Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Muncul Kristen Muhammadiyah di Daerah Terpencil, Apa Itu?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
29 Mei 2023
A A
kristen muhammadiyah mojok.co

Ilustrasi bendera Muhammadiyah (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kristen Muhammadiyah alias KrisMuha muncul di daerah-daerah 3 T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Istilah ini merujuk pada orang-orang Kristen yang menjadi simpatisan Muhammadiyah.

Abdul Mu’ti dan Fajar Riza Ulhaq memperkenalkan istilah Kristen Muhammadiyah berdasar penelitian yang keduanya lakukan di daerah 3T. Daerah yang tersebut adalah Ende (Nusa tenggara Timur), Serui (Papua), dan Putussibau (Kalimantan Barat). Penelitian itu kemudian tertuang dalam buku berjudul “Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan”.

Iklan

Pendorong kemunculan KrisMuha adalah interaksi yang intens antara siswa-siswa Muslim dan Kristen dalam lingkungan pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Interaksi itu tidak menghilangkan identitas sebagai penganut agama Kristen yang taat.

Sejak 2009

Sebenarnya penelitian itu sudah terbit dalam bentuk buku sejak 2009. Tapi antusiasme pembaca masih tinggi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang turut tertarik dengan buku ini dan menggelar acara bedah buku. Bekerjasama dengan Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, acara bedah buku terselenggara di Kantor Kemendikbud Ristek, Senin (22/05/2023)

“Inilah kontribusi Muhammadiyah dalam membangun generasi Indonesia yang lebih toleran, inklusif, dan terbiasa hidup bersama dalam perbedaan,” ucap Fajar dalam kesempatan tersebut, mengutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengungkapkan, buku yang sudah hadir pada 2009 itu memuat data-data yang kurang detail. Namun untuk kali ini, buku yang menggandeng Penerbit Buku Kompas (Kompas Gramedia) itu telah mengalami penyempurnaan yang komprehensif.

“Terutama pada bagian bab dua dalam buku ini tentang akar pluralisme dalam pendidikan Muhammadiyah di tingkat akar rumput,” kata Mu`ti jelas dia dalam kesempatan yang sama.

Toleransi, cita-cita pendidikan Indonesia

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim turut mengapresiasi keberadaan buku tersebut. Ia melihat buku itu sebagai bentuk keterlibatan publik dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang mencintai keberagaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

“Gagasan toleransi yang dihadirkan dalam buku ini sejalan dengan cita-cita kami di Kemendikbud Ristek untuk menghapus kekerasan dari dunia pendidikan Indonesia. Sejak tiga tahun lalu, kami telah menjadikan intoleransi sebagai salah satu bentuk kekerasan yang wajib dicegah dan ditangani, di samping perundungan dan kekerasan seksual,” tutur dia dalam kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, kemerdekaan dalam belajar hanya bisa terwujud apabila sekolah dan kampus menjadi ruang aman yang mampu melindungi semua warganya, terlepas dari latar belakang identitas agama, suku, atau status sosial. Oleh karena itu, Kemendikbud Ristek terus memprioritaskan gerakan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan melalui berbagai inisiatif.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Mengenal UMAM, Kampus Muhammadiyah Pertama di Luar Negeri

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2023 oleh

Tags: KristenMuhammadiyahsekolah muhammadiyahToleransi
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO
Sekolahan

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
Rembang semakin tidak layak dicintai MOJOK.CO

Semakin Tak Punya Alasan untuk Tinggal dan Mencintai Kabupaten Rembang: Tak Beranjak ke Mana-mana, Kolotnya Dipelihara

17 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah imbau warga Jateng terbuka saat Sensus Ekonomi 2026 MOJOK.CO

Imbauan buat Warga Jateng saat Sensus Ekonomi 2026: Harus Terbuka karena Penting, Data Pribadi bakal Dijaga Kerahasiaannya

18 Juni 2026
tips menonton konser EXO dari akuntan. MOJOK.CO

Membayar Utang Masa Kecil: Cerita EXO-L yang Menabung Berbulan-bulan walaupun Situasi Ekonomi sedang Sulit

20 Juni 2026
siswa sekolah.MOJOK.CO

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.