Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Kaesang Jadi Ketum PSI, Pengamat: Bukti Kalau PSI Rapuh

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
28 September 2023
A A
Kaesang Jadi Ketum PSI, Pengamat: Bukti Kalau PSI Rapuh MOJOK.CO

Pengamat politik menilai, PSI rapuh karena memilih Kaesang sebagai ketua umum. (Ilustrasi foto Instagram @PSI_id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengangkat putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, menjadi Ketua Umum. Ini menunjukkan bahwa PSI rapuh.

Hal tersebut dikemukakan pengamat politik UGM Arga Pribadi Imawan, Rabu (27/9/2023). Ia menyebut bahwa fenomena tersebut merupakan bukti dari rapuhnya parpol yang berdiri pada 2014 ini.

Iklan

Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) UGM ini menilai, dengan Kaesang sebagai pemimpin partai meski baru dua hari bergabung, menunjukkan bahwa secara konstruksi parpol ini memang amat rapuh.

Dalam artian, ini memperlihatkan bahwa PSI memang tak memiliki kaderisasi dan regenerasi yang bagus dalam partainya.

“Artinya, PSI dipandang tak memiliki tokoh di internalnya yang bisa mengangkat partai, atau mengarahkan mereka kepada kemenangan di Pemilu 2024 mendatang,” kata Arga kepada Mojok. 

Bisa mengangkat elektabilitas PSI

Oleh karena tak adanya sosok kuat dalam internal partai, PSI pun memilih menarik “orang luar” sebagai ketumnya. Arga menilai, bisa jadi pertimbangannya karena Kaesang merupakan sosok yang punya modal kuat untuk mengangkat pamor partai tersebut. Baik itu secara ekonomi, sosial, bahkan politik.

“Sebagai seorang pengusaha muda, modal ekonominya cukup kuat. Belum lagi dia juga cukup populer di kalangan anak muda. Partai ini mengharapkan bahwa di masa depan itu bisa memberi manfaat bagi partai,” jelasnya.

Selain modal ekonomi dan sosial, posisinya sebagai putra Jokowi jelas bisa memberi manfaat elektoral bagi PSI. Seperti yang sudah diketahui, tingkat kepuasan publik pada kinerja presiden Jokowi cukup tinggi. Sehingga, banyak partai ramai-ramai mengejar efek ekor jasnya.

“Sebagai anak presiden, tentu jejaringnya sangat luas. Ia juga bisa menegosiasikan banyak kepentingan partai, yang tentu sangat menguntungkan bagi PSI,” pungkasnya.

Sebelumnya, dosen Komunikasi Politik UGM Nyarwi Ahmad juga telah mewanti-wanti parpol lain, terutama yang punya parliamentary threshold kecil, untuk berhati-hati dengan potensi PSI di bawah pimpinan Kaesang.

“Saya kira perlu hati-hati karena PSI kemungkinan menjadi kompetitor baru yang sangat potensial, di mana partai ini bisa mendapatkan, bukan hanya lolos parliamentary threshold, tetapi juga potensial mendapatkan kursi yang bisa cukup besar di parlemen,” jelasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA 5 Dampak Kaesang Jadi Ketum PSI, Ada yang Berefek ke Jokowi

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 28 September 2023 oleh

Tags: Partai Solidaritas IndonesiaPemilu 2024psi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
mahasiswa ugm nyoblos di tps khusus.MOJOK.CO

Di TPS, Mahasiswa UGM Ekspresikan Kekecewaan Terhadap Pemfitnah Kampus pada Momen Nyoblos Pertama Kali

14 Februari 2024
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

13 Februari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Semesta Buku Yogyakarta 2026 MOJOK.CO

Semesta Buku Yogyakarta Hadir Bersama Pasetaky #4 dan Jakal Bookshop Festival 2026: Rayakan Buku, Komunitas, dan Ruang Literasi 

27 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.