Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pasca-Pencopotan Baliho Habib Rizieq, Markas Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya Kebanjiran Karangan Bunga

Redaksi oleh Redaksi
24 November 2020
A A
karangan bunga
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya kebanjiran karangan bunga berisi apresiasi atas pencopotan baliho Habib Rizieq di beberapa titik. 

Pencopotan baliho-baliho bergambar Habib Rizieq Shihab di beberapa titik di Jakarta oleh para prajurit TNI di bawah komando Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman melahirkan reaksi yang beragam dari masyarakat.

Banyak masyarakat yang menyayangkan sikap TNI yang dianggap terlalu berlebihan. Pun tak sedikit yang mendukung langkah TNI mencopoti baliho-baliho bergambar Habib Rizieq Shihab karena dinilai provokatif dan meresahkan.

Bentuk dukungan kepada TNI atas pencopotan baliho tersebut salah satunya ditunjukkan dengan kiriman karangan bunga ke markas Kodam Jaya di bilangan jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, dalam jumlah yang sangat banyak.

Karangan-karangan bunga tersebut berisi pesan dukungan dan apresiasi terhadap langkah TNI yang berani mencopot baliho-baliho yang dianggap meresahkan tersebut.

Tak hanya markas Kodam Jaya yang kebanjiran kiriman karangan bunga, markas Polda Metro Jaya pun juga kebanjiran karangan bunga dengan pesan serupa. Seperti diketahui, Polda Metro Jaya di bawah kepemimpinan Irjen Pol Fadil Imran memang mendukung penuh langkah Pangdam Jaya.

“Apresiasi tinggi kepada TNI/Pangdam Jaya yang telah tegas dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.”

“Bravo Pangdam Jaya. Terbaik untuk rakyat, terbaik untuk TNI.”

“Salut Kapolda Metro Jaya! Jangan biarkan ormas beracun merusak perdamaian Indonesia.”

“Kami bersama Kapolda Metro Jaya siap membersihkan dan menurunkan baliho yang merusak Kebhinekaan.”

Pengirim karangan-karangan bunga tersebut, dilihat dari tulisan yang tertera, berasal dari berbagai organisasi elemen masyarakat, dari yang tampak serius seperti “Forum Alumni ITS”, “Relawan Independen”, juga “Forum Kebudayaan Nasional”, sampai yang tampak seperti guyonan seperti “Warga yang Waras”, “Kaum rebahan”, sampai “Kaum Punk Jakarta”.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman sendiri menyatakan karangan bunga tersebut sebagai bentuk dukungan dan simpati masyarakat atas langkah TNI dan Polri yang bertindak tegas mencopot baliho-baliho yang dianggap meresahkan.

“Ada bunga ucapan selamat untuk dukungan kepada Pangdam Jaya dan Polda Metro Jaya. Ini adalah bentuk dukungan juga ke polisi dan TNI,” terang Dudung seperti dikutip dari Kompas. “Pada dasarnya saat pencabutan baliho sudah dilakukan Satpol PP, polisi dan TNI. Sekarang situasi sudah aman. Harapan masyarakat yang selama ini resah sekarang dukungan luar biasa. Kita minta dukungan itu untuk melaksanakan tugas memberikan rasa aman kepada masyarakat.” lanjutnya.

Tentu saja ini langkah yang bagus dari TNI-Polri. Dan akan jauh lebih bagus lagi kalau baliho yang dicopot bukan hanya baliho Habib Rizieq, namun juga baliho-baliho lain yang juga dianggap meresahkan, entah baliho yang dipasang oleh ormas atau baliho partai.

Iklan

Biar adil dan berimbang. Kan enak kalau begitu. Bukan hanya menjaga ketertiban, namun juga menghilangkan syak wasangka.

karangan bunga

BACA JUGA Jogja terbuat dari Rindu, Pulang, Angkringan, dan Baliho Reno Maju dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2020 oleh

Tags: Habib Rizieqkarangan bungakodam jaya
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

rizieq shihab bebas
Hukum

Rizieq Shihab Bebas dari Rutan Bareskrim, Disambut Keluarga di Petamburan

20 Juli 2022
Menagih utang
Kilas

Merayakan Tren Menagih Utang Menggunakan Karangan Bunga

4 Januari 2021
mahfud md
Kilas

Massa Pendukung Habib Rizieq Geruduk Rumah Mahfud MD di Pamekasan

2 Desember 2020
Lupakan Susi Pudjiastuti, Inilah Kandidat Menteri Kelautan dan Perikanan yang Layak Diperhitungkan Jokowi Jabatan Luhut Panjaitan Nambah Lagi, Kali Ini Urus Kereta Cepat Jakarta-Bandung mojok.co
Esai

Lupakan Susi Pudjiastuti atau Luhut, Inilah Kandidat Menteri KKP yang Layak Diperhitungkan Jokowi

30 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

12 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.