Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Pascadebat Capres Pertama, Gen Z Pendukung Prabowo Semakin Yakin Gara-gara TikTok

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
15 Desember 2023
A A
Gen Z nonton debat capres lewat TikTok.MOJOK.CO

Ilustrasi Gen Z penikmat konten TikTok (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berdasarkan sejumlah survei terkait pilihan Capres 2024, mayoritas suara Gen Z berada di paslon nomor urut dua, Prabowo-Gibran. Bagaimana suara mereka setelah Debat Pilpres pertama?

***

Pada debat Capres pertama, banyak pengamat menilai performa Prabowo dalam menyampaikan gagasan di bawah Anies dan Ganjar. Saya sempat berbicang dengan Ali Rifan, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, yang menilai Prabowo cenderung bertahan dan tidak banyak menyampaikan gagasan secara konkret.

“Katakanlah Prabowo, beliau belum menguasai emosi. Ia juga lebih banyak bertahan dengan narasi kesuksesan kepemimpinan Jokowi,” ungkapnya kepada Mojok, Rabu (13/12/2023).

Saya merasa penasaran, setelah Debat Capres pertama digelar KPU, bagaimana tanggapan Gen Z terhadap para Capres dan Cawapres. Pencarian singkat mempertemukan saya dengan Vian (22), seorang mahasiswa semester akhir sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jogja.

Sejak awal mula pengumuman pasangan capres dan cawapres, Vian mengaku merasa ingin memilih Ganjar. Namun, ia justru berakhir memantapkan diri untuk menjagokan Prabowo, apalagi setelah berdampingan dengan Gibran.

“Kalau Anies dari awal jujur aku sudah nggak cocok. Alasannya politik identitas 2017 lalu,” ucapnya tegas.

Keputusannya untuk ganti mendukung Prabowo lantaran banyak menemukan informasi tentang kekurangan Ganjar dan partai pengusungnya, PDI Perjuangan. Mulai dari kasus korupsi kader partai sampai beberapa catatan buruk saat Ganjar memimpin Jawa Tengah.

“Itu rata-rata aku dapat dari TikTok. Ada video-video yang menjelaskan kekurangan Ganjar dan PDI Perjuangan. Akhirnya aku lebih mantap memilih Prabowo,” ungkapnya.

Performa Prabowo di Debat Capres tidak berpengaruh banyak

Bagi Vian, dukungannya terhadap Prabowo pun tidak surut setelah Gibran resmi menjadi Cawapres. Gonjang-ganjing yang terjadi di MK, menurutnya tidak memengaruhi keyakinannya.

Perempuan ini berujar kalau percaya dengan keputusan MK. Terlebih, baginya Gibran layak menjadi pendamping Prabowo.

“Kita lihat di Solo itu kan banyak perubahan. Itu bukti bahwa kerjanya Gibran nyata,” paparnya.

Meski tidak tuntas, pada Selasa (12/12) lalu, Vian juga menonton langsung Debat Capres pertama yang digelar KPU. Meski sejumlah pengamat, seperti Ali Rifan,  memberikan catatan minor bagi penampilan Prabowo, ia melihat bahwa Capres nomor urut 2 itu berhasil menunjukan kematangannya di panggung.

Vian justru menyoroti Anies dan Ganjar yang terlalu banyak memberikan serangan personal terhadap Prabowo. Baginya, Anies memang bisa bicara banyak saat perdebatan, namun justru sulit untuk dipahami. Sementara Ganjar, kurang menonjol di antara kedua Capres lain.

Iklan

“Prabowo ini kita sudah tahu semua soal nasionalismenya. Buat saya dia ingin memajukan bangsa,” ungkapnya.

Vian juga menyayangkan kasus HAM yang terus dilekatkan pada Prabowo. Menurutnya, isu itu hanya mencuat pada masa Pilpres. Baginya, Prabowo pun sudah memberikan klarifikasi pada keikutsertaannya pada dua Pilpres sebelumnya.

Gen Z gandrung TikTok.MOJOK.CO
TikTok saat ini digandrungi oleh Gen Z (Ilustrasi: Solen Feyissa/Unsplash)

Pascadebat, Gen Z yang saat ini menyerap informasi paling banyak dari TikTok ini juga banyak melihat video yang mengafirmasi pendapatnya. Di TikTok banyak tersebar potongan video pendapat Prabowo saat debat. Jika ditelisik lebih jauh, potongan video tersebut memang tidak bisa menggambarkan konteks menyeluruh dari debat.

Secara umum, belanja iklan kubu Prabowo di media sosial memang jadi yang terbesar di antara yang lain. Melansir Harian Kompas, data Ad Library dari Meta Platform pada periode Agustus-Oktober 2023 menunjuukan kelompok pendukung Prabowo menggelontorkan dana iklan Rp8,67 miliar. Terbanyak di antara kubu yang lain.

Belum lagi di platform media sosial lain di luar jaringan Meta, termasuk TikTok. Banyak iklan yang menyasar langsung kalangan influencer atau pemilik akun besar, tanpa mengamplifikasikannya dengan promosi berbayar lewat platformnya.

Beda Gen Z penikmat TikTok dengan Twitter

Jika menilik pendapat Vian, ternyata dinamika yang terjadi pada Debat Capres pertama tidak mengubah pandangannya yang sejak awal mendukung Prabowo. Sementara itu, ada kisah berbeda dari Gen Z lain yang saya wawancara.

Tasya Andini (22), fresh graduate dari sebuah PTS di Jogja mengaku awalnya tidak punya ketertarikan sama sekali dengan kontestasi politik. Ia tidak tahu gambaran sama sekali akan memilih mana.

“Tapi setelah Debat Capres pertama aku jadi ada gambaran mana yang paling mending. Meskipun belum tentu aku coblos, masih lihat lagi debat selanjutnya,” ungkapnya.

Tasya mengaku tertarik dengan sosok Anies Baswedan yang mampu menyampaikan gagasan dengan tertata. Ganjar menurutnya cukup baik menjelaskan programnya meski penyampaiannya tidak sejelas Anies. Sementara Prabowo, baginya terlihat emosional dan menyepelekan momen untuk berbicara secara serius.

“Anies walaupun memang bicaranya panjang, agak terasa muter-muter, tapi bisa ditangkap dengan baik dan lebih jelas dari yang lain. Debat kemarin menurutku ya performa Anies terbaik, Ganjar kedua, dan Prabowo yang paling kurang,” ungkapnya.

Seperti Vian, ia juga tidak menonton dari keseluruhan debat. Namun, setelahnya ia lebih banyak mengakses informasi di lewat X atau Twitter.

“Entah kenapa memang di Twitter pendapatnya aku rasa banyak yang sepertiku, menganggap Anies menyampaikan dengan baik. Sedangkan pas buka TikTok sekilas, munculnya seringnya Prabowo,” tuturnya.

Menarik melihat bagaimana pendapat Gen Z setelah debat-debat mendatang. Mengingat, banyak lembaga survei yang mencatat lebih dari separuh suara mereka mengarah ke Prabowo-Gibran. Salah satunya survei Indikator bertajuk Dinamika Elektoral di Awal Masa Kampanye yang menunjukkan 56,6% Gen Z (26 tahun ke bawah) mengaku mendukung paslon nomor urut 2.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Teka-teki Kematian Harun Al-Rasyid yang Jadi Sorotan Anies Baswedan saat Debat Capres

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2023 oleh

Tags: debat capresGen Zpilihan redaksiprabowotiktok
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang

20 April 2026
Deep talk dengan bapak setelah 25 tahun merasa fatherless, akhirnya tahu kalau selama ini bapak juga sangat kesepian MOJOK.CO
Catatan

Baru Deep Talk dengan Bapak di Usia 25, Bikin Sadar kalau Selama Ini Dia Sangat Kesepian dan Pikul Beban Sendirian

20 April 2026
Purwokerto .MOJOK.CO
Urban

Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”

18 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android
Catatan

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

AMSI dan UAJY kerja sama untuk ciptakan media yang sehat. Penandatanganan diwakili Rektor UNY Sri Nurhartanto dan Ketua AMSI Pusat Wahyu Dyatmika. (Istimewa)

AMSI dan UAJY Kerja Sama untuk Ciptakan Ekosistem Media yang Sehat

14 April 2026
kos eksklusif, jakarta, desa, kos.MOJOK.CO

Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

15 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Cuci baju di laundry konvensional bikin kapok MOJOK.CO

Cuci Baju di Laundry Konvensional Lama-lama bikin Kapok, Bikin “Boncos” karena Baju Rusak dan Hilang Satu Persatu

15 April 2026
Orang Jakarta pilih bayar iPhone dengan cicilan

Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin

14 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.