Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Pentingnya Daycare Ramah Anak bagi Perempuan Pekerja

Kenia Intan oleh Kenia Intan
15 Desember 2022
A A
daycare ramah anak mojok.co

Ilustrasi daycare (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Daycare ramah anak penting bagi perempuan pekerja. Selain memastikan hak anak mendapat pengasuhan terpenuhi, daycare menjadi faktor pendukung mengoptimalisasi produktivitas perempuan pekerja yang sudah punya anak.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati mengungkapkan bahwa kebutuhan akan adanya Taman Penitipan Anak (TPA) / daycare sangat tinggi seiring dengan perubahan sosial, di semua kelompok profesi, dan semua kelas sosial masyarakat.

Industrialisasi menyebabkan peningkatan partisipasi keterlibatan perempuan di dunia kerja. Ini kemudian berdampak juga pada pengasuhan anak. Biasanya yang terjadi, ketika kedua orang tua yang bekerja, anak diasuh oleh keluarga besar dan Asisten Rumah Tangga (ART).

“Dengan situasi yang sulit untuk mencari ART, ditambah lagi dengan banyaknya isu – isu kekerasan yang terjadi, maka kecenderungan orangtua bekerja yang memilih untuk menitipkan anak di Taman Penitipan Anak (TPA), dan Taman Anak Sejahtera (TAS) / daycare pun menjadi lebih besar,” ujar Rita seperti dikutip dari laman resmi KemenPPPA, Rabu (14/12/2022).

Senada, Asisten Deputi bidang Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Rohika Kurniadi Sari mengatakan, meningkatnya partisipasi perempuan dalam bekerja perlu diimbangi dengan pengasuhan anak yang baik. Harapannya anak tidak berada dalam kondisi yang rentan dengan kekerasan akibat tidak adanya pengasuhan berkualitas berdasarkan hak dasar anak.

Memastikan hak anak terpenuhi

Rohika menambahkan, daycare ramah anak merupakan tindak lanjut salah satu dari lima arahan presiden kepada KemenPPPA yakni meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Selain itu kehadiran daycare ramah anak menjadi salah satu upaya tercapainya tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Daycare ramah anak sebagai salah satu lembaga pengasuhan sementara, diharapkan dapat memastikan tetap terpenuhinya hak-hak anak dalam pengasuhannya, yaitu pengasuhan berbasis hak anak agar anak tumbuh berkualitas, baik pengembangan fisiknya, spiritual, mental, dan moral sosial,” kata Rohika dalam kesempatan yang sama.

Kehadiran daycare ramah anak juga diperkuat dengan terbitnya Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (SE Menteri PPPA) 61/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Taman Pengasuhan Anak (TPA) berbasis hak anak atau daycare Ramah Anak bagi Pekerja di Daerah.

Sekadar informasi, ada empat kelompok hak dasar anak yang harus dipenuhi. Pertama, hak tumbuh kembang. Kedua, hak perlindungan. Ketiga, hak kelangsungan hidup. Keempat, hak berpartisipasi. Sementara dalam Kerangka Global Pengasuhan dan Perawatan Anak Usia Dini, terdapat lima elemen yang harus dipenuhi oleh orang tua, pengasuh, ataupun petugas daycare yang bertugas memberikan pengasuhan pada anak. Pertama, kesehatan yang baik. Kedua, gizi yang cukup. Ketiga, pengasuhan responsif. Keempat, peluang untuk belajar di usia dini. Kelima, keamanan dan keselamatan.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Isu Pekerja Perempuan yang Penting Dibahas Saat Musim Kampanye dan Pemilu

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: daycaresuara politik perempuan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja
Aktual

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Sebanyak orang bakal calon DPD asal DIY lolos verifikasi dari KPU DIY. Dua di antaranya adalah perempuan. MOJOK.CO
Kotak Suara

Dua Perempuan Masuk Daftar Bakal Calon Anggota DPD DIY

21 April 2023
autobiography mojok.co
Podium

Teror Patriarki di Film Autobiography, yang Personal pun Politis

16 Januari 2023
partisipasi politik perempuan indonesia mojok.co
Kotak Suara

Tergolong Rendah, Partisipasi Politik Perempuan Indonesia Peringkat 7 di Asia Tenggara

2 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan MOJOK.CO

Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan

23 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.