Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sering Digunakan Jadi Racun, Kenapa Sianida Sangat Berbahaya?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
1 Desember 2022
A A
sianida mojok.co

Ilustrasi tersangka kasus pembunuhan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO– Sianida menjadi barang bukti di beberapa kasus pembunuhan. Terakhir kasus pembunuhan dengan menggunakan bahan ini terjadi di Magelang. Zat kimia beracun itu dibubuhkan ke minuman sehingga korban yang mengonsumsinya meninggal dunia.

Lantas apa sebetulnya sianida? mengapa zat ini begitu berbahaya? Dilansir dari study.com, sianida adalah bahan kimia dalam bentuk gas dan garam kristal. Umumnya, sianida tidak berbau, akan tetapi beberapa orang mendeskripsikan baunya seperti bau almond pahit yang khas.

Sianida banyak dimanfaatkan untuk membasmi hama dan serangga. Senyawa ini juga banyak digunakan untuk berbagai industri seperti kertas, tekstil, pastik, dan pertambahan. Pada awalnya, zat ini banyak dimanfaatkan dalam dunia pertambangan sebagai pengikat logam dan logam mulia emas. Sianida mulai digunakan untuk genosida dan racun bunuh diri pada masa perang dunia.

Sianida bisa menjadi racun yang mematikan karena mencegah sel tubuh menghalangi ikatan sel dengan oksigen ketika masuk ke dalam tubuh. Akhirnya, seseorang menjadi hipoksia (kekurangan oksigen) di dalam sel dan jaringan. Apabila ini terus berlangsung, fungsi organ tubuh seperti jantung, paru-paru, orak dan pembuluh darah akan terganggu.

Efek beracun senyawa ini tergantung pada berbagai faktor seperti seberapa banyak seseorang terpapar, dan bagaimana seseorang bisa terpapar. Mereka yang menghirup sianida disebut-sebut mengalami efek samping lebih buruk dibandingkan yang terpapar dengan cara menelannya.

Seseorang yang terpapar sianida dalam jumlah sedikit dan periode pendek bisa mengalami iritasi pada pada hidung dan selaput lendir. Sementara dalam periode lebih panjang, paparannya bisa menyebabkan penurunan selera makan, sakit kepala, kelemahan, mual, pusing dan gejala iritasi pada saluran pernafasan bagian atas.

Apabila menghirup zat ini secara tiba-tiba dan dalam dosis tinggi, korban bisa kehilangan kesadaran. Biasanya diikuti kejang dan sering kali diikuti kematian. Hanya butuh waktu 1 hingga 15 menit hingga seseorang kehilangan nyawa sejak terpapar sianida.

Seseorang yang terpapar sianida masih mungkin diselamatkan, apalagi kalau terpapar dalam dosis rendah. Mereka bisa diobati dengan pemberian obat penawar racun yang bisa mendetoksifikasi sianida seperti vitamin B12 alami dan hydroxocobalamin. Namun, efek samping lain seperti kelumpuhan, kerusakan hati, kerusakan ginjal, dan hipotiroid tidak menutup kemungkinan bisa terjadi.

Sementara untuk seseroang yang terpapar dalam jumlah besar atau senyawa sengaja digunakan sebagai racun, kemungkinan kematian memang besar. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah berupaya agar korban mendapat udara segar.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Kronologi Pembuangan Jasad di Tol Becakayu, Pelaku Angkut Pakai Troli

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2022 oleh

Tags: pembunuhanracunsianida
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

surat pelaku mutilasi mojok.co
Hukum

Isi Lengkap Surat Pelaku Mutilasi di Sleman Sebelum Tertangkap

23 Maret 2023
pelaku mutilasi mojok.co
Hukum

Terjerat Pinjol, Pelaku Mutilasi di Pakem Sudah Rencanakan Pembunuhan

22 Maret 2023
Jenazah korban mutilasi di rumah duka. MOJOK.CO
Kilas

Psikolog UGM: Ada Dua Tujuan Orang Melakukan Mutilasi

22 Maret 2023
korban mutilasi mojok.co
Hukum

Kronologi Mutilasi di Sleman, Keluarga Curigai Mantan Orang Terdekat

21 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.