Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Pro Kontra Selebrasi Sempro, Sepenting Itukah hingga Harus Dirayakan?

Viola Nada Hafilda oleh Viola Nada Hafilda
7 Juli 2023
A A
sempro mojok.co

Ilustrasi bunga (Photo by OhTilly on Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perayaan sempro wujud nyata langgengnya budaya seremonial di Indonesia?

Berbeda dengan Dila, Fariz, merasa bahwa perayaan ini sangatlah sia-sia. Ia sering dapat undangan ke momen sempro teman-temannya. Sebenarnya ingin menolak, tetapi ia merasa sungkan. “Aku sering dapat pesan secara pribadi agar datang, bahkan sampai ada yang minta diucapin di story,” ujarnya.

Fariz memiliki beberapa alasan yang membuatnya tidak menyukai perayaan sempro. Pertama, ia mengkritik substansi riset yang belum tentu bermanfaat dan baik secara metodologi. Bahkan, Fariz pernah menemui orang yang proposal sempronya hanya memakai lima sitasi.

Iklan

“Dosen aja meloloskan riset seperti itu. Maksudku, kenapa harus dirayakan padahal risetnya nggak niat kaya gitu?” ungkapnya kesal.

Fariz menekankan, masih banyak kemungkinan yang terjadi setelah sempro. Ini barulah tahap awal, bukan sebuah kemenangan besar. Menyinggung tulisan Geertz dalam Negara Teater, Fariz mengaku cukup risih dengan budaya seremonial di Indonesia. Menurutnya, pejabat di Indonesia sedikit-sedikit membuat perayaan, sedikit-sedikit sambutan. Sayangnya, mahasiswa juga melakukan hal itu.

“Sempro itu masih tahap awal banget, bahkan masih ada kemungkinan untuk kena drop out,” pungkas Fariz.

Masih banyak babak yang harus dilewati, jangan senang dulu

Adam mengamini pernyataan Fariz, salah satu mahasiswa di Semarang angkatan 2018. Sudah hampir setengah tahun sejak ia sempro, tetapi ternyata ada beberapa pekerjaan yang membuat pekerjaan skripsinya tertunda. Sama seperti Fariz, menurutnya, masih banyak babak setelah sempro.

“Kadang, beberapa kasus harus sempro ulang karena ternyata ekspektasi lapangan nggak sesuai dengan teorinya. Jadi, harus mulai skripsi dari awal dan seminar proposal lagi,” pungkas Adam.

Adam sendiri hanya meminta dua teman untuk menemaninya. Itu pun karena ingin meminta saran terkait pemaparan proposalnya serta persiapan-persiapan teknis lain. Meski hanya mengabari dua orang, ia tidak tahu mengapa banyak yang datang dan membawa hadiah ke sempronya.

Terkait biaya yang dikeluarkan untuk hadiah teman-teman sempro, Adam hanya ikutan patungan dengan teman-temannya saja. Toh, menurut Adam, akhirnya hadiah yang dibawa kebanyakan dimakan bersama karena dibagi-bagi. Lain dengan Fariz, ia mengaku sudah habis cukup banyak untuk hadiah sempro teman-temannya.

“Dua minggu belakangan, kurang lebih aku harus mengeluarkan seratus ribu. Bagiku itu banyak sekali, apalagi untuk hal-hal tidak penting seperti sempro,” keluhnya.

Sebenarnya, Fariz pernah mencoba menolak undangan temannya yang sempro. Namun, teman tersebut menunjukkan kekecewaan dan seperti marah. Fariz merasa diperlakukan seperti orang yang telah membuat kesalahan sangat besar.

“Seakan-akan, kalau tidak datang ke sempronya, aku bukanlah teman yang baik,” tegasnya.

Penulis: Viola Nada Hafilda
Editor: Iradat Ungkai

BACA JUGA 4 Kafe di Jogja yang Menyisakan Nostalgia, Punya Banyak Cerita buat Pelanggannya


Cek berita dan artikel lainnya di Google News
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2023 oleh

Tags: kuliahMahasiswaSemproskripsiwisuda
Viola Nada Hafilda

Viola Nada Hafilda

Magang Mojok

Artikel Terkait

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO
Tajuk

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO
Tajuk

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026
Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan MOJOK.CO
Tajuk

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan

25 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.