Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mengenal Plengkung Gading, Gerbang Keraton Jogja yang Tak Boleh Dilewati Sultan Selama Hidup

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
21 Agustus 2023
A A
Mengenal Plengkung Gading, Gerbang Keraton Jogja yang Tak Boleh Dilewati Sultan Selama Hidup mojok.co

Plengkung Gading (foto: visitingjogja)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jogja memiliki banyak sekali bangunan bersejarah yang hingga saat ini masih terawat. Salah satu yang cukup ikonik adalah Plengkung Gading.­

Jika kamu masuk ke dalam kawasan Keraton Jogja dari arah selatan, kamu akan melewati bangunan besar bercat putih bernama Plengkung Gading. Plengkung Gading merupakan satu dari lima pintu gerbang masuk Keraton. Empat lainnya adalah; Plengkung Tarunasura, Madyasura, Jagadbaya, dan Jagadsura.

Plengkung Gading memiliki nama lain Plengkung Nirbaya. “Plengkung” berarti bangunan yang bentuknya melengkung, sedangkan “nirbaya” memiliki arti bebas dari bahaya duniawi atau bisa juga berarti sifat yang sederhana. Secara sederhana Plengkung Gading bisa diartikan sebagai bangunan/pintu gerbang yang membebaskan Keraton dari bahaya.

Sejarah

Melansir tribunnewswiki, Plengkung Gading berdiri pertama kali pada zaman pada 1782. Tepatnya di masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi.

Dulu di sekitar benteng Keraton ada sebuah parit selebar 10 meter dengan kedalaman tiga meter. Parit tersebut termasuk bagian dari infrastruktur pertahanan kerajaan. Namun, kini parit itu sudah tidak ada, berganti menjadi jalan.

Plengkung Gading dan empat plengkung lainnya dulu sempat memiliki jembatan gantung. Saat musuh datang, penjaga benteng menarik jembatan ini dan menjadikannya pintu pelapis ketika ada musuh datang. Namun, jembatan itu kini juga sudah tak bersisa.

Pada 1986, Plengkung Gading mengalami perbaikan untuk menjaga bentuk aslinya.

Menara sirine Plengkung Gading

Di kawasan Plengkung Gading, terdapat menara sirine. Menara ini berdiri pertama kali pada 1930 bersamaan dengan pendirian sirine di Pasar Bringharjo dan sejumlah tempat lainnya. Sirine di Plengkung Gading dulu memiliki fungsi sebagai alat peringatan dini tanda bahaya udara.

Pengoperasian sirine ini berada di bawah pengawasan LBD (Lucht Bescherming Dienst) atau dinas perlindungan bahaya udara di era kolonial Belanda. Dinas yang beranggotakan warga masyarakat non-militer yang dipimpin oleh pejabat sipil.

Menara itu sampai sekarang masih berfungsi, tapi penggunaannya hanya pada dua momen. Pertama, setiap tanggal 17 Agustus sebagai peringatan momen kemerdekaan. Kedua, saat menjelang waktu berbuka puasa pada bulan Ramadan.

Baca halaman selanjutnya…
Sultan hidup tak boleh lewat sini

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2023 oleh

Tags: keraton jogjakraton jogjaplengkung gadingplengkung nirbaya
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO
Sosial

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO
Esai

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang?

18 Desember 2025
Dilema Kraton Jogja di tengah pelestarian budaya, peningkatan wisata, dan pengembangan teknologi MOJOK.CO
Ragam

Dilema Pelestarian Budaya dan Eksplorasi Wisata di Jogja hingga Salah Tafsir pada Pangeran Diponegoro

20 Februari 2025
3 catatan Pramoedya Ananta Toer tentang Jogja MOJOK.CO
Ragam

3 Catatan Tentang Jogja dari Pramoedya Ananta Toer, Pram Menyangkal Keaslian Sosok Nyi Roro Kidul

7 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.