 2026
Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM MOJOK.CO

Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM

22 Mei 2026
Narasi optimisme pemerintah berjarak lebar dengan kenyataan kondisi tekanan ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jarak Lebar Narasi Optimisme Pemerintah dengan Kondisi Riil Masyarakat: Katanya Ekonomi Baik-baik Saja, Padahal Sebaliknya

20 Mei 2026
Punya rumah dengan halaman luas di desa jadi sumber konflik tetangga dan keluarga MOJOK.CO

Punya Rumah dengan Halaman Luas di Desa Kerap Disalahpahami, Dinikmati Tetangga tapi Jadi Sumber Konflik Keluarga

25 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.