Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pakar UGM Jelaskan, Mengapa Hewan Mati Tidak Boleh Disembelih

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
8 Juli 2023
A A
Pakar UGM Jelaskan, Mengapa Hewan Mati Tidak Boleh Disembelih

Para pakar peternakan UGM menyampaikan tentang antraks di kampus setempat, Jumat (07/07/2023). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menyembelih hewan mati atau yang sudah menjadi bangkai tidak boleh dilakukan. Melakukannya adalah kesalahan fatal karena bisa berefek pada kesehatan manusia.

Pakar dari Peternakan UGM Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni menyampaikan hal tersebut, Jumat (07/07/2023). Ia mengungkapkan menyembelih bangkai hewan yang mati karena penyakit menjadi pemicu penyebaran penyakit yang disebabkan oleh bakteri. 

Termasuk penyakit antraks yang tidak hanya dapat menjangkit hewan lainnya tapi juga manusia.

“Hewan yang terjangkit tidak boleh dibuka, maka kalau menyembelihnya itu kesalahan fatal, karena bakteri sebagian besar ada di darah. Ketika darah keluar dan berinteraksi dengan udara, terbentuklah spora yang menjadi momok,” jelasnya.

Endang menyebutkan, kasus antraks telah masuk ke Indonesia sejak 1884. Wilayah yang terserang antraks semakin luas karena, sulit untuk memusnahkan penyakit ini. Bakteri antraks menghasilkan spora yang sulit hilang dan bisa bertahan di tanah hingga puluhan tahun. 

Namun, sebenarnya penyakit antraks yang menyerang hewan, dengan penanganan yang cepat dan tepat, hewan yang terjangkit bisa tetap hidup dan sembuh dari penyakit tersebut.

“Bisa diobati karena bakteri masih sensitif dengan antibiotik. Untuk pencegahan ada vaksinasi setiap enam bulan,” imbuhnya.

Brandu picu penyebaran penyakit

Seperti pemberitaan sebelumnya, kasus antraks kembali muncul di DIY. Sebanyak 12 hewan ternak yang terdiri dari enam ekor sapi dan enam ekor kambing mati akibat bakteri Bacillus anthracis. Bahkan 87 warga di Padukuhan Jati, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul pun positif antraks. Akibatnya, pemerintah daerah saat ini mengisolasi dusun tersebut.

Penyebaran kasus ini tidak lepas dari tradisi masyarakat setempat yaitu brandu atau mbrandu, yaitu gotong royong membeli hewan ternak yang mati dari tetangga demi meringankan kerugian pemilik ternak. Namun, tradisi ini berbahaya karena warga menyembelih ternak mati yang  bisa saja mengandung penyakit. 

Pakar dari Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono menyatakan, tradisi mbrandu atau membeli hewan ternak mati untuk mestinya bisa berhenti. Sebab tradisi itu bisa memicu penyebaran penyakit antraks.

“Cukup sudah jangan sampai ada kasus lagi, karena sekarang hampir semua provinsi di Indonesia sudah kena. Sebagaimana saat Covid-19 mari bersama-sama kita lawan, masyarakat saling mengingatkan,” ujar Nanung di UGM, Jumat (07/07/2023).

Pemerintah sebaiknya beli tanah bekas penguburan hewan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2023 oleh

Tags: antrakshewanhewan matiternak
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

antraks di indonesia mojok.co
Kesehatan

Sejarah Antraks di Indonesia yang Menjadi Penyakit Endemik Ternak di 13 Provinsi

10 Juli 2023
Menjangkiti 87 Warga Gunung Kidul, 12 Ternak Mati Akibat Antraks. MOJOK.CO
Kesehatan

Menjangkiti 87 Warga Gunungkidul, 12 Ternak Mati Akibat Antraks

6 Juli 2023
Ada antraks di Jogja MOJOK.CO
Esai

Mending Jangan Ke Jogja: Ada Klitih, Macet, Sekarang Antraks

6 Juli 2023
tradisi brandu dan antraks mojok.co
Kesehatan

Tradisi Brandu dalam Pusaran Wabah Antraks di Gunungkidul

6 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos MOJOK.CO

Stigma yang Membuat Saya Menderita: Menikah dengan Bule adalah Jalur Cepat Jadi Seleb Medsos

24 April 2026
3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Tukang pijat.MOJOK.CO

Lulusan Akuntansi Banting Setir Jadi Tukang Pijat: Dihina “Nggak Keren”, tapi Dapat Rp200 Ribu per Hari, Setara 2 Kali UMR Jogja

24 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.