Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
27 Februari 2026
A A
Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO

Ilustrasi Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagian orang percaya bahwa pandemi Covid-19 menjadi titik balik hidup mereka. Salah satunya Resty Armenia (35), Warga Negara Indonesia (WNI) yang memperoleh beasiswa gratis dari Erasmus Mundus Scholarship dan kini tinggal di Norwegia.

Bisa kuliah di 4 negara dengan beasiswa Erasmus

Resty Armenia mulai menginjakkan kakinya di Norwegia pada tahun 2020. Di masa pandemi Covid-19 itu, Resty akhirnya mendapat beasiswa yang selama ini ia impikan. Lewat program European Master in Social Work with Families and Children (MFAMILY) dari beasiswa Erasmus, Resty bisa kuliah di 4 negara dalam kurun waktu dua tahun.

“Aku juga hobi traveling ke luar negeri, terutama di UK untuk nonton klub bola Arsenal,” ujar Resty.

Namun, pandemi Covid-19 mengharuskannya untuk menetap di salah satu negara. Dari beberapa negara, ia lebih mantap tinggal di Norwegia sekaligus mendukung pengerjaan tesisnya yang fokus pada isu pendidikan anak.

“Sebelum dapat beasiswa, aku pernah tinggal di Belanda dan Korea. Dan menurutku paling bagus social welfare-nya itu ya di Norwegia,” ucap Resty saat dihubungi Mojok, Kamis (26/2/2026).

Menurut indeks Kehidupan Lebih Baik dari OECD, Norwegia juga memiliki tingkat kepuasan hidup yang sangat tinggi, mulai dari layanan publik berkualitas hingga masyarakat yang egaliter.

Sembari mengerjakan program magisternya dengan beasiswa Erasmus, Resty juga bekerja sebagai guru di Kota Stavanger. Awalnya, ia hanya menjadi guru pengganti untuk kelas 1-4 SD hingga menjadi guru tetap dengan gaji kotor sekitar Rp80 juta per bulan. Lengkap dengan tunjangan transportasi, pakaian kerja, hingga fasilitas sepeda.

Beasiswa Erasmus membawa saya ke Norwegia

Sebagai WNI, Resty mengaku gajinya di Norwegia lebih dari cukup, meski ia tak memungkiri jika biaya hidup di luar negeri seperti Norwegia memang terbilang besar. Hanya saja, kata Resty, semua itu tergantung dari gaya hidup. 

“Dengan paspor WNI aku juga bisa kerja di Norwegia, menabung, investasi, dapat dana pensiun, jaminan sosial, bisa beli rumah dan mobil, dan lainnya,” ujar WNI asal Surabaya tersebut.

“Aku bisa nabung 30-40 persen dari gaji nett-ku, bukan gross. Jadinya aku bisa sering traveling dan lakukan hobi lain,” lanjutnya.

Awal pertama kali tinggal di Norwegia sebagai penerima beasiswa Erasmus, Resty mengaku masih menerapkan hidup frugal living karena ingin menabung sebanyak-banyaknya. Namun makin ke sini, hal itu tidak terlalu getol ia lakukan. 

Sebab ia sadar, jika masyarakat di Norwegia lebih menghargai semua pekerjaan termasuk jasa guru. “Jadi kesenjangan sosialnya pun lebih kecil, karena gaji semua pekerjaan tidak terlalu besar bedanya,” jelas Resty.

Baca Halaman Selanjutnya

Karakter orang Norwegia yang bikin betah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2026 oleh

Tags: beasiswa Erasmusbeasiswa luar negeriErasmusErasmus MundusnorwegiaPindah Kewarganegaraantinggal di luar negeriWNI
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO
Sekolahan

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO
Kilas

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO
Aktual

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO
Urban

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026
Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.