Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
9 Juni 2026
A A
Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Ilustrasi - Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ibu saya punya kebiasaan menaruh uang koin Rp500-an di dasbor motor Honda Genio miliknya. Siapa nyana, ternyata uang tersebut membawa berkah dan penyelamat, baik bagi dua anaknya maupun orang-orang yang ia temui di lampu merah. 

Uang receh kembalian yang awalnya bikin salah paham

Setiap saya pulang ke rumah (Rembang, Jawa Tengah), motor Honda Genio milik ibu akhirnya kami gunakan bergantian. Karena seringkali saya pulang dengan bus atau travel, jarang pakai motor sendiri. Alhasil, kalau sore/malam hari saya hendak keluar, motor ibu lah yang saya gunakan—setelah ia pulang dari pabrik. 

Setiap kali pakai motor ibu, pasti ada bunyi “krincing-krincing” dari dasbor. Uang recehan tersebut, kata ibu, merupakan tumpukan uang kembalian setiap kali ia habis belanja. 

Situasi itu sempat membuat saya heran dan mempertanyakan: Tidak butuh duit apa ya? Kenapa uang recehan tersebut tidak diambil lalu dimasukkan ke toples khusus uang receh di dalam kamar? Lumayan lah buat tabungan. 

“Sudah…” Begitu jawab ibu singkat. Ia ingin mengatakan, uang recehan tersebut sebenarnya sengaja ia taruh di dasbor motor Honda Genio miliknya. Hanya saja, recehan di dasbor adalah lebihan dari recehan kembalian lain yang  sudah dimasukkan ke dalam toples berisi uang koin serupa. 

Uang receh di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah bagi orang di lampu merah

Seiring waktu saya akhirnya memahami kebiasaan ibu tersebut: menaruh uang receh di dasbor motor. 

Suatu ketika, saat mengantar ibu ke pusat kota Rembang, saya menyaksikan ibu dengan enteng merogoh uang-uang receh dari dasbor motor, ia bagikan ke orang-orang yang kerap mengundi nasib di lampu-lampu merah. 

Misalnya, pengamen nyanyi, pengamen badut, hingga penyandang disabilitas daksa yang kerap berharap iba dan pemberian orang-orang yang berhenti ketika lampu apill menunjukkan warna merah. 

Ternyata, sejak bekerja di pabrik di pusat kota Rembang, ibu punya kebiasaan seperti itu: membagi uang recehan ke mereka yang mengiba dan menurut ibu membutuhkan uluran tangan, meskipun hanya berupa uang recehan, tiap kali berangkat ke pabrik di pukul 07.00 pagi.

“Ya kita ini kan alhamdulillah nasibnya baik, walaupun nggak kaya-kaya amat. Sementara kalau lihat orang disabilitas, nggak bisa kerja, cari makannya cuma dengan cara itu (minta-minta di lampu merah),” tutur ibu. Ya memang begitu lah ibu saya: mudah iba.

Itu lah kenapa ibu sering menaruh uang receh di dasbor motor Honda Genio miliknya. Bahkan kalau habis, ibu mengisi dasbor motornya lagi dengan berapapun uang receh yang ia punya. 

“Ditaruh dasbor biar enak kalau mau ambil,” katanya. 

Memberi uang ke pengamen atau pengemis di lampu merah sebenarnya memang tidak dianjurkan oleh Dinas Sosial. Akan tetapi ibu tidak cukup terliterasi dengan itu. Ia hanya tahu perkara berbagi. Ia hanya senang melakukannya.

Jadi penyelamat bagi anak-anaknya saat uang yang dibawa kurang

Uang-uang receh di dasbor motor Honda Genio ibu tidak hanya menjadi uluran kecil untuk orang-orang di lampu merah. Kami, anak-anaknya pun kerap terbantu dengan adanya uang recehan di dalam dasbor tersebut. 

Iklan

Misalnya dalam kasus saya yang jarang pegang uang tunai—karena sekarang lebih suka transaksi lewat QRIS: Ketika hendak membayar parkir dan kebingungan karena dompet saya tidak berisi uang tunai, maka dasbor motor ibu lah yang saya tuju. 

Atau misalnya ketika saya beli rokok atau jajanan, sementara uang tunai yang saya bawa kurang, maka tambalannya bisa saya dapat dari recehan-recehan di dasbor motor itu. 

Adik saya pun sama halnya. Pokoknya jika dalam sebuah situasi uang yang ia bawa kurang, maka dasbor motor ibu bak penyelamat. 

Bahkan, kata adik saya, ibu sering dengan sengaja meninggalkan uang pecahan Rp5 ribu-Rp10 ribu di jok motor. Dan itu sering menjadi penyelamat bagi adik saya ketika uangnya sendiri kurang. 

Berkah kemudahan hidup

Ibu punya keyakinan, gemar berbagi, walaupun kecil, pasti akan diberi balasan oleh Allah Swt, sebagaimana tertuang dalam Q.S. al-Zalzalah: 7—bahwa kebaikan sekecil biji zarrah (biji paling kecil) pun akan mendapat balasan kebaikan dari-Nya. 

Ibu mengimani ayat itu. Pasalnya, menurutnya, di tengah kehidupan kami yang sebenarnya belum berada di posisi mapan finansial, tapi kenyataannya selalu dilingkupi kemudahan, kecukupan, dan kebahagiaan. 

Ada banyak momen ketika kondisi kami sebenarnya nyaris kelimpungan. Namun, tidak lama berselang, selalu ada saja “pertolongan-pertolongan langit” yang datang. 

Pada akhirnya saya percaya, setiap kemudahan hidup yang saya dapat, satu di antara faktornya adalah doa-doa ibu yang diijabah Allah Swt serta tirakat-tirakat spiritual-sosial (seperti berbagi recehan) yang kerap ia lakukan.

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2026 oleh

Tags: dasbor motorhonda geniomanfaat sedekahmotor genioMotor Hondapengamen badutpengamen lampu merahsuka berbagisuka sedekahuang recehuang recehan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO
Sehari-hari

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO
Otomojok

Vario 150: Motor Honda Terbaik tapi Paling Mengancam Kewarasan dan Bikin Malu, Takut Gak Bisa Nyicil Setelah Jadi Pengangguran Akhirnya Diselamat Ibu

21 Mei 2026
Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO
Otomojok

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.