Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kasus Tanah Kas Desa, Kejati DIY Geledah Kantor dan Rumah Kadispertaru

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
13 Juli 2023
A A
Kasus Tanah Kas Desa, Kejati DIY Geledah Kantor dan Rumah Kadispertaru. MOJOK.CO

Kasus Tanah Kas Desa, Kejati DIY Geledah Kantor dan Rumah Kadispertaru. (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penanganan kasus Tanah Kas Desa (TKD) di Yogyakarta terus berlanjut. Kali ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY dan rumah Krido Suprayitno, Rabu, (12/07/2023).

Penyidik melakukan penggeledahan di dua lokasi tersebut terkait pengembangan kasus penyalahgunaan tanah kas desa yang melibatkan Direktur Utama PT Deztama Putri Sentosa, RS yang kini menjadi terdakwa serta Lurah Caturtunggal AS yang saat ini berstatus tersangka. Saat penggeledahan, Krido tidak berada di kantor.

Petugas melakukan penggeledahan sejak pagi dan baru keluar sekitar pukul 13.00 WIB membawa koper warna hitam dan membawa beberapa barang ke mobil Toyota Innova.

“Iya [penggeledahan] di ruang kepala [Kepala Dispertaru DIY Krido Suprayitno,” kata salah seorang penyidik, Rabu Siang.

Sita sejumlah barang bukti terkait tanah kas desa

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati DIY Muhammad Anshar Wahyuddin mengungkapkan hal yang sama. Penggeledahan dalam rangka pengembangan kasus penyalahgunaan TKD di Caturtunggal untuk menyita beberapa barang bukti.

“Iya [pengembangan kasus]. Ya pokoknya pengembangan penyidikan Deztama. Menyita beberapa dokumen dispertaru, CPU, flashdisk,” katanya.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Wahyu Budi Nugroho membenarkan terkait penggeledahan tersebut. Petugas datang sejak pukul 09.00 WIB. Budi menjelaskan, penyidik Kejati DIY membawa koper, dokumen dan CPU dari kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang  DIY.

“Tadi sekitar jam 9. Tadi kejaksaan tinggi datang ke tempat kami dalam rangka pemeriksaan untuk beberapa hal. Kami hanya membantu memfasilitasi kerja dari kejati. Itu terkait TKD. Cuma kasusnya apa saya nggak menanyakan, sih,” jelasnya.

Wahyu menyebutkan, ada dua ruangan yang penyidik geledah. Salah satunya merupakan ruangan milik Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno. Penyidik Kejati DIY juga menggeledah ruang Kabid Pemanfaatan, Penanganan Permasalahan dan Pengawasan Pertanahan (P5) Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY.

Krido tidak berada di kantor

Saat penggeledahan, Krido tidak berada di tempat, karena menurut Wahyu, Krido tengah mengikuti pendidikan dan latihan.

“Pak Krido posisi sekarang ada panggilan Diklat Keistimewaan. Setahu saya itu tadi karena agendanya mendadak jadwal untuk diklat. Di Jogja,” jelasnya.

Meski menggeledah, lanjut Wahyu, petugas tidak menyegel ruangan. Namun, soal rumah Krido yang juga ikut digeledah, Wahyu mengaku tak tahu.

“Saya kurang tahu, saya hanya di sini [kantor],” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Jogja Jadi Salah Satu Supermarket Bencana, Pemda DIY Kaji Asuransi Bencana Alam

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2023 oleh

Tags: DesaKejati DIYKriminaltanah kas desa
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat MOJOK.CO
Esai

Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

27 April 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO
Catatan

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang

20 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO
Urban

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026
ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker MOJOK.CO

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker

24 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.