Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Potret Himpitan Hidup Guru Honorer dalam Lagu “Optimis” di Album “Semai”, SMARAI Ajak Belajar Menghadapi Kesulitan dan Kegagalan

Redaksi oleh Redaksi
7 Mei 2026
A A
SMARAI rilis album "Semai" berisi tentang perjuangan hidup, salah satunya perjuangan guru honorer MOJOK.CO

SMARAI rilis album "Semai" berisi tentang perjuangan hidup, salah satunya perjuangan guru honorer. (Dok. SMARAI)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK – Melalui album terbarunya berjudul “Semai”, SMARAI menyajikan representasi proses menanam harapan, merawat luka, menumbuhkan keberanian untuk terus melanjutkan perjalanan hidup. 

Setelah sebelumnya mengeluarkan karya perkenalan berupa single berjudul “Ajari Aku” pada Oktober 2025, tidak perlu waktu lama baru-baru ini SMARAI resmi merilis album penuh berjudul “Semai”. 

Judul Semai dipilih sebagai representasi dari fase awal pertumbuhan. Dalam album berisi sembilan lagu tersebut, setiap lagu di dalamnya menggambarkan potongan fase kehidupan, pembelajaran, penerimaan, dan optimisme.

Menurut SMARAI, Semai dan mereka seperti satu kesatuan sebab-akibat yang tidak bisa dipisahkan. Smarai dari kata ‘semarai’ yang berarti tumbuh, berkembang, dan merekah, harus diawali dengan “Semai” yang mereka maknai sebagai sebuah pijakan atau langkah awal untuk memulai sebuah perjalanan.

“Maka setelah kami merilis single ‘Ajari Aku’, kami melanjutkan perjalanan tersebut dengan album ‘Semai’ untuk membuka lebih lebar pintu rumah kami, untuk memperkenalkan diri dengan lebih utuh sebagai band baru, juga untuk mewujudkan komitmen bahwa SMARAI adalah grup yang serius sejak hari pertama kami terbentuk,” kata Dedy Riyono alias Dhedot dalam keterangan tertulis yang diterima Mojok.

Memperkenalkan “Optimis” sebagai lagu andalan kedua SMARAI dar album Semai

Dari sembilan lagu di album “Semai”, lagu “Optimis” sebenarnya berada di urutan terakhir, tapi justru menjadi lagu andalan kedua bagi SMARAI.

Pasalnya, lagu ciptaan Agib Tanjung ini masih terasa fresh seperti “Ajari Aku”. Bedanya, aransemennya lebih terasa dibangun secara gradual: dimulai dengan nuansa reflektif dengan reffrain/chorus ditampilkan sejak awal, lalu berkembang menuju klimaks emosional yang uplifting dari verse hingga pre chorus-nya. 

Secara garis besar, “Optimis” menceritakan momentum krusial yang hampir pernah dirasakan oleh semua orang: mengalami masa-masa sulit, belajar melawan keadaan karena kegagalan, dan pada akhirnya mampu menghadapi semua masalah dengan keberanian.

“Lagu ini adalah lagu untuk kita semua, lagu tentang bertahan menghadapi masalah tanpa menyangkal luka. Lagu ini tidak menafikan kesedihan, tidak juga menyangkal kegagalan, tetapi justru keberanian untuk berdiri di tengah badai dan memilih untuk tetap melangkah,” jelas Agib Tanjung.

Menurut Agib Tanjung, sejak awal lirik, lagu “Optimis” memang tidak ia rancang untuk tema spesifik, misalnya seperti percintaan sepasang kekasih. Tetapi lebih kepada masalah umum yang biasa dihadapi banyak orang. Bisa problem personal dan keluarga, masalah karier dan keuangan, hingga masalah sosial yang efeknya selalu berujung pada kesehatan mental.

“SMARAI sepakat memilih lagu ‘Optimis’ sebagai single kedua karena kami merasa tema lagu ini selalu timeless, bisa selalu relate dengan kehidupan sehari-hari. Kami juga berharap lagu ini bisa jadi penyemangat banyak orang, bahwa hidup memang tidak selalu baik, tapi kita harus punya mental untuk selalu optimis,” ujar Agib Tanjung.

Bikin video klip dan film pendek ceritakan suka duka profesi guru honorer

Sama seperti saat peluncuran single “Ajari Aku”, pada perilisan “Optimis” ini SMARAI juga tak cuma membuat video klip, tapi juga sekaligus memproduksi film pendek lagi.

Pengkaryaan video ini juga masih dipegang oleh Gelora Abadi Sentosa Indonesia (GAS.ID), unit kerja kreatif milik Bagoes Kresnawan sendiri. Sementara untuk pengerjaan film scoring dikerjakan oleh Aza Ardito dan Sasi Kirono.

Jika saat “Ajari Aku” lebih mengekspos tentang percintaan kawula muda, berbeda halnya dengan video klip dan film pendek “Optimis”. Pada kesempatan kali ini, Bagoes Kresnawan selaku sutradara menerjemahkan “Optimis” dalam cerita suka duka profesi seorang guru honorer.

Iklan

Video klip sekaligus film pendek “Optimis” mengangkat cerita tentang seorang guru honorer yang harus bertahan di tengah kerasnya himpitan ekonomi dan rutinitas hidup yang serba terbatas.

Kesehariannya dipenuhi dengan berbagai ujian, mulai dari makan dengan lauk seadanya, konflik adu mulut dengan ibu kos karena tunggakan uang sewa, hingga perjuangan fisik menembus jalanan sulit hanya untuk bisa sampai ke sekolah. Puncak keputusasaannya memuncak ketika sang istri tak lagi sanggup menahan derita kemiskinan dan memilih pergi meninggalkannya. 

“Sejak awal, aku berpikir lagu ‘Optimis’ ini harus relate, karena dari liriknya ini bisa sangat luas. Aku langsung kepikiran, profesi guru honorer ini bisa diangkat, terlebih profesinya masih akan selalu tersorot dengan segala problematikanya,” kata Bagoes Kresnawan.

Namun, tepat di titik terendahnya saat ia hampir menyerah pada keadaan, sosok guru honorer yang bernama Abdul (Kukuh Prasetya) ini ternyata kembali menemukan secercah kekuatan. Ia melihat senyum tulus dan semangat belajar yang menyala-nyala dari anak didiknya di kelas. Momentum itu membuat segala lelahnya sirna, memberinya alasan kuat untuk tetap bertahan dan menatap masa depan dengan optimis.

“Paling krusial gaji yang sedikit, ketidakpastian karier, masalah tekanan dari keluarga dan lingkungan, dan lagi-lagi bisa berkaitan dengan kesehatan mentalnya. Ini relevan dengan lirik lagu ‘Optimis’,” beber Bagoes Kresnawan.

Dalam proses pembuatannya, album “Semai” dikerjakan di Satrio Piningit Studio. Perekaman instrumen dikawal ketat oleh Abraham Mico (Pleasure Seekers) sebagai sound engineer. Untuk mixing dan mastering sembilan lagu, dikerjakan seluruhnya oleh Sasi Kirono.

SMARAI Rilis album dan film pendek bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional

Album “Semai” rilis di gerai-gerai musik digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dll pada Sabtu 2 Mei 2026. Sedangkan untuk film pendek “Optimis” juga akan tayang pada waktu yang sama dan video klipnya menyusul dalam beberapa hari berikutnya. Kedua video itu dapat dinikmati melalui kanal YouTube SMARAI.

 Menariknya, film pendek “Optimis” yang tayang pada 2 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Pemilihan tanggal ini bukan tanpa alasan. SMARAI menilai momentum tersebut sangat relevan dengan tema yang diangkat, yakni tentang suka duka kehidupan seorang guru honorer. 

Melalui perilisan di hari yang identik dengan dunia pendidikan, SMARAI berharap pesan dalam “Optimis” dapat terasa lebih kuat sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap para tenaga pendidik yang terus berjuang di tengah berbagai keterbatasan.

Semarai: tumbuh dan merekah

Sekadar diketahui, SMARAI dibentuk pada pertengahan tahun 2023. Nama SMARAI diambil dari kata “semarai”, yang berarti tumbuh kembang dan merekah. Mereka memperkenalkan diri dengan mengeluarkan satu lagu berjudul “Ajari Aku“.

Masing-masing dari personel SMARAI memiliki latar belakang berbeda-beda. Dhedot Dedy Riyono masih aktif menjadi drummer bersama Letto, Agib Tanjung merupakan jurnalis sekaligus session player beberapa musisi nasional, Bagoes Kresnawan sebagai film director sekaligus founder GAS.ID, Aza Ardito aktif sebagai session player beberapa artis, dan Sasi Kirono sebagai musik produser dari banyak musisi salah satunya Putri Ariani.

Usai perilisan single “Ajari Aku”, SMARAI telah banyak membuat aktivasi online maupun offline. Selain masih terus membuat konten turunan soal “Ajari Aku”, SMARAI juga secara konsisten terus membuat konten bernama Main Bareng.

Konten ini berupa video pendek 1-2 menit, mengajak kolaborator untuk menyanyikan “Ajari Aku” secara bersama-sama. Kolaboratornya beragam, dari grup band, solois, MC, hingga komedian juga turut serta diajak ngonten bareng. Konten ini sangat banyak menarik perhatian dan beberapa videonya langsung tembus ratusan ribu penayangan di Instagram.

Tak cuma soal konten nge-band melulu, para personel SMARAI nyatanya juga bisa beradu akting. SMARAI sempat membuat konten drama pendek, yang dibuat secara serius dari segi cerita hingga kualitas audio visualnya.

Tak kehabisan ide, pada Ramadan 2026, SMARAI kembali membuat gebrakan baru. SMARAI menginisiasi aktivasi offline kolektif bernama Pentasore, sebuah pentas musik kecil pada sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Tidak sendirian, SMARAI juga mengajak rekan-rekan musisi terpilih untuk tampil memeriahkan acara tersebut. Pentasore sukses digelar tiga kali, di tiga tempat berbeda, dalam rentang waktu pelaksanaan selama dua pekan. Semuanya dikerjakan secara mandiri dengan keterlibatan personel dan tim produksi SMARAI saja.

Diskografi & Filmografi 

2025 – Ajari Aku (Film Pendek)

2025 – Ajari Aku (Single dan Video Klip)

2026 – Ajari Aku Main Bareng Version (Single dan Live Session Video)

2026 – Semai (Album)

2026 – Optimis (Film Pendek)

2026 – Optimis (Single dan Video Klip)

***(Adv)

BACA JUGA: Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2026 oleh

Tags: ajari aku smaraialbum smaraiguru honorerlagu smaraisemai smaraismarai
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO
Sekolahan

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026
guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO
Sekolahan

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026
guru BK.MOJOK.CO
Ragam

Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita

29 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

SMARAI rilis album "Semai" berisi tentang perjuangan hidup, salah satunya perjuangan guru honorer MOJOK.CO

Potret Himpitan Hidup Guru Honorer dalam Lagu “Optimis” di Album “Semai”, SMARAI Ajak Belajar Menghadapi Kesulitan dan Kegagalan

7 Mei 2026
papua.MOJOK.CO

Harga yang Harus Dibayar dari Pembangunan di Papua: Hutan Rimbun Diratakan Alat Berat, Alam dan Masyarakat Adat Terancam

3 Mei 2026
undangan pernikahan versi cetak atau digital jadi perdebatan di desa. MOJOK.CO

Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi

30 April 2026
Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia MOJOK.CO

Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia

7 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.