Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Politik

Pakar UGM: Pidato Megawati Lugas dan Menegaskan Kehebatan Perempuan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
12 Januari 2023
A A
pidato megawati mojok.co

Ilustrasi Megawati Soekarnoputri (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pengajar Departemen Ilmu Komunikasi UGM Nyarwi Ahmad melihat pidato Megawati dalam acara HUT PDIP ke-50 sebagai bentuk kelugasan dan penegasan kehebatan perempuan. Ia menganggap improvisasi Ketum PDIP tersebut merupakan hal yang wajar bahkan patut diapresiasi.

“Beliau ini boleh dibilang lugas dan blak-blakan. Bagian yang menjadi perhatian juga membahas dirinya sendiri dan dalam konteks acara internal beliau mencontohkan bahwa perempuan itu hebat,” terang Nyarwi.

Penggalan pidato Megawati dalam acara yang digelar di JI Expo Kemayoran, Jakarta pada Selasa (10/1) itu menyita perhatian publik. Hal itu lantaran sang ketum dengan nada bercanda menyebut sejumlah pencapaiannya.

“Kalau aku mau selfie, pasti pengikutku akeh (banyak). Kenapa? Satu perempuan, dua cantik, baru dua aja udah ditepokin. Tiga, kharismatik, empat opo meneh, pintar,” ujar Mega.

“Aku tau-tau ketiban professor aja dua. Doktor honoris causa ada sembilan,” sambungnya dengan nada bercanda.

Nyarwi melihat ungkapan itu sebagai bentuk komunikasi yang menarik dari sang ketum. Baginya, ucapan itu menjadi bentuk penekanan Mega bagi para kadernya yang masih meragukan kapabilitas dan kehebatan perempuan sebagai pemimpin politik.

“Mungkin itu sebagai bentuk sindiran bagi para kadernya. Selain itu, ini juga momen publik menunggu pengumuman capres yang akan diajukan PDIP. Ternyata tidak dikeluarkan,” paparnya.

Apa yang disampaikan Mega, menurut Nyarwi, juga merupakan hal yang wajar karena semua berdasarkan evidence yang nyata. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari komunikasi politik seorang tokoh publik adalah kebenaran dari pesannya.

Cara yang dilakukan Mega dianggap sebagai bentuk internal political market yang penting untuk membangun militansi para kader. Nyarwi melihat PDIP termasuk salah satu partai yang dengan identitas politik yang paling kuat, salah satunya berkat kekuatan mesin politik internal yang dibangun sang ketum selama bertahun-tahun.

Selain itu, Nyarwi melihat transformasi gaya bicara Megawati kepada publik yang telah banyak berubah dari masa ke masa. Pada era awal reformasi, Mega dikenal sebagai sosok yang kaku dan tidak bisa luwes saat melakukan komunikasi dengan media. Namun hal itu sudah berubah dalam beberapa tahun belakangan.

Megawati dianggap sebagai perempuan paling berpengaruh dalam konstelasi politik Indonesia beberapa dekade belakangan. Di akhir era orde baru, ia merupakan ketua umum partai sekaligus oposisi utama pemerintah. Pengaruhnya berlanjut di masa-masa awal pascareformasi, saat ia berhasil menduduki posisi Presiden RI kelima.

“Dalam konteks hari ini, ketum partai kan tidak ada yang perempuan selain PDIP. Selain di antara sesama ketum partai, pengaruh kekuasaan Bu Mega di PDIP bisa dibilang lebih besar ketimbang ketum partai lain,” jelasnya.

Putri dari Presiden Pertama RI ini, melalui partainya, juga dianggap telah melahirkan sejumlah elite penting di politik Indonesia belakangan. Mulai dari Presiden Jokowi, Ganjar Pranowo, dan sejumlah figur di kursi eksekutif.

“Terlepas dari kontroversi dianggap kurang demokratis karena punya hak veto yang sangat besar dalam pencalonan capres, kalau kita pilah ya ada sisi positifnya. Seperti yang sudah dijelaskan di tadi,” pungkas Nyarwi.

Iklan

Reporter: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Megawati, Perempuan Paling Berkuasa dalam Sejarah Nusantara

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2023 oleh

Tags: MegawatiMegawati SoekarnoputripdipPemilu 2024
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Pakar UGM nilai, ikap Megawati atas retret: menjaga kewibawaan PDIP MOJOK.CO
Kabar

Ketundukan Kepala Daerah pada Megawati: Marwah PDIP hingga Efek Retret yang Belum Tampak Hasilnya

22 Februari 2025
Hasto Wardoyo pilih urus sampah di Kota Jogja di tengah ketidakpastian instruksi retret Megawati untuk kader PDIP MOJOK.CO
Kabar

Urus 1.600 Ton Sampah Kota Jogja di Tengah “Drama”

21 Februari 2025
Menanti keputusan Megawati yang belum pasti di DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) MOJOK.CO
Kabar

Suasana Serba Tak Pasti di Kantor DPD PDIP DIY Menanti Kepastian Megawati

21 Februari 2025
Sejak Kapan Sosok Megawati Soekarnoputri Lahir Sebagai Seorang Politisi?
Video

Sejak Kapan Sosok Megawati Soekarnoputri Lahir Sebagai Seorang Politisi?

21 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
mahasiswa autis Fakultas Peternakan UGM. MOJOK.CO

Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman

20 Mei 2026
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.