Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Lapas Sukamiskin: Penjara Rasa Hotel, Napi Bisa Bawa Kunci Sendiri

Redaksi oleh Redaksi
22 Juli 2018
A A
lapas sukamiskin
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jumat 20 Juli kemarin benar-benar membuka kebobrokan sistem lembaga pemasyarakatan Sukamiskin. Dalam operasi tersebut, KPK resmi menahan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen yang tak berselang lama ditetapkan sebagai tersangka. Diduga ia terlibat dalam praktik ‘jual-beli’ sel di Lapas Sukamiskin.

Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah uang tunai dan kendaraan yang diduga digunakan sebagai pembayaran suap dari narapidana kepada Wahid Husein.

Iklan

Melalui operasi yang digelar oleh KPK, terbongkar sudah praktik penyimpangan kewenangan yang selama ini terjadi di Lapas Sukamiskin, di antaranya adalah jual-beli kamar dan jual-beli izin bagi napi yang Ingin keluar lapas dengan mudah.

Di Lapas Sukamiskin, untuk bisa menempati kamar dengan fasilitas mewah, napi (tentu saja yang berkocek tebal) bisa menyewa dengan tarif yang bikin hati dan kepala nyut-nyutan. Tak tanggung-tanggung, tarif sewa per kamarnya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Informasi awal ada rentang, sekitar Rp200 hingga 500 juta per kamar,” kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, dalam jumpa pers yang digelar oleh KPK sehari setelah OTT.

Menurut Laode, fasilitas kamar tahanan di Lapas Sukamiskin berbeda-beda, tergantung harganya. Untuk setiap penambahan fasilitas kamar, napi dibebankan tambahan biaya. Beberapa fasilitas tambahan yang bisa ‘disewa’ oleh para napi di antaranya adalah AC, dispenser, telepon, kulkas, televisi, sampai fasilitas jam besuk yang lebih lama.

“Misalnya dia mau ditambah fasilitas harus dibayar,” kata Laode. “Mau nambah apa itu ada tambahan lagi, mau nambah ini, itu tambah lagi. Itu ada penghubung menuju ke Kalapas, ada seseorang yang bisa ke mana-mana, tapi statusnya terpidana biasa.”

OTT KPK juga membongkar banyak fasilitas tak lumrah yang ada di Lapas Sukamiskin, misalnya, ada fasilitas karaoke yang bisa digunakan oleh para napi, baik yang bersuara emas, sampai yang bersuara ambyar. Kemudian ada cafe berkonsep saung yang menyediakan aneka makanan, semilan, dan kopi kelas menengah. Lalu ada fasilitas jam besuk yang lebih lama tanpa prosedur pengamanan dari pihak lapas.

Yang paling kurang ajar, di Lapas Sukamiskin, ada sel yang tidak bisa dibuka oleh tim KPK maupun oleh sipir karena kuncinya dibawa sendiri oleh napi.

“Tim dan sipir tidak bisa membuka karena diduga kunci sel dibawa yang bersangkutan. Ada salah satu ruangan yang juga sulit dibuka karena dikunci dari dalam,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Mantap, benar-benar penjara rasa hotel.

Namanya Sukamiskin, tapi penghuninya orang-orang yang tak bisa dan Taku kuat hidup miskin.

Dulu digunakan sebagai tahanan-tahanan intelek seperti Bung Karno dan kawan-kawan, sekarang dihuni oleh telek-telek ayam yang baunya jauh lebih busuk ketimbang telek ayam itu sendiri.

Dunia memang penuh dengan perubahan.

Iklan

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2018 oleh

Tags: lapasOTT KPKpenjarasukamiskin
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO
Kabar

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Mengapa Kasus Korupsi Kepala Daerah Terus Berulang?

29 Juli 2026
OTT Wali Kota Madiun
Kabar

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
Terpaksa jadi maling, buronan polisi, hingga masuk penjara karena lelah punya orang tua miskin MOJOK.CO
Ragam

Terpaksa Jadi Maling-Mendekam di Penjara karena Lelah Punya Orang Tua Miskin, Sejak Kecil Hanya Bisa Ngiler ke Hidup Enak Teman Sebaya

22 Desember 2025
mahfud md mojok.co
Hukum

Imbas OTT Hakim Agung, Mahfud MD Rumuskan Formula Reformasi Peradilan

27 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Festival Transmigrasi 2026 Fun Run 6K: Event lari yang tawarkan sensasi berbeda di Kaliurang Sleman MOJOK.CO

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K: Tawarkan Sensasi Lari di Kaliurang yang Beda dari Event Lari Perkotaan

27 Juli 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Titi terendah perempuan: bawa bocil saat naik kereta api MOJOK.CO

Titik Terendah Ibu saat Naik Kereta Api Bawa Bocil: Mental Terguncang Bukan karena Bocil Tantrum tapi Mulut Jahat Sesama Perempuan

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.