Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Drama Kualifikasi MLSC Yogyakarta Seri 1: Tangisan Anggun yang Timnya Tak Lolos Meski Tak Pernah Kalah

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
16 Oktober 2025
A A
Ilustrasi Kualifikasi MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2025-2026 - MOJOK.CO

Kompetisi MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Series berlangsung hingga 19 Oktober 2025. (Ilustrasi Ega Fansuri/Mojok.Co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hujan deras dan angin kencang di Stadion Tridadi, Sleman tak bisa menutupi tangis Anggun (11) dan kawan-kawannya dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif, Pangukan Sleman. Mereka tidak lolos kualifikasi untuk mengikuti MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2025-2026. Padahal dalam dua pertandingan yang mereka mainkan tidak sekalipun timnya kalah. 

Namun, aturan membuat mereka tersingkir lebih awal di turnamen yang baru mereka ikuti tahun ini. Memiliki selisih gol yang sama dengan lawannya, mereka dinyatakan kalah karena kalah cepat dalam memasukan gol.

Tidak lolos MLSC karena selisih waktu memasukkan gol

Ratusan pelajar SD dan MI di Yogyakarta mengikuti babak kualifikasi MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025-2026 di Stadion Tridadi (KU 12) dan Lapangan Sidomoyo (KU 10), Godean, Rabu (15/10). Jika lolos kualifikasi, mereka akan masuk di babak utama yang berlangsung 16-19 Oktober 2025. 

Peserta kualifikasi merupakan sekolah yang baru kali ini mengikuti MLSC atau tim kedua dari sekolah yang sudah jadi langganan jadi peserta. Turnamen ini rutin diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dengan didukung oleh MilkLife.

Anggun dan timnya dari MI Maarif Pangukan adalah salah satu tim yang harus memulainya dari babak kualifikasi. Dalam kualifikasi MLSC Yogyakarta Seri 1 KU 12, Anggun dan kawan-kawan tergabung dalam Grup F yang berisikan SD Tegalrejo I B, dan SD Kanisius Duwet B. Dua sekolah lain itu sudah mengirimkan tim utamanya dalam babak utama. Sedangkan MI Maarif Pangukan baru kali ini mengikuti MLSC sehingga harus melalui kualifikasi. 

MLSC Yogyakarta Series 2025-2026 MOJOK.CO
Kompetisi MLSC Yogyakarta Seri 1 berlangsung di Stadion Tridadi Sleman untuk KU 12 dan di Lapangan Sidomoyo Godean untuk KU 10. (Foto: Dok. MLSC Yogyakarta)

Pertandingan pertama mereka menang secara meyakinkan dengan skor 3-0 saat melawan SD Kanisius Duwet B. Di pertandingan kedua melawan SDN Tegalrejo 1 B, mereka sama-sama imbang dengan kedudukan 1-1. 

“Hanya ada satu tim yang lolos. Karena poin sama, termasuk selisih golnya, akhirnya pemenang ditentukan dari yang paling cepat memasukkan gol ke gawang lawan. Kami kalah cepat,” kata pelatih MI Maarif Pangukan, Bayu Manggala (30) kepada Mojok. 

Padahal semangat siswa untuk ikut sepak bola sangat besar. “Kami baru ikut turnamen ini, langsung bentuk tim dan yang daftar ada 20 anak. Peminatnya sangat besar, kalau tahu seperti ini, kami sebenarnya bisa daftar dua tim,” kata Bayu. 

Dari orang tua hingga nenek dukung sepak bola putri

Begitu besarnya minat anak-anak dan besarnya dukungan orang tua siswa, ia berencana akan membentuk ekstrakurikuler sepak bola putri di MI Maarif Pangukan. Tahun depan, ia akan menyiapkan tim lebih serius untuk bisa lolos kualifikasi dan jadi peserta MLSC Yogyakarta. 

Nggak perlu ditanya kesedihan Anggun dan kawan-kawannya, ia masih terlihat sesenggukan karena sekolahnya nggak lolos kualifikasi, padahal nggak pernah kalah. Justru neneknya, yang terus memberinya semangat. Apalagi Anggun masih kelas 5 SD sehingga tahun depan masih bisa ikut serta. 

“Jangan panggil saya, nenek, panggil saja uti. Saya dukung cucu saya karena engkongnya dulu juga pemain bola,” kata Yono Sumarah (65) bersemangat. 

Ia tak khawatir cucunya kepanasan, kehujanan atau bajunya kotor karena main bola, asal cucunya senang, ia mendukung. Baginya, Anggun bukan hanya menendang bola, tapi juga membangun karakter. “Menang kalah sudah biasa. Sepak bola juga bukan miliknya laki-laki saja, udah jamannya emansipasi,” katanya.

Anggun, hanya salah satu dari ratusan pelajar sekolah dasar dan sederajat yang bertanding sepak bola hari itu. Edi Mulyono penanggung jawab MLSC Regional Jawa Tengah dan DIY mengungkapkan peserta di Yogyakarta Series 1 cukup memuaskan. 

MLSC Yogyakarta MOJOK.CO
Dukungan orang tua jadi warna tersendiri dalam setiap penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Tampak orang tua dari salah satu sekolah di Jogja yang mendukung anak-anaknya. (Foto: Dok MLSC Yogyakarta)

Apalagi banyak sekolah baru yang menjadi peserta. “Banyak MI (madrasah ibtidaiyah-red) yang ikut. Ini tak lepas dari sosialisasi kami ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta belum lama ini,” kata Edi. 

Iklan

Muncul banyak bibit-bibit baru sepak bola putri di MLSC Yogyakarta

Menurut Edi Mulyono, banyaknya sekolah baru yang ikut menunjukkan bahwa sepak bola putri sudah jadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Yogyakarta. “Kemarin saya ke Gunungkidul, sekitar dua jam dari Kota Jogja, saya dengar ada potensi sepak bola putri di sana,” kata Edi Mulyono, kepada Mojok, Rabu (15/10/2025)

Lebih lanjut Edi mengatakan, di babak kualifikasi ada sekitar 29 SD dari seluruh DIY yang ikut serta. Sedangkan total sekolah yang ikut serta dalam MLSC Yogyakarta Series 1 seluruhnya ada 84 SD dan MI di DIY dengan jumlah total atlet yang terlibat sebanyak 1.619 atlet. 

Jumlah tersebut terbagi dalam 69 tim KU 10 dan 80 tim KU 12. Beberapa sekolah bahkan mengirimkan lebih dari satu tim sepak bola putri dari sekolah mereka. 

“Kami melihat banyak bermunculan anak-anak yang berpotensi sebagai pemain sepak bola putri. Ke depan, pasti kemampuan mereka akan meningkat,” kata Coach Wulan, salah satu tim pencari bakat MLSC Yogyakarta.

Yogyakarta menjadi kota ketujuh ketujuh penyelenggaraan MLSC series 1 2025-2026. Masih ada tiga kota lain yang akan menggelar MSLC Seri 1 ini yaitu Solo pada 28 Oktober – 2 November 2025, Malang 11-16 November 2025, dan Jakarta 18-23 November 2025. Jadwal pertandingan MLSC Yogyakarta Series I 2025-2026 bisa dilihat di link MilkLifeSoccer.

MLSC Yogyakarta Series 1 2025-2026 banyak diikuti sekolah baru, terutama dari MI. Ini tak lepas sosialisasi MLSC dengan Kemenag DIY. Tampak salah satu pemain tim dalam kualifikasi MLSC Yogyakarta Series 1 menggiring bola dibayang-bayangi tim lawan. (Dok. MLSC Yogyakarta)
MLSC Yogyakarta Series 1 2025-2026 banyak diikuti sekolah baru, terutama dari MI. Ini tak lepas dari sosialisasi MLSC dengan Kemenag DIY. Tampak salah satu pemain tim dalam kualifikasi MLSC Yogyakarta Series 1 menggiring bola dibayang-bayangi tim lawan. (Dok. MLSC Yogyakarta)

Kegiatan ini merupakan komitmen dari Bakti Olahraga Djarum Foundation yang bekerja sama dengan MilkLife untuk mengembangkan sepak bola putri melalui ajang yang digelar secara rutin dua kali dalam setahun.

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Lintang dan Ayla, Dari Pertanyaan “Perempuan Kok Main Bola” Jadi Inspirasi Sepak Bola Putri di Jogja dan liputan lainnya tentang MLSC di Mojok.co

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2025 oleh

Tags: liputanMilkLife Soccer ChallengeMLSC Yogyakartapilihan redaksisepak bola putri
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.

Artikel Terkait

Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO
Catatan

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO
Kabar

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.