Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
19 Agustus 2026
A A
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

ilustrasi - punya rumah di Surabaya Pusat banyak minusnya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Katanya, punya rumah di pusat kota itu prestisius dengan banyak keuntungan. Namun pengalaman saya dan Faninda (25) yang tinggal di Surabaya Pusat, tepatnya di dekat Jalan Tunjungan, justru sebaliknya. Lebih banyak minusnya.

***

Iklan

Setelah saya masuk SMP, ayah dan ibu saya memutuskan beli rumah di sekitar Surabaya Pusat. Alasannya sederhana, agar ke mana-mana mudah. Dekat dengan mal, alun-alun, rumah sakit, hingga sekolah.

Dengan begitu, mereka tidak perlu mengantar saya ke sekolah sehingga saya bisa jalan kaki tak sampai 5 menit. Namun karena itu pula rumah saya sering jadi rujukan teman-teman untuk kerja kelompok. 

Dulu, saya merasa tak masalah tapi setelah kami dewasa dan bekerja, permintaan mereka makin ngelunjak padahal hubungan kami sudah tak dekat. Misalnya, saat mereka ingin jalan-jalan di Tunjungan tapi tak mau bayar parkir motor sebesar Rp5 ribu di sekitar sana. 

Alhasil, rumah sayalah yang jadi jujugan. Kadang-kadang saya sungkan untuk menolak, toh mereka cuma titip motor beberapa jam saja. Namun masalah bakal jadi serius kalau saya tidak sedang di rumah.

Bukannya maklum dengan alasan saya yang tidak mengizinkan mereka datang ke rumah, mereka justru kesal dan mengira saya sombong. Pada akhirnya, saya tidak ingin memberikan alasan macam-macam. Saya pun hanya bisa memaklumi kekecewaan mereka.

Lebih dari itu, tinggal di Surabaya Pusat nyatanya banyak kekurangan. Seperti yang juga dirasakan Faninda.

Minus punya rumah di Surabaya Pusat

Berbeda dengan saya yang pindah rumah saat SMP, Faninda dan keluarganya adalah penduduk asli sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. Dengan kata lain, sejak baru lahir hingga sekarang, dia dan keluarganya belum pernah pindah rumah.

Faninda tak menampik banyak keuntungan yang dia dapat dengan memiliki rumah di pusat kota, mulai dari akses yang mudah, bisa memilih banyak sekolah unggulan yang dekat rumah, hingga fasilitas umum yang bagus dan sangat diperhatikan.

“Kalau mau olahraga waktu car free day (CFD) di Jalan Tunjungan juga dekat, mau ikut festival budaya atau karnaval yang skalanya besar seperti Surabaya Vaganza dan Parade Juang, pameran Java Coffee Culture, fashion parade, semuanya mudah. Nggak ribet!” kata Faninda, Selasa (18/8/2026). 

Namun, acara-acara itu pula yang menjadi bumerang bagi warga yang punya rumah di pusat Kota Surabaya.

Iklan

“Minusnya pasti ramai, banyak orang apalagi pas weekend atau hari-hari besar tapi alhamdulillah kampung kami cukup nyaman dan tenang karena motor tidak boleh dinaiki,” ujar Faninda.

Kenyang dengan penutupan jalan

Tak hanya itu, acara tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya di Jalan Tunjungan juga sering kali menyebabkan penutupan jalan. Alhasil, Faninda kerap kesulitan ke luar rumah maupun pulang setelah berkegiatan di luar.

“Saat ada kegiatan yang mengharuskan penutupan di Jalan Tunjungan, aku harus cari jalan lain yang agak jauh menuju rumah. Apalagi, gang kampung kami hanya ada satu jika lewat Jalan Tunjungan,” tutur Faninda.

Oleh karena itu, mau tidak mau, Faninda harus memutar ke Jalan Embong Malang tepatnya masuk dari gang Kebangsren. Belum lagi jika Faninda harus pulang larut malam. Dia harus menghubungi pihak keamanan agar bisa pulang ke rumah. 

“Karena gerbang kampungku sudah ditutup pukul 23.00 WIB,” ujar Faninda.

Senasib dengan Faninda, saya bahkan pernah memilih tidak pulang ke rumah karena gerbang kampung saya sudah ditutup plus penutupan jalan di Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. Untungnya, saya bisa menginap di rumah sahabat saya yang berlokasi di Kecamatan Bubutan dan baru pulang ke rumah saat pagi. 

Meski begitu, tetap pilih rumah di Surabaya Pusat

Bagi saya dan Faninda, kebijakan gerbang kampung atau one gate system sebenarnya tidak masalah karena bertujuan menjaga keamanan lingkungan, mengatur keluar-masuk kendaraan asing, serta mencegah tindak kriminalitas.

“Sebenarnya masalah utama kampungku adalah maling yang tidak kenal waktu, terutama kasus pencuriaan kendaraan bermotor (curanmor),” ucap Faninda. 

Sat Reskrim Polrestabes Surabaya mencatat terdapat 97 kasus curanmor dan 108 tersangka selama periode April-Mei 2026. Sebanyak 89 unit sepeda motor, 2 mobil, kunci T, dan sejumlah senjata tajam turut diamankan sebagai barang bukti.

Meski begitu, Faninda tetap betah tinggal di dekat Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. Tanpa ada keinginan membeli rumah di pinggiran kota nantinya, seperti Sidoarjo atau Gresik.

“Di hari-hari biasa, lingkungan rumahku masih tenang, ditambah dengan beberapa keuntungan lain yang sudah aku sebutkan di atas,” kata Faninda mantap. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2026 oleh

Tags: beli rumahcuranmor di surabayajalan tunjunganPusat Kota Surabayarekomendasi rumahrumah di kotarumah di pusat kotaSurabaya Pusattinggal di pusat kota
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Slow living, Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Cara Generasi Sandwich Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun

26 Mei 2026
Cat therapy di Jalan Tunjungan Surabaya yang merawat 12 kucing. MOJOK.CO

Kisah Pemilik “Cat Therapy” di Jalan Tunjungan, Rela Tinggalkan Rumah agar Bisa Merawat 12 Kucing dan Bikin Keluarga Kecil yang Bahagia

26 Maret 2026
Alumnus UT Dapat Cuan dari Tren Foto Newspaper Photobooth di Jalan Tunjungan Surabaya. MOJOK.CO

Alumnus UT Buka Bisnis Foto ala Newspaper di Jalan Tunjungan, Satu Cetak Hanya Rp5 Ribu tapi Untungnya Bisa Sejuta dalam Sehari

25 Maret 2026
Kebanyakan di Jogja saya merasa wisata di Surabaya membosankan selain Tunjungan. MOJOK.CO

Wisata Surabaya Membosankan, Cuma Punya Kafe Estetik di Jalan Tunjungan dan “Sisi Utara” yang Meresahkan

23 Maret 2026
Mengapa Negara Tak Bisa Mempermudah Rakyat Beli Rumah, Apalagi dengan Gaji Sekecil UMR Jogja?

Mengapa Negara Tak Bisa Mempermudah Rakyat Beli Rumah, Apalagi dengan Gaji Sekecil UMR Jogja?

10 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal di Belanda 21 tahun, akhirnya menyerah jadi WNI dengan jalur naturalisasi kewarganegaraan. MOJOK.CO

Menyesal Jadi WNI Setelah 21 Tahun Tinggal di Belanda, Ternyata Pindah Kewarganegaraan Itu Mudah

14 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026
Lansia menjual aksesori kemerdekaan di Malioboro, Yogyakarta. MOJOK.CO

Kisah Istri Pensiunan BPN Turun ke Jalanan untuk Jual Aksesori Kemerdekaan di Masa Tua demi Hadiahkan Cucu

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.