Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Talent Connect Dibimbing.id: Saat Networking Tidak Lagi Sekadar Basa-basi Karier

Redaksi oleh Redaksi
24 Desember 2025
A A
Melalui Talent Connect, Dibimbing.id membuat bootcamp yang bukan sekadar acara kumpul-kumpul bertema karier. Tapi sebagai ruang transisi—tempat di mana peserta belajar memahami dunia kerja MOJOK.CO

Melalui Talent Connect, Dibimbing.id membuat bootcamp yang bukan sekadar acara kumpul-kumpul bertema karier. Tapi sebagai ruang transisi—tempat di mana peserta belajar memahami dunia kerja. (Dibimbing.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak pencari kerja hari ini tumbuh dengan satu keyakinan yang nyaris dogmatis: belajar keras, kuasai skill, lalu karier akan mengikuti. Maka kursus diambil, sertifikat dikumpulkan, dan portofolio dirapikan sebaik mungkin. Namun setelah semua itu selesai, kenyataan seringkali berbunyi lain. Lamaran tak kunjung berbalas, wawancara tak kunjung datang, dan rasa ragu mulai mengendap pelan-pelan.

Di titik ini, banyak orang baru menyadari satu hal yang kerap diremehkan sejak awal: skill saja tidak cukup. Dunia kerja bergerak lewat manusia, relasi, dan kepercayaan. Informasi lowongan sering beredar di lingkaran terbatas. Kesempatan kerja sering lahir dari obrolan, rekomendasi, dan pertemuan yang tidak tercantum di papan pengumuman.

Sayangnya, tidak semua pencari kerja punya akses ke ekosistem semacam itu. Banyak yang belajar sendirian, berjuang sendirian, dan berharap sistem akan bekerja adil dengan sendirinya. Padahal, berjalan sendiri di dunia kerja yang semakin kompetitif justru membuat langkah terasa lebih berat dan lambat.

Di tengah kondisi tersebut, Dibimbing.id mencoba mengambil peran yang berbeda. Bukan hanya sebagai penyedia bootcamp dan pembelajaran, tetapi sebagai jembatan yang mempertemukan proses belajar dengan realitas dunia kerja. Salah satu wujud nyatanya adalah Talent Connect, sebuah acara networking eksklusif yang dirancang khusus untuk student dan alumni Dibimbing.

Melalui Talent Connect, Dibimbing.id membuat bootcamp yang bukan sekadar acara kumpul-kumpul bertema karier. Tapi sebagai ruang transisi—tempat di mana peserta belajar memahami bahwa dunia kerja MOJOK.CO
Melalui Talent Connect, Dibimbing.id membuat bootcamp yang bukan sekadar acara kumpul-kumpul bertema karier. Tapi sebagai ruang transisi—tempat di mana peserta belajar memahami dunia kerja. (Dibimbing.id)

Talent Connect bukan sekadar acara kumpul-kumpul bertema karier. Ia hadir sebagai ruang transisi—tempat di mana peserta belajar memahami bahwa dunia kerja tidak berhenti di modul dan tugas akhir. Pada penyelenggaraan sebelumnya, student dan alumni mendapatkan kesempatan mempelajari skill terbaru yang belum sempat mereka dapatkan di kelas, sekaligus berinteraksi langsung dengan hiring partner Dibimbing secara tatap muka.

Yang menarik, interaksi ini tidak berhenti di sesi dengar-mendengar. Student dan alumni diberi ruang untuk merepresentasikan portofolio mereka di depan perusahaan yang memang sedang mencari kandidat. Bukan simulasi, bukan sekadar latihan presentasi, melainkan pertemuan nyata dengan kebutuhan industri yang nyata pula.

Memasuki Talent Connect 2025, pendekatan yang diambil terasa lebih personal dan hangat. Acara ini dirancang sebagai ruang yang lebih kekeluargaan, tempat student bisa berkenalan, bertukar cerita, dan merasakan bahwa mereka adalah bagian dari ekosistem yang saling terhubung. Tidak ada jarak kaku antara “yang sudah bekerja” dan “yang masih belajar”.

Bahkan, Dibimbing mempertemukan kembali student bootcamp yang kini telah berkarier dan bertransformasi menjadi mentor, dengan student yang masih aktif belajar. Dari sini, diskusi berkembang lebih jujur. Bukan hanya soal tips lolos rekrutmen, tetapi juga tentang kegagalan, penyesuaian diri, dan realita dunia kerja yang diprediksi akan semakin menantang di tahun 2026.

“Latar belakang saya ekonomi—jauh sekali dari dunia UI/UX, bahkan awalnya terasa tidak masuk akal untuk beralih ke bidang ini. Namun proses switch career jadi jauh lebih memungkinkan karena saya banyak berdiskusi dengan para mentor hingga terbangun hubungan yang cukup dekat. Saya sering berdiskusi dengan salah satu mentor di dibimbing, Mas Louis. Karena tidak memiliki senior di bidang UI/UX dari latar pendidikan saya, lingkungan belajar seperti dibimbing sangat membantu saya memahami industri ini. Insight dari mentor dan pembahasan studi kasus yang nyata di dunia kerja membuat saya lebih cepat beradaptasi. Bahkan, saya dua kali mendapatkan pekerjaan melalui hiring partner Dibimbing, dengan dukungan langsung dari tim Dibimbing, khususnya Sarah,” ujar Kenny Cornelies Mandey, Alumni Bootcamp UI/UX Batch 17.

Insight yang dibagikan pun tidak melulu normatif. Peserta diajak memahami bahwa dunia kerja ke depan menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis. Adaptabilitas, komunikasi, dan keberanian membangun relasi menjadi faktor yang tak kalah penting. Semua itu sulit dipelajari jika hanya berdiam di balik layar dan modul pembelajaran.

Melalui Talent Connect, Dibimbing.id ingin menunjukkan bahwa menjadi kandidat siap kerja bukan hanya soal seberapa cepat lulus bootcamp, tetapi seberapa siap seseorang masuk ke ekosistem profesional. Pembelajaran di kelas menjadi fondasi, sementara networking, mentoring, dan exposure industri menjadi akselerator.

Bagi pembaca, pesan yang bisa ditangkap cukup jelas: Dibimbing.id memposisikan diri sebagai jalur yang mempercepat proses menjadi job-ready. Bukan hanya dalam hitungan bulan setelah lulus, tetapi juga dalam cara berpikir dan bersikap menghadapi dunia kerja yang dinamis. Student tidak hanya belajar skill, tetapi juga mendapatkan kesempatan di luar pembelajaran formal yang sering kali justru menentukan arah karier.

Pada akhirnya, Talent Connect mengingatkan satu hal penting: karier bukan lomba individual. Ia adalah perjalanan kolektif yang sering kali dipercepat oleh pertemuan-pertemuan yang tepat. Dan di tengah dunia kerja yang semakin padat dan bising, berada di komunitas yang saling mendukung bisa menjadi pembeda antara menunggu terlalu lama dan melangkah lebih cepat.

Tentang Dibimbing.id

Dibimbing.id adalah platform edukasi yang didirikan pada tahun 2020 dengan fokus membentuk talenta digital unggulan di Indonesia. Melalui program bootcamp berkualitas tinggi, Dibimbing.id menawarkan lebih dari 25 topik pembelajaran yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Iklan

Hingga saat ini, Dibimbing.id telah dipercaya oleh lebih dari 100.000 member dari berbagai latar belakang. Pendekatan pembelajaran yang terstruktur, relevan, dan berbasis praktik membuat 96% alumni Dibimbing.id berhasil mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan program. Angka ini sekaligus mencerminkan peran Dibimbing.id sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan dunia profesional.***(Adv)

BACA JUGA: Gen Z Lulusan UGM Pilih Jualan Keris, Tepis Gengsi dari Kesan Kuno dan Kerja Kantoran karena Omzet Puluhan Juta atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 Desember 2025 oleh

Tags: Dunia Kerjakarierpencari kerjaskill kerja
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Punya hard skill yang laku buat kerja di kota tapi tidak berguna buat slow living di desa MOJOK.CO
Catatan

Punya Skill yang Laku buat Kerja di Kota tapi Ternyata Tak Berguna di Desa, Gagal Slow Living Malah Kebingungan Nol Pemasukan

13 April 2026
Open To Work.MOJOK.co
Sehari-hari

Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba

9 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co
Ragam

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
Mati-matian kejar karier sampai lupa rumah dan skip nikah demi ortu, belum jadi orang sukses dan hidup mapan ortu malah meninggal MOJOK.CO
Ragam

Sibuk Kejar Karier sampai Lupa Rumah dan Skip Nikah demi Ortu, Belum Sukses dan Hidup Mapan Ortu Keburu Meninggal

20 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tongkrongan gen Z di coffee shop

Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik

23 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
Amplop nikahan jadi kebingungan untuk fresh graduate di Jakarta

Dilema Hadiri Nikahan Rekan Kerja di Jakarta, Gaji Tak Seberapa tapi Gengsi kalau Isi Amplop Sekadarnya

24 April 2026
UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang.MOJOK.CO

UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

27 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Beli produk hp Apple, iPhone

Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.