Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Luar Negeri

Partai Artificial Intelligence Muncul di Denmark, Siap Rebut Kekuatan Ekonomi-Politik Lewat Algoritma

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
23 Oktober 2022
A A
partai ai mojok.co

Ilustrasi pemilihan umum (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebuah partai politik baru yang seluruh kebijakannya diambil berdasarkan kecerdasan buatan/artificial inteliligence (AI) dibentuk di Denmark. Synthetic Party dipimpin oleh sebuah chatbot, berharap dapat mencalonkan diri dalam pemilu 2023.

Synthetic Party didirikan pada akhir Mei 2022 oleh oleh kolektif seniman, Computer Lars. Partai AI ini ingin menjangkau sekitar 20 persen suara warga Denmark yang tidak menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan sebelumnya tahun 2019. Mereka meyakini, banyak warga Denmark memilih golput lantaran tidak ada partai tradisional yang kompeten.

“Kami telah menganalisis semua publikasi tertulis partai-partai pinggiran Denmark sejak 1970 yang akan dipakai untuk merancang sebuah program yang mewakili ‘visi politik orang biasa’,” kata Asker Bryld Staunaes, salah seorang pendiri partai, menjelaskan visi partai, dikutip dari majalah Fortune.

“Kami juga mewakili semua partai yang gagal maju ke parlemen, atau orang-orang yang sudah punya visi misi tapi modal mereka tidak cukup untuk mencalonkan diri,” imbuh aktivis LSM MindFuture ini.

Sebagaimana diungkapkan Staunaes, di Denmark sendiri ada ratusan partai kecil, yang kebanyakan gagal maju ke parlemen. Berdasarkan catatan resmi otoritas pemilu, saat ini Denmark memiliki 230 partai mikro, termasuk Synthetic Party.

“Mendirikan partai ini, selain sebagai cara untuk meniru dan menyimulasikan proses politik di seluruh dunia, tetapi sekaligus konfrontasi langsung dari aparat pembuat undang-undang, penegakan politik, dan hak-hak organisasi,” serunya, saat ditanya motivasi awal pendirian partai.

Staunaes juga menjelaskan, salah satu visi partai adalah penetapan pendapatan dasar universal atau universal basic income (UBI) sebesar 100 ribu kroner (setara Rp200 juta) per bulan—dua kali lipat gaji rata-rata Denmark. UBI sendiri merupakan sejumlah pendapatan yang diterima oleh warga negara sesuai haknya sebagai warga negara, dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok agar bisa hidup dan berkecukupan.

Kendati memiliki visi yang dianggap mumpuni, masih harus dilihat apakah partai tersebut memiliki cukup dukungan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan 2023 mendatang. Data otoritas pemilu menyebut, mereka masih memerlukan sekitar 20.182 tanda tangan lagi. Saat ini, mereka baru memiliki kurang dari 100 tanda tangan.

Akan tetapi, jika berhasil memenangkan kursi di parlemen, partai ini berencana akan menggunakan mandatnya untuk menghubungkan AI dengan pekerjaan yang dilakukan oleh anggota majelis. Mereka, menurut Staunaes, mendukung secara penuh penambahan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB ke-18, yang memungkinkan manusia dan algoritma untuk hidup berdampingan.

“Idenya adalah untuk mengambil kekuatan politik dan ekonomi yang sangat besar melalui algoritma, untuk mencoba memasukkannya ke dalam sistem politik tradisional,” kata Staunaes.

Staunaes juga menyebut, orang-orang dapat berinteraksi langsung dengan pemimpin partai yang diberi nama Leader Lars, melalui platform perpesanan Discord melalui chatbot. Bahkan pada bulan lalu, partai telah mengadakan rapat umum pemilihan pertama mereka.

“Leader Lars merupakan tokoh utama partai. Denmark adalah negara demokrasi perwakilan, begitu juga dengan manusia yang mewakili Leader Lars di surat suara dan berkomitmen sebagai perantara AI,” terang Staunæs.

“Para pendukung Synthetic Party harus percaya dengan program yang kami jalankan, karena hanya dengan cara itulah kebijakan AI dapat tersampaikan secara tepat,” pungkasnya.

Fenomena “politikus virtual”, sebagaimana ditunjukkan Synthetic Party, sebenarnya bukanlah hal baru. Di sejumlah negara, pemimpin serupa Leader Lars pernah bermunculan dan dicalonkan ke parlemen.

Iklan

Di Rusia, misalnya, pada 2017 lalu pernah muncul sosok Alisa. Pemimpin virtual ini dikembangkan sedemikan rupa sebagai pesaing calon presiden Rusia yang lain, seperti petahana Vladimiri Putin, konglomerat Boris Titov, hingga aktivis antikorupsi Alexei Navalny.

Dilaporkan Moscow Times, hanya dalam waktu 24 jam sejak kemunculannya, Alisa telah mendapat 25.000 dukungan di situs webnya untuk maju sebagai presiden Rusia. Alisa punya kampanye sarkas: “bergantung pada logika” dan “tidak dipimpin oleh emosi, tidak mencari keuntungan pribadi dan tidak membuat penilaian”, sebagai bentuk kritik pada Putin.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pro dan Kontra Penghapusan PR untuk Siswa di Surabaya

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2022 oleh

Tags: Artificial Intelligencedenmarkkecerdasan buatanpartai aisynthetic party
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot
Sekolahan

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI
Sekolahan

Menyayangkan Oknum Mahasiswa S2 yang Pakai AI buat Garap Tugas, Bukan Jadi Alat Bantu apalagi Mikir Sendiri

15 April 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO
Esai

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
celengan investasi, ai.MOJOK.CO
Kabar

Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS

30 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.