Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Mantan Begal Sampai ODGJ yang Membantu Desa Panggungharjo Mandiri dari TPST Piyungan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
25 Juli 2023
A A
sampah desa panggungharjo mandiri dari tpst piyungan mojok.co

Amat, salah satu pekerja di Kupas Panggungharjo (Hammam Izzudin/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada sosok-sosok menarik di balik pengelolaan sampah di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul. Mantan begal sampai ODGJ berperan penting untuk membuat desa ini mandiri dari TPST Piyungan yang belakangan penuh.

Orang-orang yang kerap mendapat stigma di masyarakat ini tampak semangat mengerjakan berbagai hal di area Bumdes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo. Salah satunya sosok lelaki berbadan gempal bernama Ahmad Yulianto (52) yang sedang sibuk mengolah pupuk kompos.

Amat sapaan akrabnya, sudah bergabung di Kupas Panggungharjo sejak 2017 silam. Baginya, pekerjaan ini menjadi anugerah yang membuatnya berubah dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Saya itu dulunya manusia yang nggak tentu arah,” kata Amat.

“Dalam arti kata, saya biasa di jalanan. Melakukan hal di luar batas kemanusiaan,” imbuhnya lirih.

Pada 2017 silam, nasib sial membuatnya terciduk oleh Satpol PP di jalanan Karanganyar. Ia kemudian dibawa ke Dinas Sosial Sewon, Bantul. Di sana, Amat mendapat pertanyaan, “Apakah kamu mau kerja supaya bisa berubah?”

Dengan yakin, ia menyatakan niatnya untuk bekerja dengan cara yang halal. Beruntung, ada peluang menjadi karyawan pengelola sampah di Bumdes Kupas Panggungharjo.

Saat awal bergabung, Amat mengaku beruntung karena manajemen bumdes memberikan kepercayaan. Bahkan Amat yang awalnya tidak memiliki KTP akhirnya membuat kartu identitas beralamatkan desa tersebut.

“Saya cuma mengucapkan terima kasih. Anak jalanan seperti saya, orang yang enggak jelas alamatnya, diterima dan diajarkan cara hidup yang normal hingga bergaul dengan masyarakat,” katanya saat Mojok jumpai Februari 2023 lalu.

Di Kupas Panggungharjo, Amat mengerjakan beragam tugas. Mulai di divisi sampah organik, pemilahan rongsok, hingga di bagian thermoplast. Ia mengerjakan berbagai peran yang bisa ia lakukan dan menjadi salah satu dari 35 warga yang aktif terlibat sebagai karyawan.

sampah desa panggungharjo mandiri dari tpst piyungan mojok.co
Pengelolaan sampah di Kupas Panggungharjo (Hammam Izzudin/Mojok.co)

Beragam latar belakang SDM Kupas Panggungharjo

Manajer Kupas Panggungharjo, Sekar Mirah Satriani mengungkap bahwa unit usaha ini memberdayakan karyawan dari beragam latar belakang. Ada yang bisu tuli, ODGJ, hingga mantan orang jalanan.

“Pak Amat itu pernah mendekam di penjara. Mantan begal dulu katanya,” ujarnya. Namun, latar belakang itu tak membuat Amat terkendala saat bekerja.

Sejak 2013 Desa Panggungharjo menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu pilar ekonomi desa. Sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai.

“Pengelolaan sampah sejak awal memang jadi visi jangka panjang Pak Lurah Wahyudi Anggoro. Jadi pertama kali menjabat, langsung menginisiasi ini,” kata Sekar saat Mojok jumpai Februari 2023.

Iklan

Sekar mengakui bahwa salah satu pendorong pengelolaan sampah di desa lantaran kondisi TPST Piyungan yang sudah memprihatinkan. Saat sedang penuh, sampah yang tidak terambil berserakan di sudut-sudut desa.

“Kita sudah mulai mikir kalau TPST Piyungan tidak bisa kami harapkan. Kalau tutup bagaimana? Akhirnya sistemnya mulai kami optimalkan,” jelasnya.

Desa Panggungharjo kemudian punya komitmen lewat slogan “Desa bersih Tanpa TPA”. Bumdes Kupas menjadi ujung tombak untuk membuat sampah dari masyarakat terkelola tanpa terpengaruh kondisi TPA.

Kupas mengelola tiga kategori sampah menjadi bernilai ekonomi. Pertama, sampah organik yang berupa sisa makanan dan sampah dapur. Kedua, sampah residu yakni sampah anorganik seperti sobekan plastik yang tidak memiliki nilai ekonomi. Ketiga, sampah anorganik rongsok yang masih bisa dijual kembali.

Saat ini, sekitar 35 persen warga desa sudah bergabung dengan pengelolaan sampah terpadu. Saat TPST Piyungan penuh, Panggungharjo bisa jauh lebih siap ketimbang daerah-daerah lain di DIY.

Baru-baru ini, TPST Piyungan memang mengalami penutupan sementara akibat penuhnya volume sampah. Tempat ini tutup sementara selama 45 hari sejak 23 Juli 2023.

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Cara Desa Panggungharjo Bantul Berhasil Kelola Sampah Tanpa Andalkan TPST Piyungan yang Memprihatinkan

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2023 oleh

Tags: Desa Panggungharjosampahsampah jogjaTPST Piyungan
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten MOJOK.CO
Urban

Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten

25 Mei 2026
Hasto Wardoyo pilih urus sampah di Kota Jogja di tengah ketidakpastian instruksi retret Megawati untuk kader PDIP MOJOK.CO
Kabar

Urus 1.600 Ton Sampah Kota Jogja di Tengah “Drama”

21 Februari 2025
Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY.MOJOK.CO
Esai

Jogja Adalah Pusat Alam Semesta? Pantas Dunia Ini Ruwet dan Banyak Masalah

29 Januari 2025
Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi.MOJOK.CO
Ragam

Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi

26 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kambing yang tergencet dan gagal dalam upaya perlindungan hewan. MOJOK.CO

Ekspor Hewan Ternak Jarak Jauh Sama dengan Menyiksa Hewan Secara Perlahan hingga Mati

15 Juni 2026
Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika.MOJOK.CO

Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika

12 Juni 2026
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026
Jawa Tengah dan Bappenas bersinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Pantura dan Pansela MOJOK.CO

Pembangunan Infrastruktur Pantura dan Pansela Jadi Prioritas karena Jateng Punya Banyak Potensi Ekonomi

9 Juni 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) imbau masyarakat sambut baik petugas sensus ekonomi dari BPS MOJOK.CO

Imbauan ke Warga Jateng kalau Ada Petugas Sensus Ekonomi Datang, Penting untuk Program Ekonomi Masyarakat

15 Juni 2026
Santri asal Sumatra masuk Jurusan Arsitektur di Universiti Malaya, Malaysia. MOJOK.CO

Kisah Aisyah, Gadis Sumatra yang Nekat Merantau untuk Raih Gelar Sarjana “Jurusan Seni” di Kampus Top Pertama Malaysia

11 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.