Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Mengenal Tapak Suci, Perguruan Silat dari Jogja Gabungan 3 Aliran

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
5 Juni 2023
A A
tapak suci mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jogja menjadi tanah kelahiran perguruan silat Tapak Suci. Bukan sekadar seni bela diri, perguruan ini juga jadi wadah untuk melestarikan budaya dan sarana dakwah Muhammadiyah.

Saat ini, perguruan bela diri Tapak Suci tidak hanya tersebar di hampir seluruh daerah Indonesia. Melainkan juga di sejumlah negara di dunia.

Di Eropa misalnya, perguruan ini sudah eksis sejak akhir 1990-an. Sejarah penyebarannya di Eropa bermula dari sosok bernama Joko Suseno. Ia merupakan utusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) untuk mengembangkan seni bela diri Indonesia di negara barat.

Saat menjalankan tugas, Joko kemudian turut menjadi  guru Tapak Suci. Awalnya di Belanda hingga kemudian berpindah ke Jerman. Sosoknya dikenal sebagai koordinator bela diri berseragam merah di Eropa.

Melansir dari Suara Muhammadiyah, Eksistensi Tapak Suci di Jerman saat ini sudah mendapat pengakuan secara resmi. Perguruan bela diri ini memiliki badan hukum sah di bawah naungan pemerintah Jerman dengan nama Tapak Suci e.V. Indonesische Kampfkunst Pencak Silat beralamat di Oderstr. 5, 53332 Bornheim, Germany.

Selain di Jerman, bela diri ini juga sudah merambah di Mesir. Pesertanya bukan hanya orang Indonesia di perantauan, melainkan juga penduduk asli setempat.

Sejarah Tapak Suci

Jika menilik jauh ke belakang, embrio seni beladiri ini sudah berawal beberapa puluh tahun sebelum resmi berdiri. Ada tiga perguruan yang akhirnya menjadi Tapak Suci yakni Perguruan Kauman, Seranoman, dan Kasegu.

Setelah melewati perjalanan panjang, perguruan seni bela diri Tapak Suci secara resmi lahir pada 31 Juli 1963 di Kauman, Jogja.  Pendirinya yakni Mohammad Barie Irsjad, Mohammad Rustam Djundab, Mohammad Djakfal Kusuma, H Djarnawi Hadikusuma, dan beberapa tokoh lainnya.

Aliran bela diri ini lantas memiliki nama resmi Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan ketua umum pertamanya yakni Djarnawi Hadikusuma. Selepas itu, bela diri ini menjadi salah satu sarana yang turut membantu dakwah Islam Muhammadiyah.

Perguruan ini telah menjadi satu di antara sepuluh Perguruan Historis IPSI karena sejarahnya dalam perkembangan pencak silat di Indonesia. Tapak Suci memiliki motto “Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah”.

Secara atribut, perguruan bela diri ini memiliki seragam berwarna merah dengan ornament kuning di bagian lehernya. Bela diri ini memiliki tiga kategori tingkatan yakni siswa, kader, dan pendekar. Siswa memiliki sabuk kuning, kader sabuk biru, dan pendekar menyandang sabuk hitam.

Masing-masing tingkatan mempunyai beberapa tahapan yang ditandai dengan jumlah melati di sabuknya.

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Bukan Warung Bakmi Pak Pele, Dua Warung Bakmi di Jogja Ini Pernah Jadi Langganan Presiden RI

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: bela diriMuhammadiyahsilattapak suci
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO
Kampus

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

papua.MOJOK.CO

Harga yang Harus Dibayar dari Pembangunan di Papua: Hutan Rimbun Diratakan Alat Berat, Alam dan Masyarakat Adat Terancam

3 Mei 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Mayday 2026: Buruh tuntut 8 poin. MOJOK.CO

8 Tuntutan “Jujur” Buruh di Mayday 2026: Ciptakan Lapangan Kerja, Kendalikan Dampak AI, hingga Lindungi Pekerja Platform Digital

2 Mei 2026
1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa MOJOK.CO

1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa

2 Mei 2026
Semester 5 kuliah: Masa paling overthinking kepikiran ortu dan masa depan, percuma cari pelarian MOJOK.CO

Semester 5 Kuliah: Masa paling Overthinking bagi Mahasiswa karena Kepikiran Ortu dan Masa Depan, Percuma Cari Pelarian

5 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.