Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Punya Payudara Terlalu Besar Nyatanya Memang Menyiksa, Kok!

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Januari 2023
A A
ukuran payudara besar atau gigantomastia mojok.co

Ilustrasi ukuran payudara besar (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Perempuan yang memiliki ukuran payudara terlampau besar bisa sangat menyiksa. Keluhan ini dirasakan oleh Pamelia yang payudaranya tidak berhenti tumbuh. Kondisi langka ini disebut juga gigantomastia.

Baru-baru ini, New York Post menuliskan cerita Pamelia J, perempuan 27 tahun asal Australia yang mengaku payudaranya tidak berhenti tumbuh. Ia bercerita, payudaranya membesar secara signifikan dalam kurun waktu hanya kurang dari setahun.

Iklan

“Awalnya menyenangkan dan menarik untuk melihat seberapa banyak mereka tumbuh, tetapi baru-baru ini saya menjadi tidak nyaman, dan saya berharap memiliki payudara berukuran normal,” kata Pamelia, dikutip dari New York Post, Jumat (20/1/2023).

Sebagaimana diakuinya, ukuran payudara Pamelia membesar secara drastis, dari sebelumnya cup J menjadi cup M dalam waktu delapan bulan. Lingkar dadanya juga membesar dari 39 inci (100 cm) menjadi 51 inci (130 cm).

Ia menyadari kondisi ini ketika bra favoritnya sudah menyempit. Bahkan, yang makin bikin tidak nyaman, karena payudaranya yang terus membesar, Pamelia juga mengeluhkan sakit punggung.

Akhirnya, sekitar Maret 2022 Pamelia pun dirujuk ke ahli bedah dan didiagnosis terkena kondisi langka, yakni “Gigantomastia”. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan jaringan payudara yang cepat dan berlebihan.

“Sangat tidak nyaman. Payudara ini sangat berat, dan saya bisa sangat kesakitan,” ujar Pamelia.

Apa itu gigantomastia?

Melansir laman Clevelandclinic.org, gigantomastia merupakan kondisi langka yang menyebabkan payudara tidak berhenti tumbuh. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormon, kondisi autoimun, ataupun genetik.

Gejala ini biasanya ditandai dengan (1) payudara yang memiliki kelebihan minimal 1,8 kilogram jaringan payudara, serta (2) jaringan payudara berlebih setara dengan lebih dari 3 persen dari total berat badan tubuh.

Idealnya, pembesaran ukuran payudara memang wajar terjadi. Misalnya, dalam kondisi-kondisi masa pubertas, kehamilan, atau karena minum obat tertentu. Namun, khusus untuk gangguan gigantomastia, beberapa ahli menduga bahwa ia kemungkinan disebabkan oleh dipicu oleh genetika dan meningkatkan kepekaan terhadap hormon perempuan, seperti prolaktin atau estrogen.

Sementara untuk jenisnya, gigantomastia dibedakan menjadi empat, antara lain:

  • Gigantomastia gestasional, atau yang dipengaruhi kehamilan dan berlangsung selama kehamilan. Jenis ini diduga dipicu oleh hormon kehamilan, biasanya pada trimester pertama. Namun, kondisi ini hanya terjadi dalam 1 dari setiap 100.000 kehamilan.
  • Gigantomastia yang dipicu oleh pubertas. Kondisi ini terjadi selama masa remaja, yaitu antara usia 11 hingga 19 tahun. Kemungkinan juga dipicu oleh hormon seks.
  • Gigantomastia yang dipengaruhi oleh obat. Pembesaran payudara dapat terjadi setelah minum obat tertentu. Umumnya disebabkan oleh obat penicillamine, yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis, penyakit wilson, dan cystinuria.
  • Gigantomastia idiopatik, yang terjadi secara spontan dan tanpa penyebab yang jelas. Ini adalah jenis gigantomastia yang paling umum terjadi.

Punya payudara oversized memang menyiksa, kok

Laman Dokter Buglino, salah satu dokter spesialis operasi payudara di Amerika Serikat, mencantumkan banyak testimoni dari perempuan-perempuan yang mengalami masalah akibat kelebihan ukuran payudara.

Dari testimoni-testimoni tersebut, masalah yang umum muncul adalah pegal-pegal alias sakit punggung. Kimberly, misalnya, salah satu perempuan yang merasakan masalah ini.

“Usiaku 19 tahun. Payudaraku telah menyebabkan sakit punggung sejak usiaku 14/15 karena ukurannya terlalu besar untuk tubuhku,” tulis Kimberly, dikutip dari buglinoplasticsurgery.com, Jumat (20/1/2023).

Iklan

“Aku juga sering membungkuk karena untuk duduk tegak sangat tidak nyaman karena ukuran dan berat payudaraku membebani bahu, sehingga menyebabkan rasa sakit yang parah di punggung bagian atas, leher tegang, dan selalu merasa seperti perlu dipijat,” lanjutnya.

Sebagaimana dilaporkan Healthline, sakit punggung memang jadi satu dari lima masalah umum yang kerap muncul akibat ukuran payudara yang oversized. Selain sakit punggung, payudara yang terlalu besar juga menimbulkan masalah-masalah lain seperti berikut ini.

Nyeri saat berolahraga

Memiliki payudara oversized harus diakui membuat perempuan sulit melakukan mobilisasi dan kegiatan fisik, seperti berolahraga. Perempuan biasanya harus menahan pegal yang berlebih meski hanya melakukan olahraga yang ringan sekalipun, seperti lari-lari kecil.

Selain itu, payudara terlalu besar juga dapat memunculkan lekukan bekas tali bra. Ini juga yang makin membuat kegiatan olahraga tidak menyenangkan.

Tidak bisa menikmati tidur dan rebahan

Tidur maupun rebahan menjadi kenikmatan tersendiri bagi seseorang. Namun, bagi perempuan yang memiliki payudara terlalu besar, ini menjadi kesulitan tersendiri.

Misalnya, mereka akan kesulitan tengkurap karena payudaranya berperan sebagai penghalang. Bahasa kekiniannya, perempuan berpayudara terlalu besar akan kesulitan mencari PW (posisi wenak) karena dituntut sering berganti posisi, atau membutuhkan bantal tambahan agar nyaman.

Memunculkan keinginan untuk oplas

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics, masalah yang timbul akibat memiliki payudara besar adalah membuat beberapa remaja perempuan memilih untuk menyusutkan ukuran payudara mereka lewat operasi plastik.

Remaja-remaja ini, memilih operasi karena mereka merasa memiliki payudara besar lebih banyak merugikan daripada untung. Mulai dari kesulitan mencari pakaian yang pas, hingga sakit leher yang mengganggu.

Kesulitan menemukan bra yang sesuai

Memilih bra juga bisa menjadi mimpi buruk bagi para pemilik payudara besar. Di satu sisi, mereka butuh bra berkawat untuk membantu dalam menopang berat payudaranya. Namun, di sisi lain “mengurung” payudara mereka dalam bra sepanjang hari bisa sangat menyiksa, apalagi saat menstruasi.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Stigma Soal Ukuran Payudara yang Bikin Emosi

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2023 oleh

Tags: payudarapayudara besarukuran payudara
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

No bra day
Kesehatan

Pesan Penting di Balik Hari Tanpa Bra Sedunia

13 Oktober 2022
Mengenal Mastitis, Penyakit Paling Horor buat Ibu Menyusui
Penjaskes

Mengenal Mastitis, Penyakit Paling Horor buat Ibu Menyusui

15 September 2019
Penjaskes

Mitos-Mitos Keperawanan yang Kepo: Jalan Ngangkang Hingga Warna Puting Payudara

5 Februari 2019
Penjaskes

Kapan Perempuan Harus Mengganti Miniset dengan Beha?

5 Desember 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita awardee Beasiswa LPDP University of Edinburgh, Skotlandia, pilih pulang ke Indonesia untuk bangun bisnis brand tas kerja lokal MOJOK.CO

Pulang Kuliah dari Skotlandia Pilih Bisnis Tas Lokal di Indonesia: Buka Lapangan Kerja hingga Terlibat Pemberdayaan Perempuan

29 Juni 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.