Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 April 2026
A A
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Cuaca panas menyengat yang kerap disusul hujan deras secara tiba-tiba belakangan ini bukanlah anomali musim biasa. Rangkaian fenomena cuaca ekstrem tersebut merupakan indikator nyata bahwa bumi sedang menghadapi tekanan besar akibat perubahan iklim.

Menanggapi kondisi ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) mendesak masyarakat untuk segera mengambil langkah nyata berupa mitigasi dan adaptasi guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.

Pakar Studi Lingkungan Hidup UGM, Prof. Djati Mardiatno, menjelaskan bahwa peningkatan suhu global saat ini telah memicu naiknya frekuensi bencana hidrometeorologis. 

Dampaknya, terlihat dari bencana banjir bandang, tanah longsor, hingga kekeringan panjang yang makin sering terjadi dengan skala yang lebih merusak di berbagai wilayah.

“Perubahan iklim adalah realitas yang tidak bisa lagi kita hindari. Namun, kita masih punya kesempatan untuk mengelola dampaknya agar tidak makin memburuk,” jelas Djati sebagaimana dilansir dari rilis resmi UGM, Jumat (24/4/2026).

Pentingnya pendekatan mitigasi dan adaptasi

Untuk menekan laju pemanasan bumi, Djati menekankan pentingnya dua pendekatan yang harus berjalan beriringan, yakni mitigasi dan adaptasi. 

Mitigasi adalah langkah pencegahan untuk mengurangi sumber penyebab perubahan iklim itu sendiri. Dalam skala rumah tangga, mitigasi dapat dilakukan lewat kebiasaan sederhana yang berdampak langsung. 

Contohnya meliputi pengurangan drastis pada penggunaan plastik sekali pakai, beralih ke transportasi umum guna menekan emisi gas buang, menghemat penggunaan listrik, serta memperbanyak penanaman pohon di lingkungan permukiman.

Sementara itu, adaptasi adalah strategi penyesuaian diri terhadap kondisi alam yang sudah telanjur berubah. Karena cuaca ekstrem kini sulit diprediksi, masyarakat dituntut untuk lebih waspada. 

“Praktik adaptasi di tingkat warga antara lain membangun sumur resapan, rutin menormalisasi saluran air untuk mencegah genangan banjir, serta beralih ke sistem pertanian pekarangan yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca,” ungkapnya.

Perlu tanggung jawab kolektif masyarakat untuk menghadapi dampak perubahan iklim

Lebih lanjut, Djati menegaskan bahwa krisis iklim ini bukan sekadar urusan pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat. Penyelamatan lingkungan membutuhkan tanggung jawab kolektif dari seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Bumi ini adalah warisan bersama. Menjaga kelestariannya adalah tugas kita semua untuk memastikan bahwa planet ini tetap aman dan layak huni bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Aksi nyata warga di tingkat lokal ini juga dinilai berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat global. Setidaknya ada tiga fokus utama SDGs yang terkait erat dengan pelestarian bumi, yakni penanganan perubahan iklim (SDG 13), menjaga kelestarian ekosistem lautan dari polusi (SDG 14), serta melindungi ekosistem daratan dari degradasi lahan (SDG 15).

Pada akhirnya, perubahan cuaca yang ekstrem belakangan ini harus dipandang sebagai peringatan mendesak. UGM mengimbau masyarakat untuk berhenti abai. 

Iklan

Jika kesadaran kolektif tidak segera dibangun dari tingkat rumah tangga hari ini, kualitas bumi yang akan diwariskan kepada generasi penerus dipastikan akan makin memburuk. Keberhasilan menjaga bumi sangat bergantung pada aksi nyata yang dilakukan masyarakat secara konsisten mulai detik ini.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

Sumber: ugm.ac.id

BACA JUGA: Kota Semarang Coba Tak Sekadar Melawan Air untuk Atasi Banjir, Tapi Pakai Cara Fisika dan Wanti-wanti Kelalaian Sosial

Terakhir diperbarui pada 27 April 2026 oleh

Tags: adaptasicuaca ekstremmitigasiperubahan iklimUGM
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO
Sekolahan

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Arta Wahana, pensiunan UGM isi waktu dengan berkebun selada (dok. UGM)
Sehari-hari

35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

3 Mei 2026
Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun
Sekolahan

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis
Sekolahan

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

11 Mei 2026
Joki UTBK SNBT di Surabaya raup cuan Rp700 juta demi kebutuhan hidup. Kedokteran jadi incaran MOJOK.CO

Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran

10 Mei 2026
lulusan unesa dapat beasiswa dan langsung kerja. MOJOK.CO

Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa

11 Mei 2026
AstraPay berupaya memperkuat kontribusinya melalui inovasi layanan, edukasi ekosistem, serta pengembangan akses keuangan digital bagi UMKM di tengah pertumbuhan pembayaran atau transaksi digital (QRIS) MOJOK.CO

Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM

9 Mei 2026
Anak Tantrum di Kereta Ekonomi bikin Saya Iba ke Ortu. MOJOK.CO

Tangisan Anak Kecil di Kereta Ekonomi Bikin Saya Sadar di Usia 25, Betapa Kasih Ibu Diuji Lewat Rasa Lelah

11 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.