Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sebab PNS Adalah Jaminan Kebahagiaan

Redaksi oleh Redaksi
11 September 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Suatu sore yang syahdu, Romlah dan Karjo duduk bersantai di depan televisi menonton berita yang membahas mengenai seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebuah pekerjaan primadona yang menjadi dambaan bagi banyak orang. Pekerjaan yang menjadi pengharapan hampir seluruh orangtua di Indonesia untuk anaknya. Ya, menjadi PNS adalah sebuah jaminan akan kebahagiaan dan pamor di masyarakat.

Maka ketika Pemerintah mengumumkan akan ada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang gaungnya sampai pada setiap grup WA keluarga besar, dengan total lowongan lebih dari 17 ribu posisi, sontak membuat masyarakat Indonesia bersorak kegirangan.

Tidak bisa dielak, inilah yang dinanti. Inilah yang akan menyelamatkan hari tua nanti.

Jumlah lowongan tersebut nantinya akan tersebar di berbagai Kementerian atau Lembaga dan Pemerintah Provinsi.

“Mas, kamu kan sudah lama jadi tenaga honorer, berarti harusnya nggak lama lagi bakalan diangkat jadi PNS dong?”

“Emm, ya enggak juga, Dek!”

“Lah, kok bisa? Bukannya biasanya kalau tenaga honorer gitu, kalau pas ada bukaan CPNS, bisa langsung diangkat ya, Mas?”

“Sekarang udah beda aturannya, Dek.”

“Beda gimana, Mas?”

“Iya, jadi setelah Undang-Undang ASN (Aparatur Sipil Negara) ditetapkan, proses pengangkatannya itu harus melalui seleksi. Udah nggak bisa itu, diangkat secara otomatis. Lagian, katanya sekarang Pemerintah lebih membutuhkan tenaga khusus dibandingkan tenaga umum. Dan katanya lagi, banyak tenaga honorer yang tidak memenuhi persyaratan, misalnya seperti umur yang udah di atas 35 tahun.”

“Tapi kan kamu belum 35 tahun toh, Mas? Berarti bukannya nggak ada masalah?”

“Iya, tapi aku kan juga cuma lulusan SMA, Dek”

“Emang kalau lulusan SMA nggak bisa, Mas?”

“Ya, bisa sih, tapi…”

Iklan

“Tapi gimana, Mas?”

“Posisi pekerjaanku sekarang kan ngurus administrasi, nah di bagian pekerjaanku itu sekarang yang dibutuhkan minimal lulusan D3, sudah bukan SMA lagi.”

“Terus kalau yang lulusan SMA itu bisanya di bagian apa, Mas?”

“Sik, ayo kita buka website nya aja.” Ucap Karjo sambil membuka hapenya nya.

“Ini Dek, misalnya jadi pengamat gunung api. Ehm, apa aku daftar ini aja ya, Dek? Dulu kan aku punya pengalaman jadi relawan waktu Gunung Merapi meletus.”

“Ya, tapi kan kamu jadi relawan setelah merapi meletus, Mas. Bukan sebelumnya. Berarti kamu ya belum pernah jadi pengamat gunung berapi.”

“Ehm, oh atau ini aja, aku daftar jadi pengawas tahanan. Sepertinya ini menarik juga.”

“Halah, sok-sokan mau jadi pengawas tahanan, wong lihat preman tatoan dikit saja sudah jiper, kok. Malah aku nanti yang repot.”

“Repot gimana, Dek?” Karjo penasaran.

“lha yo repot nyiapin pampers, biar kamu di sana nggak kencing sembarangan karena ketakutan dibentak narapidana yang tatonya pasti sekujur badan”.

Karjo tertawa agak jengkel, “lambemu, Lah.”

“Nah ini aja, Mas. Gimana kalau kamu jadi mualim kapal? Kayaknya lebih aman dan syariah. Pasti akan membawa berkah bagi keluarga kita.”

“Emang kamu tahu mualim kapal itu kerjanya apa?”

“Yang jadi imam kalau di kapal itu bukan, Mas?

“Iya po? Aku juga nggak tahu, Dek. Ah, wes embuhlah Dek, bingung”.

“Lah terus, kamu rencananya gimana, Mas? Untuk kelangsungan kehidupan kita?”

“Ehm, kalau aku tetep jadi honorer sama nulis-nulis di Mojok aja gimana, Dek? Lagian katanya Mojok juga lagi buka lowongan magang? Kayaknya lumayan…”

“Jangan di Mojok, Mas. Mojok kere, pasti nggak ada duitnya.”

Terakhir diperbarui pada 11 September 2017 oleh

Tags: Cpnslowonganlowongan kerjaMojokpekerjaanPNS
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO
Edumojok

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Tidak mau ikut CPNS karena tidak mau jadi PNS/ASN atau abdi negara
Urban

PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan

14 April 2026
Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma MOJOK.CO
Urban

Lolos Seleksi CPNS dalam Sekali Coba, Aman Finansial tapi Hidup “Tersandera” karena Leha-leha Dapat Gaji Buta

13 April 2026
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO
Sehari-hari

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO

4 Tipe Orang yang Tak Cocok Slow Living di Desa: Kalau Kamu Introvert apalagi Usia Produktif, Pikirkan Lagi Sebelum Menyesal

13 April 2026
Tabiat penumpang KA Sri Tanjung yang bikin jengkel KA Sancaka. MOJOK.CO

User Kereta Eksekutif Jengkel dengan Tingkah Random User Kereta Ekonomi, Turun di Stasiun Langsung Dibikin “Prengat-prengut”

14 April 2026
Grup WhatsApp (WA) laki-laki di FH UI cerminkan tongkrongan toxic

Topik Grup WA Laki-laki “Sampah”, Isinya Info Link Menjijikan dan Validasi Si Paling Jantan

15 April 2026
Gagal kerja di Jakarta sebagai musisi. MOJOK.CO

Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung

11 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.