Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Waspada! Perempuan Jadi Sasaran Politik Uang

Kenia Intan oleh Kenia Intan
23 Desember 2022
A A
politik uang mojok.co

Ilustrasi politik uang (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Perempuan menjadi kelompok rentan terhadap politik uang kerana minimnya sosialisasi pemilu yang baik dan benar, terutama di kalangan ibu-ibu rumah tangga di daerah pelosok, menjadi salah satu penyebabnya. 

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia Neni Nur Hayati pada Kompas.com sempat menyatakan, perempuan memang kerap menjadi objek pemberian politik uang. Adapun dilansir dari jateng.bawaslu.go.id politik uang didefinisikan sebagai upaya mempengaruhi perilaku orang lain dengan menggunakan imbalan tertentu. 

Kasus politik uang yang pernah Neni cermati terjadi di salah satu kota yang mengikuti Pilkada 2017. Pada saat itu, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menerima pembagian tabung gas, sembako, dan bati dari salah satu pasangan calon. 

“Sebagian besar penerimanya adalah kaum perempuan hingga mereka harus berurusan dengan panwaslu setempat untuk menjalani proses klarifikasi,” ungkapnya seperti dikutip dalam laman Kompas.com. 

Ia menjelaskan, pemberian dari pasangan calon tertentu kerap kali diasumsikan sebagai bantuan kepada masyarakat. Penerima tidak menyadari tindakan tersebut bisa dikategorikan sebagai politik uang. Ini bisa terjadi karena minimnya pemahaman terkait regulasi yang berkaitan dengan pelanggaran Pemilu. Melihat kondisi ini, sosialisasi kepemiluan bagi perempuan, terutama ibu-ibu rumah tangga di pelosok daerah sangat diperlukan. Di sisi lain, kejadian ini menjadi pertanda bahwa keterwakilan perempuan di tingkat penyelenggara perlu diperhatikan. 

Menghadapi politik uang yang menyasar perempuan, Kaukus Perempuan Politik Indonesia DIY Novia Rukmi sempat menjelaskan, langkah partisipasi politik perempuan perlu lebih substantif. Ada beberapa caranya:

Pertama, jangan mau menjadi pemilih pragmatis dengan normalisasi politik uang karena itu sumber dari korupsi. Pilihlah kandidat berdasarkan kapasitas. Kedua, cari rekam jejak kandidat yang punya keberpihakan kepada rakyat, khususnya kepada perempuan. Ketiga, sudah saatnya lebih memperhatikan kepentingan dan masalah-masalah yang dihadapi oleh para perempuan. Novi juga menekankan, perempuan perlu menjadi lebih solid. Tidak adanya solidaritas perempuan sering menjadi penghambat para perempuan untuk aktif berpolitik.  

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Ruang Digital dan Partisipasi Politik Perempuan

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2022 oleh

Tags: Pemilu 2024perempuanpolitik uang
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Cerita Ibu Rumah Tangga di Semarang Dapat Serangan Fajar 4 Parpol, tapi Tetap Golput karena Bukan DPT.mojok.co
Ragam

Cerita Ibu Rumah Tangga di Semarang Dapat Serangan Fajar 4 Parpol, tapi Tetap Golput karena Bukan DPT

15 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.