Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Netizen Salah Besar, Gotham Chess Sebenarnya Untung Banyak dari Polemik Catur Dewa Kipas

Redaksi oleh Redaksi
24 Maret 2021
A A
gotham chess
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kata siapa Gotham Chess nggak dapat apa-apa? Dia dapat duit banyak. Lebih banyak dari Dewa Kipas dan Irene Kharisma Sukandar malah.

Euforia pertandingan catur antara Dewa Kipas alias Dadang Subur dengan Grand Master perempuan Irene Kharisma Sukandar memang sudah berakhir. Hasilnya pun sudah diketahui secara jelas. Dewa Kipas kalah telak 3-0.

Iklan

Kendati kalah, namun Dewa Kipas tetap mendapatkan hadiah sebesar 100 juta, sementara Irene sebagai pihak yang menang mendapatkan hadiah sebesar 200 juta.

Pasca pertandingan, baik Irene maupun Dewa Kipas saling memuji dan menyanjung. Pertandingan tersebut pun oleh banyak dianggap sebagai akhir polemik percaturan utamanya yang menyangkut Dewa Kipas.

Kendati demikian, pecatur Gotham Chess alias Levy Rozman, yang merupakan sosok yang membuat nama Dewa Kipas terkerek naik justru seakan tidak terlalu senang dengan akhir drama ini.

Levy seakan masih menyimpan kekecewaan karena Dewa Kipas tidak mengakui bahwa dirinya curang. Melalui akun Twitternya, ia menuliskan kekecewaannya tersebut.

“Jadi @irene_sukandar telah mengalahkan Dewa_Kipas 3-0. Akurasinya kurang dari 40% dalam permainan. Lebih dari 1 juta orang menonton pertandingan tersebut. Sisi Baiknya: catur bisa populer. Orang yang bermain tidak adil akan tertangkap. Sisi Buruknya: dia (Dewa Kipas) memenangkan 7000 dolar AS dan disebut berani dan tidak mau mengakui.”

Hal tersebut memberikan kesan bahwa Gotham Chess adalah pihak yang paling dirugikan, atau setidaknya paling tidak diuntungkan dalam pusaran polemik catur ini.

Netizen pun banyak yang kemudian menuliskan sindiran terkait apesnya Gotham Chess karena tidak ikut kebagian apa-apa kecuali bacotan dari netizen Indonesia.

“Irene dapat 200 juta, Dewa Kipas dapat 100 juta, Deddy Corbuzier dapat banyak iklan. Gotham Chess dapat hikmahnya.” Begitu kira-kira.

Pada kenyataannya, nasib Gotham Chess sebenarnya tidak seapes itu. Tak bisa dimungkiri, Gotham Chess sebenarnya sangat diuntungkan dalam polemik catur tersebut.

Dalam sebulan terakhir, subscriber Youtube Gotham Chess bertambah 130 ribu, selain itu, penambahan views videonya mencapai 22 juta. Angka tersebut adalah statistik penambahan paling drastis sejak dirinya bikin akun Youtube pada Agustus 2018 lalu.

Jika dihitung kasar menggunakan hitungan CPM (Cost per mille) standar, perkiraan penghasilan iklan Youtube yang dia dapatkan selama sebulan bahkan sudah lebih dari nilai hadiah gabungan yang didapat dari GM Irene dan Dewa Kipas saat tanding secara live di tempat Deddy Corbuzier.

Hal tersebut membalikkan semua prasangka netizen yang selama ini menganggap bahwa Gotham Chess nggak dapat apa-apa.

Iklan

Dengan demikian, bisa diambil kesimpulan bahwa sejatinya, Irene dapat duit, Dewa Kipas dapat duit, Deddy Corbuzier dapat duit, Gotham Chess pun dapat duit.

Yang nggak dapat duit ya netizen yang cuma sibuk berkomentar. Jadi jelas kan siapa untung siapa buntung?

BACA JUGA Dewa Kipas dalam Pertarungan Klikbet Media dan Saran untuk Para Grand Master Catur Indonesia dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2021 oleh

Tags: dadang suburdeddy corbuzierdewa kipasgotham chess
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

letkol tituler mojok.co
Politik

Sosiolog UGM Minta Penjelasan Prabowo Soal Letkol Tituler Deddy Corbuzier

15 Desember 2022
deddy corbuzier letko tituler mojok.co
Kilas

Diangkat Jadi Letkol Tituler, Bagaimana Nasib Youtube Close The Door Deddy Corbuzier?

13 Desember 2022
Deddy Corbuzier Harus Mendengar Istrinya: Jangan Kepo Urusan Rahim! MOJOK.CO
Esai

Deddy Corbuzier Harus Mendengar Istrinya: Jangan Kepo Urusan Rahim!

21 November 2022
Diet Karbon Itu Berat, Orang Kaya Tak Akan Kuat!
Esai

Diet Karbon Itu Berat, Orang Kaya Tak Akan Kuat!

30 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.