Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Eksplor

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 Juli 2026
A A
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Ilustrasi - Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selama dua hari (Kamis, 25 Juni-Jumat, 26 Juni 2026), 16 mahasiswa dari berbagai daerah dan universitas saling memaparkan gagasan masing-masing dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026.

Tak hanya mempresentasikan gagasan yang mereka tulis dalam sebuah esai, para mahasiswa—yang merupakan penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum)—juga harus (berlatih) menyusun argumen yang kuat saat menghadapi pertanyaan dari para juri dan mahasiswa lain. 

Iklan

Prinsipnya, dalam kompetisi esai yang berlangsung di Ballroom Grand Mercure Bali Seminyak, Badung, Bali, tersebut, semua punya misi yang sama: menemukan solusi terbaik atas beragam persoalan di tengah masyarakat. Pasalnya, gagasan dan solusi yang mereka tawarkan berangkat dari persoalan-persoalan yang kerap mereka temukan di tengah masyarakat, tapi seringkali luput dari pembicaraan serius. 

16 finalis Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum yang menulis esai berangkat dari persoalan di sekitar MOJOK.CO
16 finalis Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum yang menulis esai berangkat dari persoalan di sekitar. (Dok. Djarum Beasiswa Plus)

Menulis esai: melihat persoalan besar dari hal-hal yang selama ini dianggap biasa

Dalam empat tahun terakhir, Essay Contest Beswan Djarum memang dirancang sebagai ruang menumbuhkan nalar kritis dan kepekaan sosial bagi anak-anak muda. Tidak ada batasan tema. Para Beswan Djarum dipersilakan menulis esai hasil mengeksplorasi persoalan apapun yang mereka temukan. 

Jajaran dewan juri pun merasa sangat menikmati proses penjurian. Najwa Shihab misalnya. Jurnalis senior tersebut mengaku, sejak disodorkan file-file esai para Beswan Djarum, ia tidak bisa berhenti membaca. 

“Yang paling kami (para juri) nikmati selama proses penjurian itu melihat bagaimana cara berpikir anak muda hari ini. Ada yang mengajak kami melihat persoalan besar dari hal-hal yang selama ini dianggap biasa,”  ungkap Najwa dalam resumenya untuk Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026. 

“Ada yang mengangkat kelompok yang sering tidak terlihat. Ada yang mengajak kita mulai memikirkan tantangan-tantangan baru yang akan kita hadapi di masa depan,” sambungnya. 

Dewan Juri Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 MOJOK.CO
Dewan Juri Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026. (Dok. Djarum Beasiswa Plus)

Bagi Najwa, gagasan dalam esai setiap peserta membuat siapapun yang membaca dan mendengar idenya bisa melihat sesuatu dengan cara yang berbeda. 

Tak hanya itu, dalam penilaian Najwa dan dewan juri lain, para peserta tampak betul sangat rajin mencari informasi dan referensi. Kemampuan tersebut, bagi Najwa, menjadi modal besar bagi generasi muda sekarang di tengah tsunami informasi yang kerap memunculkan bias antara fakta dan data. 

Itulah kenapa, meski harus memilih tiga terbaik dari 16 peserta, Najwa menyebut seluruh finalis sudah menjadi juara bahkan jauh sebelum kompetisi dimulai. 

“Itu bukan basa-basi atau pernyataan klise. Saya bilang semuanya menang jauh sebelum kompetisi dimulai, itu alasan utamanya adalah karena setiap esai yang kami baca menunjukkan bahwa adik-adik semuanya memiliki kepedulian terhadap persoalan di sekitar sekaligus keberanian untuk menawarkan solusi,” tegas Najwa. 

Anak muda harus menulis, apapun profesinya

Dua hari Mojok berbincang dengan sejumlah peserta Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026. 

Beberapa mengaku awalnya tidak terbiasa menulis esai. Bahkan ada pula yang harus berhadapan dengan lingkungan yang memandang remeh keterampilan menulis. Namun, proses menulis esai kemudian membuka kesadaran mereka: bahwa perubahan besar ternyata dimulai dari kemampuan menstrukturkan pikiran serta menuliskan gagasan. 

“Apa sih istimewanya menulis esai? Menulis esai itu bukan sekadar latihan menulis saja, karena menulis itu memaksa kita berpikir,” ujar Najwa Shihab. 

Iklan

“Ketika kita menulis, kita belajar menyusun logika. Kita menguji asumsi kita, mencari data, dan kita mempertanggungjawabkan pendapat. Di era ketika semua orang bisa menyampaikan opini, kemampuan untuk membangun argumentasi yang kuat itu jadi pembeda,” tegasnya. 

Dengan begitu, lanjut Najwa, apapun profesi yang digeluti kelak, menulis menjadi pondasi vital. Kemampuan menulis—yang memicu kemampuan berpikir solutif—adalah modal dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan. Dengan kemampuan tersebut, seseorang akan tumbuh dengan daya pikir kreatif: mampu memecahkan masalah, menemukan jawaban, serta menemukan solusi-solusi baru. 

Najwa Shihab menyebut, Essay Contest Beswan Djarum ajak anak muda melihat persoalan besar dari hal-hal yang selama ini dianggap biasa dari menulis esai MOJOK.CO
Najwa Shihab menyebut, Essay Contest Beswan Djarum ajak anak muda melihat persoalan besar dari hal-hal yang selama ini dianggap biasa dari menulis esai. (Dok. Djarum Beasiswa Plus)

Tak lupa akar di manapun posisinya

Tak lupa akar. Pada akhirnya itulah yang diharapkan bagi anak-anak muda—16 Beswan Djarum—usai Essay Contest ini berakhir. Harapannya tidak hanya berhenti pada menulis dan menuangkan gagasan, tapi juga kelak bisa memiliki aksi nyata. 

“Mahasiswa memiliki banyak peran, termasuk dalam menyumbang berbagai solusi dari persoalan di kehidupan sehari-hari. Melalui Program Djarum Beasiswa Plus, kami menyiapkan generasi muda yang terbiasa berpikir kritis, menganalisis situasi, hingga menghasilkan jalan keluar dengan kebaruan sudut pandang,” kata Felicia Hanitio, Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation. 

Sementara itu, Ronny Rachman Noor, guru besar bidang Genetika Hewan dan Genetika Ekologi Fakultas Peternakan IPB University yang menjadi dewan juri menyebut, Essay Contest Beswan Djarum mengisi kekosongan di kampus. 

Ronny melihat, di kampus tidak diajarkan menulis sesuatu berdasarkan permasalahan yang ada di masyarakat, yang berangkat dari keresahan sehari-hari. 

Ronny Noor Rachman menyebut, Essay Contest Beswan Djarum melengkapi kekosongan dunia kampus soal mengakar pada masyarakat MOJOK.CO
Ronny Noor Rachman menyebut, Essay Contest Beswan Djarum melengkapi kekosongan dunia kampus soal mengakar pada masyarakat. (Dok. Djarum Beasiswa Plus)

“Essay Contest mengajarkan anak-anak muda menulis bahkan dari keresahannya sendiri, dan itu memang berdasarkan realitas di masyarakat. Tujuan utamanya adalah menjangkau kepekaan anak-anak muda ini terhadap masyarakat,” ujar Ronny kepada Mojok. 

“Kekurangan kita di kampus itu seolah justru berjarajak sama masyarakat. Seolah-olah hidup di zona-zona. Padahal di kiri dan kanannya banyak masalah,” sambungnya. 

Jangan sampai pendidikan membuat seseorang tercerabut dari tempatnya berasal. Sementara itulah pesan yang ditekankan Najwa Shihab. 

Selama dua hari bergelut dengan esai dan gagasan Beswan Djarum, Najwa melihat bagaimana anak-anak muda sangat melek dan peduli dengan persoalan di daerah masing-masing. 

“Jadi di manapun nanti bekerja, jangan sampai kehilangan hubungan dengan akar itu. Kita seringkali perubahan besar justru bisa kita lakukan dari tempat yang kita kenal,” pungkasnya. ***(Adv)

BACA JUGA: “Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2026 oleh

Tags: beasiswa djarumbeswan djarumcara menulis esaiessay contestlomba esaimanfaat menulismenulismenulis bagi gen zmenulis esaiNajwa Shihab
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO
Eksplor

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026
Cerita Lola Nadiya Putri, peserta Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 yang mengangkat persoalan crab mentality yang menghambat perempuan desa di Nganjuk untuk tumbuh dan maju MOJOK.CO
Eksplor

Ironi Perempuan di Desa: Dihambat Tumbuh dan Maju karena Crab Mentality

4 Juli 2026
Essay Contes Beswan Djarum: menulis esai memberi soft skills yang menunjang karier profesional MOJOK.CO
Eksplor

Menulis Esai Jadi Bekal Karier Anak Muda, Beri Ragam Soft Skills Vital yang Dicari Dunia Kerja Profesional

3 Juli 2026
Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO
Kilas

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Lintas Sumatra Dibuat untuk Mengangkut Kekayaan ke Jawa: Tempat Lahirnya Shinobi Kriminal Jalinsum MOJOK.CO

Jalan Lintas Sumatra Dibuat untuk Mengangkut Kekayaan ke Jawa: Tempat Lahirnya Shinobi Kriminal Jalinsum

1 Juli 2026
Inisiatif warga Dusun Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, lewat PLTMH membuat dusun mereka tetap. Tak takut pemadaman listrik MOJOK.CO

Inisiatif dan Semangat Handarbeni Warga Kedungrong Kulon Progo, Bikin Dusun “Tak Terdampak” Pemadaman Listrik

2 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Usaha les komputer di Bogor. MOJOK.CO

Tak Hasilkan Banyak Cuan dari Buka Usaha Les Komputer, tapi Merasa Bermakna Bisa Ajarkan Gen Alpha yang Masih Gaptek

30 Juni 2026
Lurah 1.000 Baliho Penguasa Condongcatur Itu Tersandung Korupsi: Sultan Minta Proses Hukum Tanpa Toleransi MOJOK.CO

Lurah 1.000 Baliho Penguasa Condongcatur Itu Tersandung Korupsi: Sultan Minta Proses Hukum Tanpa Toleransi

3 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.