Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Suara Pemilih Pemula Bisa Menangkan Kandidat Perempuan dalam Pemilu

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
10 Januari 2023
A A
suara pemilih pemula mojok.co

Ilustrasi pemilih pemula (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jumlah pemilih pemula dan anak muda diprediksi bakal mendominasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, dengan perkiraan 60 persen dari total jumlah pemilih. Suara ini juga disebut dapat menjadi kunci kemenangan bagi para kandidat perempuan. Bagaimana penjelasannya?

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut, bahwa pada Pemilu 2024 nanti bakal ada 578.139 pemilih baru dari total 190 juta. Pemilih kategori ini merupakan warga negara yang pada pemilu sebelumnya belum memiliki hak pilih.

Iklan

Selain itu, survei Center for Strategic and International Studies menemukan bahwa hampir 60 persen pemilih pada Pemilu 2024 merupakan anak-anak muda. Mereka, didominasi oleh Gen Z (lahir tahun 1996-2009) dan beririsan dengan pemilih pemula.

Laporan ini juga menyebutkan dengan adanya perubahan demografi pemilih tersebut, bakal berpengaruh pada lanskap politik 2024 nanti. Lalu, bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi, atau bahkan menjadi kunci kemenangan kandidat perempuan?

Kecenderungan politik kolegialitas anak muda

Peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati menyebut bahwa sebagian besar anak muda Indonesia, memiliki pandangan politik kolegialitas. Mengutip penelitiannya dalam The Conversation,  karakter kolegialitas terlihat dalam sikap mereka saat memberikan suara: cenderung mewakili kelompok, bukan individu.

Mereka, berupaya membangun eksistensi dan representasi dengan membentuk kelompok atau komunitas, yang digerakkan oleh penggunaan media digital. Dalam pandangan politik pun, karakter pemilih ini cenderung lebih kritis dan progresif.

“Kolegialitas juga bermakna sebagai perlawanan kultural terhadap sistem sosial yang telah mapan,” tulis Wasisto dalam risetnya.

“[Namun] sikap kolegialitas mereka juga rentan untuk diinflitrasi dan dibelokkan oleh kelompok masyarakat partisan dan loyalis figur tertentu guna menambah jumlah perolehan suara,” sambungnya.

Dengan demikian, karakter pemilih ini berbanding terbalik dengan pemilih tradisional. Jika pemilih tradisional cenderung mengedepankan aspek “figuristik” dalam memilih, anak-anak muda dengan pandangan kolegialitas lebih melihat ke “penawaran” kebijakan seperti apa yang bakal menguntungkan kelompok yang mereka wakili. Biasanya, mereka juga lebih suka mendobrak status quo, menginginkan tatanan baru alih-alih bertahan di sistem lama yang dianggap kurang ideal dengan cara memilih “sosok baru”.

Anak muda inginkan presiden perempuan

Melihat pandangan politik kolegialitasnya, lantas sosok seperti apa yang diinginkan anak muda sebagai cerminan “sosok baru” tersebut?

Sejumlah hasil survei menunjukkan, bahwa anak muda (Gen Z dan Gen Y)—demografi terbesar pada Pemilu 2024—menjadi kelompok usia yang paling banyak setuju dengan sosok presiden perempuan. Hal ini diperoleh dari Survei Opini Publik yang diselenggarakan lembaga KedaiKOPI sepanjang pertengahan tahun lalu.

Kategori Gen Z (17-24 tahun) menempati peringkat teratas terkait persetujuan presiden perempuan, dengan catatan 62,3 persen. Sementara Gen Y (25-40 tahun) meraih catatan 53,5 persen. Dengan demikian, mayoritas kelompok anak muda menginginkan Indonesia dipimipin sosok perempuan pada masa mendatang.

Hasil survei tersebut juga menemukan adanya peningkatan tren penerimaan publik terhadap presiden perempuan. Tren saat ini berada di angka 55,5 persen, meningkat 21,3 persen dibanding survei KedaiKOPI pada tahun sebelumnya pada 2021.

Temuan tersebut mempertegas survei sebelumnya yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bekerjasama dengan International NGO Forum on Indonesian Development.

Iklan

Survei ini menemukan bahwa lebih dari 90 persen anak muda mendukung sosok perempuan sebagai presiden Indonesia. Sebanyak 46 persen dukungan berasal dari generasi Z (berusia 18-24 tahun) dan yang lain (42 persen) dari generasi milenial (berusia 25-40 tahun).

Pramelani dalam penelitian berjudul “Millenial’s Perceptions of the Leadership of Indonesian Presidential Candidates in 2024” (2021) menyebut, kecenderungan anak muda lebih menyukai kandidat perempuan merupakan konsekuensi logis dari proses demokratisasi itu sendiri. Khususnya juga, karena makin seringnya isu-isu nonpupuler dibicarakan, termasuk isu minoritas dan perempuan.

“Semakin terbukanya kanal diskusi, terutama terkait isu-isu perempuan, juga memperkuat kecenderungan tersebut,” tulis laporan tersebut.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Indeks Ketimpangan Gender di Indonesia Tinggi, Khususnya dalam Politik, Apa Faktornya?

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2023 oleh

Tags: anak mudacaleg perempuanpemilih pemulaPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Tahlilan di desa. MOJOK.CO
Catatan

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO
Esai

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Urban

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO
Urban

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.