Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Politik

Terancam Tak Ikut Pemilu 2024, KPU RI Minta Pemda DIY Identifikasi Pelajar dan Mahasiswa

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
19 Agustus 2022
A A
pelajar dan mahasiswa mojok.co

Ketua KPU RI, Hasyim Asyari menyampaikan tentang Pemilu 2024 usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (19/08/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan hari pencoblosan Pemilihan Umum 2024 mendatang pada 14 Februari 2024. Tanggal ini maju dari jadwal Pemilu sebelumnya yang jatuh pada 17 April 2019.

Jadwal ini dikhawatirkan membuat para pelajar dan mahasiswa, termasuk di DIY sebagai Kota Pelajar dan Pendidikan tidak bisa ikut menggunakan hak pilihnya. Sebab Februari bukan merupakan jadwal libur mahasiswa dan pelajar sehingga kemungkinan besar mereka yang berasal dari luar kota tidak pulang kampung demi ikut Pemilu 2024.

Karenanya KPU meminta Pemda DIY untuk mengidentifikasi jumlah mahasiswa dan pelajar yang akan menggunakan hak pilihnya. Pemda harus melayani mereka untuk ikut berperan serta dalam pencoblosan.

Apalagi berdasarkan data dari Bappeda DIY, jumlah mahasiswa yang ada DIY setiap tahunnya mencapai lebih 380 ribu. Sedangkan jumlah pelajar di tingkat SMA/SMK mencapai lebih dari 45 ribu.

“Lha pada hari H perlu diidentifikasi, kira kira hari rabu 14 februari 2024 [mahasiwa dan pelajar] ada dimana. Kalau ada di yogya mau tidak mau harus dilayani di yogya, ini kan penting diidentifikasi,” papar Ketua KPU RI, Hasyim Asyari usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (19/08/2022).

Menurut Hasyim, Pemda DIY juga diminta membentuk badan adhoc penyelenggara Pemilu. Badan adhoc tersebut bersifat sementara seperti panitia pemilihan di tingkat kecamatan.

Tempat Pemilihan Suara (TPS) di tingkat desa atau kalurahan pun dipastikan memberikan layanan pemungutan suara mahasiswa dan pelajar dari luar DIY. Selain itu perangkat dukungan dari kecamatan, desa hingga RT/RW juga dibutuhkan.

“Nah dalam kesepahaman seperti ini jadi suatu yang penting karena dukungan dari Pemda [dalam pemilu],” tandasnya.

Sementara Sultan mengungkapkan asal diberikan ruang dan kesempatan, banyak mahasiswa dan pelajar luar daerah akan ikut menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024 di DIY.

“Kita kan juga sudah punya pengalaman lima tahun sekali, itu kan tetap kita bisa membangun komunikasi yang baik [agar mahasiswa luar daerah ikut pencoblosan], tapi harapan kita sama secara nasional yang problem itu dalam arti pemilih itu maunya coblosannya itu bulan apa [ditangani],” ungkapnya.

Sultan mengungkapkan, banyak pelajar dan mahasiswa dari luar daerah tidak otomatis berpindah Nomor Induk Kependudukan (NIK). Karenanya bila hari pencoblosan digelar pada 14 Februari 2024, dimungkinkan memang akan ada banyak mahasiswa dan pelajar luar DIY yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tak bisa pulang ke daerahnya masing-masing.

“Yang tidak berpindah ini tetap tinggal di yogya ning (tapi-red) tidak nyoblos berarti dia tak menggunakan hak pilihnya,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Rekomendasi Satgas Selesai, Kepsek dan Tiga Guru SMAN 1 Banguntapan Diberi Sanksi Ringan

 

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2022 oleh

Tags: MahasiswaPemilu 2024
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot
Sekolahan

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO
Esai

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO
Esai

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO
Esai

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
undangan pernikahan versi cetak atau digital jadi perdebatan di desa. MOJOK.CO

Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi

30 April 2026
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh  MOJOK.CO

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.