Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Golkar Sering Banget ‘Kudeta’ Ketum, Kira-kira Apa ya Penyebabnya?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
3 Agustus 2023
A A
kudeta golkar mojok.co

Ilustrasi kursi ketum Partai Golkar (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Suara merosot bikin masalah

Setelah mereformasi partai, masalah baru justru menghampiri Golkar. Sejak reformasi, partai ini terus mengalami penurunan suara pada tiap pemilu.

Kendati masih termasuk tinggi, kursi yang diperoleh Golkar di parlemen makin menurun. Pada 1999, mereka meraup 29,5 persen suara (120 kursi), presentasenya kemudian terjun bebas menjadi 23,1 persen (2004), 18,9 persen (2009), 16,3 persen (2014), dan 14,8 persen pada 2019 lalu.

Iklan

Masalah yang sama tiap pemilu inilah yang pada akhirnya bikin anggota partai lain yang punya power kemudian berusaha mengambil alih kepemimpinan. Mereka merasa ketum yang lama telah gagal memimpin partai dan harus diganti, meski masih di tengah jalan.

“Bahkan, mereka sampai mengalami dualisme partai pada 2014 hingga 2016 lalu,” jelas Arga.

Menurutnya, dualisme tersebut merupakan imbas dari banyaknya orang-orang powerfull di tubuh Golkar tadi. Dua “raja” saat itu, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono—yang berbeda visi—sama-sama menggelar munas yang akhirnya melahirkan dua Golkar.

Situasi itu sempat redam setelah pengusaha lain, Setyo Novanto, terpilih menjadi ketua umum via Munaslub (lagi). Namun, situasi itu tak bertahan lama karena Setyo Novanto tersandung kasus korupsi e-KTP. Ia pun diganti Airlangga Hartarto melalui Munaslub 2017, yang menjabat ketum hingga hari ini.

Golkar bisa balik ke Orba?

Arga menegaskan, dengan banyaknya desakan para politisi cum pengusaha Golkar untuk melengserkan Airlangga, potensi partai ini kembali era Orba makin besar.

Pasalnya, nama yang santer dihubungkan mengganti Airlangga adalah Luhut Binsar Pandjaitan, pengusaha yang punya latar belakang militer.

“Dalam sejarah pergantian ketum di Golkar, yang paling di luar dugaan itu ya sekarang ini, yang mana ada kemungkinan Golkar mengangkat ketum berlatar belakang TNI,” kata Arga.

“Setelah reformasi, Golkar ‘kan berusaha demokratis dengan membatasi peran militer dalam tubuh partai seperti pada saat Orba. Jika Luhut menjadi ketum, Golkar mungkin sedang gambling karena tak sesuai semangat reformasi,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Menurut 3 Tokoh Ini, Anies Jadi Capres yang Bisa Memajukan Bangsa Indonesia 

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2023 oleh

Tags: airlangga hartartoGolkarMunaslub GolkarPartai GolkarPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO
Kabar

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
WiFi di Kos MOJOK.CO

Ngekos Murah Ber-WiFi Malah Tekor: Berisik, Teras Berubah Jadi Warnet Gratisan, Berujung Terusir dan Ngungsi demi Ketenangan

24 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.