Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Minta Nomor WA Perempuan yang Ia Tilang, Polisi Ganjen Dinonaktifkan

Si polisi diperiksa propam setelah kelakuannya diadukan korban ke Twitter.

Redaksi oleh Redaksi
5 Oktober 2021
A A
polisi, polisi tilang, ambulans, viral Polantas Ganjen yang Minta Nomor WA Perempuan yang Ia Tilang Kini Dinonaktifkan mojok.co

polisi, polisi tilang, ambulans, viral

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Si polisi ngakunya minta nomor WA korban buat kenalan doang, tapi caranya nggilani banget. Dari kirim WA dini hari, memakai panggilan “bos”, sampai minta dibolehkan main ke kosan.

Inilah contoh abuse of power, Bunda. Bukan cuma bisa dilakukan pejabat tinggi, bahkan seorang polantas udah ngerasa berhak main-main dengan profesinya. Seorang polisi lalu lintas (polantas) di Tangerang, berinisial FA, kini tengah diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polres Metro Tangerang Kota karena minta nomor WA seorang perempuan yang ia tilang, tanpa ada keperluannya sama masalah lalu lintas.

Tak cuma minta nomor WA, menurut korban, FA juga berulang kali mengirim pesan WhatsApp, menelepon di jam setengah 4 pagi, dan puncaknya, memaksa korban memberi alamat tinggalnya agar FA bisa bertandang. Ewww.

Gimana si polisi bisa sampai minta nomor hape bermula ketika korban ditilang karena melanggar lampu merah di Cipondoh, Tangerang, dini hari dua minggu lalu (19/9). Abaikan sejenak kejutan bahwa di Tangerang polantas masih bertugas di sepertiga malam terakhir. Saat ditilang, mulanya korban disuruh melakukan hal standar: meminggirkan kendaraan, menyerahkan surat-surat.

Tapi bukannya ditilang karena jelas-jelas melanggar aturan, yang ada korban malah ditanyai sudah menikah atau masih lajang, serta dimintai nomor teleponnya.

Permintaan itu kemudian diladeni korban. Tapi setelahnya justru teror ganjen yang ia terima. “Enggak gue bales, dia nelpon-nelponin gue sambil nge-chat begitu… serem banget…. Segala-gala mau main ke kosan pula,” cerita korban, dikutip Kompas.

Ya gimana mau ngebalas kalau isi chatnya seperti ini. Mengutip skrinsut chat yang dibagikan korban, beberapa chat pelaku bunyinya:

tes
lg di mn bos
bole main ke kosan
sombong ya

Ini menurut kami lho ya, Mas FA. Pertama, Anda itu polisi. Coba Anda bayangkan jadi warga sipil, lalu di-WA polisi isinya nanya lokasi dan dipanggil bas-bos-bas-bos. Ini mau kenalan apa ngegerebek? Kedua, lha ya sangat beralasan chat itu tidak dibalas. Wong menurut skrinsut, pesan itu dikirimnya pagi buta pukul 02.39. Itu bukan sombong, itu jam orang tidur.

Tindakan tak menyenangkan si polantas agresif itu masuk radar Propam Polres Metro Tangerang Kota setelah korban curhat di Twitter, seminggu kemudian (28/9).

Terbaru, Polres Metro Tangerang Kota mengatakan sudah menonaktifkan pelaku sampai kasusnya selesai. Sementara Polda Metro Jaya, instansi yang berada di atas Polres Metro Tangerang Kota, berjanji pelaku akan diberi sanksi. Korban sendiri menyerahkan kasus ini kepada polisi.

Kepada wartawan, pelaku mengakui perbuatannya. Katanya sih, dia minta nomor WA karena mau nyari temen aja. “Ya nggak ada maksud apa-apa saya, cuman nyari teman siapa tahu saya jadi teman dia kan,” demikian pernyataan FA kepada Detik yang menurut kami perlu dikoreksi.

Ya nyari teman itu kan sebuah maksud, masak masih bilang nggak ada maksud sih. Ke depannya, selain perlu belajar cara nyari teman yang lebih elegan, kami sarankan agar FA giat belajar logika bahasa. Sebab, jika masih ada banyak kasus seperti ini, baik korban dan kepolisian hanya dapat rugi, sementara yang menang banyak jelas admin @txtdrberseragam.

BACA JUGA Jutaan Orang Indonesia Tidak Menyadari Mereka Pernah Jadi Terpidana dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2021 oleh

Tags: pelecehanpolantasTilangwhatsapp
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co
Pojokan

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO
Kabar

Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual

15 April 2026
Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga. MOJOK.CO
Tekno

Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga

13 Mei 2023
Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic. MOJOK.Co
Tekno

Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic

10 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.