Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Komunitas Kretek Menyatakan Berduka atas Matinya Hati Nurani Sri Mulyani

Puthut EA oleh Puthut EA
4 November 2022
A A
komunitas kretek sri mulyani mojok.co

Meme hati nurani Sri Mulyani. (Komtek)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali membuat kebijakan kenaikan cukai yang membuat para pihak di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia terkejut. Pasalnya, di tengah situasi perekonomian yang tidak menentu, Sri Mulyani membuat kebijakan menaikkan tarif cukai rerata 10% berlaku di tahun 2023.

Tak pelak, kebijakan ini membuat semua pemangku kepentingan IHT terpukul. Selama tiga tahun berturut-turut, Sri Mulyani membuat kebijakan dengan kenaikan dua digit. Pertama, yang sangat fenomenal tentu saja ketika dua tahun lalu dia menaikkan cukai 33%. Ini kenaikan cukai tertinggi sepanjang sejarah. Pukulan ini belum sempat dipulihkan karena saat itu pandemi corona sedang berlangsung, Si Menteri kembali menaikkan cukai 12%. Walhasil, IHT pun megap-megap. Tampaknya itu belum cukup buat Menteri yang mukanya ramah tapi kebijakannya sangat keji itu, awal November ini, dia menaikkan lagi dua digit sebesar 10%.

Menurut Juru Bicara Komunitas Kretek, Jibal Windiaz, kebijakan itu jelas sangat zalim. “Menurut kami ini tidak masuk akal. Kalau tujuannya untuk menurunkan prevalensi perokok di Indonesia, jelas itu kebijakan bebal. Indonesia negara tropis. Tembakau apa saja tumbuh baik di negeri ini, termasuk cengkeh. Semua orang bisa menanam tembakau dan cengkeh di pekarangan mereka untuk bisa dikonsumsi. Rokok ini masih barang legal. Tembakau dan cengkeh juga tanaman yang sah ditanam. Kalau nanti rokok makin mahal, ya orang tetap merokok. Kebijakan ini hanya meniru ala Barat di mana tembakau dan cengkeh tidak bisa tumbuh. Kalau begitu caranya, justru suatu saat akan merugikan negara.”

Hal serupa juga diungkapkan oleh Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek  (KNPK), Badruddin M.A. “Sri Mulyani hanya ingin menghancurkan industri strategis bangsa ini. Semua kebijakannya terlihat jelas. Selama dia berkuasa (8 tahun), sudah menaikkan cukai secara kumulatif sebesar 79,43%. Hampir 80%. Apa itu artinya kalau memang tidak ingin menghancurkan industri strategis bangsa. Dia tidak ingin bangsa kita mandiri dan berdaulat. Dia mana mikirin nasib petani tembakau yang jumlahnya 600.000 kepala keluarga. Kalau satu keluarga rata-rata punya satu istri dan dua anak, jadinya berapa orang yang bekal terimbas kebijakan ini. Belum lagi petani cengkeh yang jumlahnya kira-kira 1 juta kepala keluarga. Itu baru yang inti. Belum mata rantainya. IHT ini menyerap setidaknya lebih dari 6 juta orang dari hulu sampai hilir.”

Ketika ditanya apa hubungannya kenaikan cukai tembakau dengan petani, terutama petani tembakau dan cengkeh, Jibal yang juga budayawan muda Betawi itu menjawab. “Kan yang membayar cukai itu kami yang para perokok ini. Hanya saja, tanpa barang atau objek-pungut, alias tanpa rokoknya, pemerintah tidak mungkin memungut cukai. Tidak ada rokoknya, mau dipungut dari mana? Kalau harga mahal, berarti kami tidak membeli rokok industri yang premium. Ganti yang murah. Atau ganti tembakau linting. Bahkan banyak yang merokok rokok tanpa cukai alias rokok gelap. Kalau itu terjadi, maka tembakau dan cengkeh kualitas bagus, harganya juga murah bahkan bisa terjadi kemungkinan tidak terbeli. Petani jelas ikut rugi.”

Baca halaman selanjutnya

Sebaiknya Jokowi pecat Sri Mulyani

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 November 2022 oleh

Tags: CukaiHarga rokokkomunitas kreteksri mulyani
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO
Kilas

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
Tembakau Hidupi 6 Juta Orang tapi Mau Dibunuh? Bajingan Sekali! MOJOK.CO
Esai

Industri Hasil Tembakau Menghidupi 6 Juta Petani dan Rakyat Kecil tapi Kamu Mau Membunuh Sumur Rezeki Ini? Kamu Jahat Sekali

2 Oktober 2025
cukai rokok, tembakau.MOJOK.CO
Ragam

Cukai Rokok Tak Naik: Melawan Tekanan Antirokok, Menjaga Nafkah Jutaan Petani dan Buruh

1 Oktober 2025
Purbaya Hendak Selamatkan Petani, tapi Malah Dijegal (Rokok Indonesia:Ekosaint)
Pojokan

Niat Mulia Purbaya Mencegah Kematian Industri Tembakau Malah Dihalangi, Sementara Aksi Premanisme Sri Mulyani Memeras Keringat Petani Dibela

1 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Banyak Sekolah Menahan Ijazah Siswa, Masalah Sistemik yang Bisa Hancurkan Masa Depan Anak.MOJOK.CO

Banyak Sekolah Menahan Ijazah Siswa, Masalah Sistemik yang Bisa Hancurkan Masa Depan Anak

3 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.