Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Golkar Sering Banget ‘Kudeta’ Ketum, Kira-kira Apa ya Penyebabnya?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
3 Agustus 2023
A A
kudeta golkar mojok.co

Ilustrasi kursi ketum Partai Golkar (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Partai Golkar kerap dilanda friksi internal yang berujung pada penggulingan ketua umumnya. Terbaru, Airlangga Hartarto disebut-sebut bakal segera diganti. Lantas, apa sebenarnya yang bikin partai ini kerap mengalami “kudeta”?

Nama Airlangga Hartarto jadi perbincangan akhir-akhir ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu, sedang diterpa angin kencang. Mulai dari dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah, desakan bikin poros baru pilpres, hingga isu “kudeta” atas dirinya sebagai ketua umum Partai Golkar.

Namun, berbicara soal pergantian pemimpin Golkar via musyawarah luar bisa (Munaslub), sebenarnya ini bukan hal baru. Sejak reformasi, partai ini memang kerap digoncang friksi internal yang berujung pelengseran ketua umumnya.

Lantas, apa yang sebenarnya bikin Golkar kerap dan rawan mengalami kudeta terhadap ketumnya?

Dominasi ‘nama besar’

Pakar politik UGM Arga Pribadi Imawan menjelaskan, salah satu penyebab mengapa Partai Golkar kerap berganti ketum di tengah jalan adalah karena adanya dominasi nama-nama besar yang berada di internal partai—selain ketua umum itu sendiri.

Sebagaimana yang telah diketahui, jika partai-partai lain cenderung hanya punya satu “raja” dalam diri ketua umum, Golkar justru kebalikannya. Partai ini, memiliki nama besar lain, yang hegemoninya bisa saja melebihi ketum mereka sendiri. Mayoritas dari mereka berlatar belakang pengusaha.

Misalnya, Golkar punya Agung Laksono yang menjabat Ketua Dewan Pakar, Akbar Tandjung (Dewan Kehormatan), Aburizal Bakrie (Dewan Pembina), Ketua MPR Bambang Soesatyo yang menjabat Wakil Ketua Umum, hingga Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini berposisi sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Hal ini, tentu jauh berbeda dengan Golkar di era Orde Baru. Saat itu, Golkar terkesan stabil; tak pernah mengganti ketum melalui Munaslub, dan konsisten menempatkan orang kuat berlatar belakang tokoh militer sebagai nahkodanya.

Namun, kata Arga, pergeseran memang terjadi. Khususnya kala dimulainya gelombang Reformasi 1998.

“Pada 1998, ada tuntutan kepada Golkar untuk mengubah wajahnya dengan cara mengganti ketum dari kalangan nonmiliter,” kata Arga kepada Mojok, Rabu (2/8/2023).

“Saat itu pun muncul tokoh reformis sekaligus pengusaha, Akbar Tandjung, yang diangkat sebagai ketum pertama Golkar setelah reformasi dan jadi tonggak baru Golkar. Pola itu pun berlanjut, karena pengusaha lain seperti Jusuf Kalla, ARB, hingga Airlangga bergantian jadi pemimpinnya,” sambungnya.

Halaman selanjutnya…

Suara merosot bikin masalah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2023 oleh

Tags: airlangga hartartoGolkarMunaslub GolkarPartai GolkarPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026
Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya.MOJOK.CO

Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

30 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma MOJOK.CO

Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma

28 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.