Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

4 Layanan Pengelolaan Sampah di Yogyakarta yang Bisa Kurangi Beban TPST Piyungan

Kenia Intan oleh Kenia Intan
25 Juli 2023
A A
sampah di yogyakarta mojok.co

Layanan pengelolaan sampah oleh Daur Resik (Rahma Ayu Nabilla/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Memanfaatkan layanan pengelolaan sampah bisa membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Langkah ini diperlukan mengingat tempat tersebut sudah mengalami kelebihan kapasitas.

Pemda DIY menutup TPST Piyungan mulai 23 Juli 2023 hingga 5 September 2023. Keputusan itu diambil melihat daya tampung TPST Piyungan yang sudah melebihi kapasitas. Selama ini TPST Piyungan menampung sampah-sampah dari tiga daerah yakni Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul. Selama TPST Piyungan tutup, tiga daerah itu diharapkan bisa mengolah sampah secara mandiri.

Sebenarnya Pemda DIY sudah menyiapkan tanah kosong di kawasan Cangkringan, Sleman untuk menampung sementara sampah dari Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Namun, Kabupaten Bantul tetap diminta untuk mengolah sampah secara mandiri.

Bukan yang pertama, permasalahan sampah di Yogyakarta sudah beberapa kali terjadi. Alasannya sama, TPST Piyungan sudah kelebihan kapasitas. Di tengah permasalahan sampah yang berulang setiap tahun, masyarakat sebenarnya bisa turut meringankan beban TPST Piyungan dengan memberi kesempatan kedua pada sampah Artinya, sebelum benar-benar menumpuk di tempat pembuangan akhir, sampah dapat diolah terlebih dahulu menjadi barang lain yang memiliki nilai guna.

Di bawah ini beberapa layanan yang bisa membantu masyarakat mengelola sampah di Yogyakarta:

Bank Sampah Gemah Ripah Bantul

Bank Sampah Gemah Ripah Bantul merupakan salah satu pelopor bank sampah di Kabupaten Bantul. Jasa pengelolaan sampah yang berdiri sejak 23 Februari 2008 itu sudah memiliki 1.907 nasabah hingga saat ini.

Bank sampah yang berlokasi di Dusun Badegan itu menerima 43 kategori sampah mulai dari kresek hingga tembaga. Sampah yang disetorkan diberi harga beragam, paling murah Rp200 per kg untuk kresek hingga Rp45.000 per kg untuk tembaga.

Bank Sampah Gemah Ripah juga tergabung dalam jaringan BankSampah.id, sebuah aplikasi berbasis website dan mobile yang bertujuan mendukung kegiatan operasional Bank Sampah di seluruh Indonesia. Sistem daring yang terbentuk pada Januari 2015 itu membantu pengelolaan sampah dapat lebih transparan, aman, mudah, dan terintegrasi secara nasional. Saat ini aplikasi itu sudah menghubungkan 5.122 bank sampah di 33 provinsi di Indonesia.

Pasti Angkut

Pasti Angkut merupakan perusahaan digital yang menyediakan sistem layanan sampah paripurna. Perusahaan ini berangkat dari keprihatinan akan penanganan sampah yang belum ditangani secara profesional oleh lembaga yang bertanggung jawab untuk mengelola sampah rumah tangga, komunitas, desa dan daerah.

Pasti Angkut sudah berpengalaman di bidang ini. Terlihat dari rekam jejaknya mengelola sampah di Desa Panggungharjo Kabupaten Bantul Yogyakarta sejak 2013 sampai hari ini. Desa Panggungharjo hampir tidak membutuhkan TPST Piyungan karena mampu mengolah sampahnya sendiri.

Kalian yang ingin memanfaatkan layanan pengelolaan Pasti Angkut bisa langsung kunjungi laman resmi Pasti Angkut.

Rapel

Rapel adalah aplikasi pengelolaan sampah berkelanjutan produk dari PT Wahana Anugerah Energi. Aplikasi yang diluncurkan pada tanggal 28 April 2019 itu memandu pengguna untuk melakukan pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya. Adapun produk-produk yang diterima meliputi berbagai jenis plastik, kertas, logam, elektronik rusak, botol beling (utuh), hingga bahan organik seperti jelantah dan sumpit kayu/bambu.

Pengguna yang sudah memilah sampah kemudian memotretnya dan mengunggahnya dalam aplikasi. Kolektor terdekat akan mendapatkan notifikasi dan melakukan pengangkutan sampah tersebut. Layanan ini berawal dari kawasan perkotaan Yogyakarta. Kini, Rapel telah berkembang dan melayani Tangerang, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya dan Bali. Kalian yang ingin memanfaatkan layanan ini bisa cek di laman resmi Rapel.

Daur Resik

Daur Resik adalah gerakan yang mengampanyekan pemilahan sampah kepada warga di DIY. Gerakan yang dimulai pada 2017 itu mengedukasi masyarakat agar mau memilah sampah demi mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah pembelian sampah anorganik seperti plastik, kertas, logam, kaca, barang elektronik, dan pakaian.

Iklan

Warga cukup membawa sampah-sampah yang akan disetorkan ke titik lokasi tertentu. Kalian yang ingin ikut menyetorkan sampah bisa kunjungi Instagram Daur Resik untuk mengetahui jadwal dan lokasi pegambilan sampah.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Tak Mampu Tampung Sampah, TPST Piyungan Tutup 45 Hari

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2023 oleh

Tags: layanan pengelolaan sampahsampahTPST Piyungan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten MOJOK.CO
Urban

Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten

25 Mei 2026
Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi.MOJOK.CO
Ragam

Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi

26 Desember 2024
Sampah Jogja, Darurat Sampah Jogja.MOJOK.CO
Kabar

Warga Jogja Paling Berisik di Medsos Soal Sampah, Tapi Pemerintahnya Tutup Mata dan Telinga

8 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Terima Kasih No Na! "Udah Siap Belum?" Akhirnya Mengalahkan "Mas Bahlil Ganteng" di Kepala Bocil

Terima Kasih No Na! “Udah Siap Belum?” Akhirnya Mengalahkan “Mas Bahlil Ganteng” di Kepala Bocil

6 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Lulus dari Universitas Mataram lanjut ke University of Queensland Australia. MOJOK.CO

Kisah Awardee LPDP yang Tak Ingkar Janji: Dulu Hanya Bocah Penggembala Kuda, Kini Jadi Asisten Gubernur NTB

6 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
spmb 2025, zonasi.MOJOK.CO

Ketika SPMB Berubah Jadi Pasar Gelap Kursi Sekolah

6 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.