Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Mantan Penyedot WC Angkat Bicara Soal ‘Serangan Tai’ di 4 Titik Kota Jogja, Dulu Juga Pernah Kejadian dan Dianggap Sebagai Pesugihan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
25 April 2024
A A
Mantan Penyedot WC Angkat Bicara Soal 'Serangan Tai' di 4 Titik Kota Jogja, Dulu Juga Pernah Kejadian dan Dianggap Sebagai Pesugihan.mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ragil (24) nyaris muntah di jalanan. Bukan karena mabuk perjalanan, tapi karena bau tai yang begitu menyengat. Saat melintas perempatan Ringroad Kentungan ke arah Jalan Kaliurang, bau tak sedap sebenarnya sudah tercium.

Semakin naik ke atas, bau itu makin tajam. Awalnya ia mengira bau itu berasal dari tumpukan sampah yang belum diambil truk-truk pengangkut. Nyatanya ia salah.

Mendekati Pasar Kolombo yang terletak di Jalan Kaliurang KM 7, sumber bau itu akhirnya ia temukan. Ternyata, muara bau berasal dari kotoran manusia yang berceceran di pinggir jalan.

“Asu, tainya ada di sekitaran pasar, tapi baunya keseret sampai kentungan,” ujar lelaki yang berprofesi sebagai driver ojek online itu, menceritakan pengalamannya kepada Mojok, Kamis (25/4/2024) dinihari.

Saat “momen menjijikkan” itu ia alami, Ragil tengah mengantar orderan makanan ke sekitar Jalan Kaliurang. Karena mual-mual sepanjang jalan, saat kembali ke tempat ngetem pun ia memilih buat cari jalan lain ketimbang melintas Pasar Kolombo saking tak tahan dengan baunya.

“Nggak betah pokoknya, bau banget. Apalagi kalau deket sama sumber baunya. Nggak muntah aja hebat tuh.”

Serangan tai di 4 titik Kota Jogja

Nyatanya, tai-tai yang berceceran tak hanya berada di dekat Pasar Kolombo, Jalan Kaliurang. Sejak Rabu malam, terpantau ada empat titik sebaran kotoran tersebut.

Selain di Pasar Kolombo, tai-tai itu juga ada di Jalan Suryopranoto arah Pasar Sentul, di Jalan Affandi dekat Circle K Gejayan, dan Jalan Raya Tajem.

Dalam sebuah video yang diunggah akun X @merapi_uncover, seorang pengendara bahkan mengabadikan “pemandangan” ceceran tai tersebut sambil mual-mual. Hingga tulisan ini tayang, video tersebut sudah dilihat sebanyak 600 ribu kali dan mendapat banyak respons netizen.

23:56 Hati hati yang lewat jalan raya Tajem Sleman Yogyakarta , Pakailah masker.

(Galanggardama_) pic.twitter.com/oW9hPsEo8Y

— Merapi Uncover (@merapi_uncover) April 23, 2024

Ada yang menduga tai-tai itu berasal dari toilet bus yang bocor, tangki sedot WC yang overload, hingga orang iseng yang memang sengaja membuangnya ke jalan.

Namun, pandangan menarik disampaikan Nurdono (45), mantan tukang sedot WC yang selama 15 tahun pernah menggeluti profesi tersebut.

Kata Nur, sangat kecil kemungkinannya kalau tai-tai itu berasal dari kebocoran tangki-tanki sedot WC. Sebab, sepengalamannya, sangat jarang ia menjumpai tangki penampungan tainya penuh.

“Katakanlah sehari nyedot 5 rumah, itu nggak mungkin penuh. Sampai setengahnya aja tidak. Itupun langsung kita buang ke IPLT. Jadi nggak mungkin lah sampai overload,” kata lelaki yang kini berbisnis kos di Jogja.

Menurut pengalamannya, kejadian tai-tai berceceran ini pernah juga terjadi di masa lampau. Dulu, warga menganggapnya sebagai bentuk protes bahkan pesugihan.

Iklan

Pernah dituduh pakai kotoran manusia buat penglaris sedot WC

Sekitar 2010an lalu, Nurdono bercerita kalau ceceran tai pernah juga terjadi di jalanan Jogja. Ia lupa titiknya di mana saja, yang jelas hampir di empat sisi ringroad terdapat ceceran tai yang meresahkan masyarakat.

“Dulu di zaman saya masih kerja tuh, Mas, larinya pada menduga-duga kalau itu pesugihan. Ada yang anggap jadi penglaris tempat usaha, ada yang sebaliknya buat ‘ngerjain’ rumah makan biar nggak laku. Pokoknya asumsinya liar banget karena sama sekali nggak ketemu siapa pelakunya,” kata Nur.

Yang paling absurd, ia juga pernah kena tuduh pakai pesugihan pakai tai-tai itu. “Katanya biar bisnis sedot WC laku terus. Ya dibilangnya kayak tai di jalanan itu buat penglaris di bisnis kami,” ujarnya sambil tertawa. “Sampai tetangga ada yang nyeletuk, ‘mas pakai penglaris ya sehari bisa nyedot WC puluhan kali’, tapi ya aku anggap bercandaan saja.”

Soal ceceran tai baru-baru ini, Nurdono menduga kalau itu berasal dari orang yang ingin protes.

“Kalau soal tai di jalan itu, aku menduganya sih itu protes warga ya, Mas. Nggak tahu apa yang diprotes, bisa karena jalan rusak atau kalau baru-baru ini kan soal sampah. Jadi sekalian saja dikasih tai biar didenger,” duganya, mengakhiri obrolan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Gundukan Sampah di Ringroad Jogja Semakin Meresahkan, Kondisi Menahun yang Tak Hilang Sampai Baunya Ganggu Pengendara

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 25 April 2024 oleh

Tags: Jogjajogja darurat sampahjogja darurat taikota jogjasedot wctaitai di kota jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co
Pojokan

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja, parkir liar, desa.MOJOK.CO
Catatan

Tukang Parkir di Desa Lebih Amanah Ketimbang Jukir di Kota, Tak Ada Drama Getok Harga apalagi Makan Gaji Buta

14 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Deep talk dengan bapak setelah 25 tahun merasa fatherless, akhirnya tahu kalau selama ini bapak juga sangat kesepian MOJOK.CO

Baru Deep Talk dengan Bapak di Usia 25, Bikin Sadar kalau Selama Ini Dia Sangat Kesepian dan Pikul Beban Sendirian

20 April 2026
Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Supra Fit: Motor Honda yang Bikin Kecewa dan Gak Bikin Bangga MOJOK.CO

Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

21 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.