Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
19 Mei 2026
A A
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Ilustrasi - WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dorongan misi kemanusiaan untuk warga Palestina tidak menyurutkan kapal-kapal aktivis lintas negara yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 untuk terus berlayar menuju Jalur Gaza. 

Sebanyak 50 kapal yang mengangkut ratusan aktivis kemanusiaan delegasi lintas negara dan bantuan kemanusiaan dengan gagah menyibak lautan, bertolak dari Pelabuhan Maramis, Turkiye pada Kamis, 14 Mei 2026. 

Namun, pada Senin, 18 Mei 2026 waktu setempat, rombongan GSF 2.0 disergap oleh militer Israel di Laut Mediterania. Di antara kapal yang dibajak berisi Warga Negara Indonesia (WNI).  

Penyergapan misi kemanusiaan oleh militer Israel

Merujuk keterangan tertulis dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI)—rombongan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan GSF 2.0—rombongan disebut telah menerima red alert (peringatan darurat) malam sebelum pencegatan oleh militer Israel (IDF).

Malam itu, rombongan yang tersebar dalam 50 kapal kecil melihat drone dan kapal-kapal Israel mulai berseliweran. Jumlah mereka bertambah banyak menjelang pagi waktu Istanbul, Turkiye. 

Meski begitu, kapal-kapal delegasi sipil tersebut tetap berlayar untuk misi membuka blokade jalur Gaza demi aksi kemanusiaan terhadap warga Palestina. 

Akan tetapi, setelahnya, satu persatu kapal dikonfirmasi telah disergap oleh militer Israel. Dalam laporan yang Mojok terima pada Selasa (19/5/2026) pagi WIB, GPCI menyebut total ada 17 kapal yang telah ditangkap. Lima di antaranya berisi sembilan delegasi GPCI. 

Lima kapal yang dimaksud adalah Kapal Josef, Ozgurluk, Zapyro, Kasr-1, dan BorAlize. Dari sembilan WNI yang ikut berlayar, lima delegasi GPCI terkonfirmasi telah diculik militer Israel dari dua kapal, antara lain: 

  1. Bambang Noroyono (jurnalis Republika) di Kapal BorAlize
  2. Thoudy Badai (jurnalis Republika) di kapal Ozgurluk
  3. Andre Nugroho (jurnalis Tempo) di Kapal Ozgurluk
  4. Rahendra Herubowo (jurnalis Inews) di kapal Ozgurluk
  5. Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat).

Sementara empat delegasi Indonesia lainnya di kapal lain, setidaknya hingga berita ini tayang, dikonfirmasi masih berlayar. Mereka adalah: Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro, serta Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran sekaligus kecaman serius terhadap tindakan militer Israel yang sewenang-wenang melakukan represi terhadap misi kemanusiaan untuk warga Palestina. 

Tim darat pembebasan dan kegagalan pemerintah dunia merespons genosida di Palestina

Atas situasi tersebut, Koordinator Dewan Pengarah GPCI, Maimon Herawati menyebut, situasi semacam ini seharusnya tidak terjadi jika pemerintah dari berbagai dunia tidak gagal dalam merespons genosida di Palestina. 

Pasalnya, kegagalan pemerintah dalam menghentikan genosida itu lah yang kemudian membuat jaringan sipil lintas negara—termasuk warga Indonesia di dalamnya—menginisiasi pelayaran untuk membuka blokade jalur Gaza melalui GSF 2.0.

“Blokade ke Gaza ini bukan hanya blokade fisik, tapi juga narasi. Karena wartawan dibunuh, sehingga berita dari Gaza tidak bisa diakses ke dunia,” ujar Maimon dari Istanbul dalam pernyataan video yang dikirim ke Mojok, Selasa (19/5/2026) pagi WIB. 

“Dengan aksi ini (pelayaran GSF), semoga kembali kita pahami, genosida di Palestina masih berlangsung. Pemerintah dari berbagai negara telah gagal menghentikan, oleh karena itu masyarakat sipil harus berlayar (membawa bantuan dan misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina),” bebernya. 

Iklan

Terkait WNI yang diculik oleh militer Israel, Maimon menegaskan bahwa pihak GPCI telah memikirkan kemungkinan dan langkah-langkah kontingensi apabila kapal yang membawa delegasi Indonesia mengalami interception atau penyergapan oleh militer Israel. 

“Kami telah menyiapkan tim darat yang bersiap di Istanbul, Mesir, Yordania, Siprus, dan Ashdod. Jika teman-teman yang diculik dibawa ke lima lokasi tersebut, tim darat sudah bersiap untuk langkah-langkah pembebasan WNI,” jelas Maimon. “Mohon doanya untuk seluruh warga Indonesia.” 

Selain upaya tersebut, GPCI juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan kepada keluarga delegasi Indonesia yang menjadi korban penyergapan atau penculikan. Pendampingan tersebut meliputi dukungan komunikasi, bantuan informasi, hingga layanan pendampingan psikologis bagi keluarga yang terdampak.

Seruan solidaritas pembebasan untuk WNI yang ditangkap dalam misi kemanusiaan Palestina

Setelah kabar penyergapan, warga Turkiye berbondong-bondong melakukan aksi solidaritas di daerah Uskudar. Mereka ramai-ramai mengutuk dan mendesak militer Israel membebaskan para aktivis kemanusiaan GSF 2.0 yang diculik di perairan internasional. Sebab, tindakan militer Israel tersebut nyata-nyata telah melanggar hukum humaniter internasional. 

Influencer Indonesia sekaligus aktivis GSF, Chiki Fawzi, berada di tengah-tengah solidaritas tersebut. Dari Uskudar, Chiki menyebut, militer Israel jelas-jelas telah melakukan kejahatan perang dengan menghalangi bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina sekaligus menculik delegasi aktivis dalam misi tersebut. 

“Di Uskudar, masyarakat Turkiye melakukan mobilisasi aksi, berusaha memberikan tekanan supaya warga Turkiye yang turut ditangkap dibebaskan,” ujar Chiki melalui sambungan video kepada Mojok. 

Aksi solidaritas masyarakat Turki di Ukudar setelah kabar penyergapan kapal GSF oleh militer Israel MOJOK.CO
Aksi solidaritas masyarakat Turki di Ukudar setelah kabar penyergapan kapal GSF oleh militer Israel. (GPCI)

Oleh karena itu, Chiki juga mendesak agar pemerintah Indonesia melakukan tindakan serius untuk membebaskan WNI yang telah diculik. Ia pun berharap masyarakat Indonesia juga tak luput menyerukan kepada pemerintah melalui aksi solidaritas agar pemerintah bertindak cepat. 

Desakan serupa juga datang dari Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. Selain karena pelanggaran serius terhadap hukum internasional, TB Hasanuddin juga menekankan bahwa pemerintah RI punya kewajiban konstitusional untuk melindungi setiap WNI di luar negeri. Apalagi mereka yang sedang menjalankan misi kemanusiaan.

Oleh karena itu, ia mendesak Kementerian Luar Negeri RI segera bergerak cepat melalui jalur diplomasi bilateral maupun multilateral untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang terlibat dalam misi tersebut.

“Indonesia juga perlu menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB, serta meminta Komite Internasional Palang Merah (ICRC) melakukan intervensi langsung demi memastikan kondisi para WNI,” tegas TB Hasanuddin dalam keterangan persnya. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Memahami Konflik Kawasan Timur Tengah Antara Israel, Palestina, dan Iran Bersama Prof. Ibnu Burdah atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 19 Mei 2026 oleh

Tags: aksi kemanusiaanblokade gazaFelix Siauwgazaglobal sumud flotillagpcigsfjalur gazamiliter israelpalestinapilihan redaksisolidaritas palsetinawni diculik israel
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO
Urban

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO
Urban

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO
Catatan

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Prabowo kasih guru honorer insentif saat HUT RI. MOJOK.CO

JPPI Kritik SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Sebut Pemerintah Lebih Peduli Karyawan SPPG daripada Guru Honorer

12 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.