Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jokowi di Mata Teman Perempuan di Fakultas Kehutanan UGM Tahun 1980

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
16 Oktober 2022
A A
jokowi di mata teman di fakultas kehutanan ugm mojok.co

Ilustrasi Presiden Jokowi. (Ega Fanshuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Isu ijazah palsu terus menerus menyerang Jokowi. Hal ini membuat beberapa temannya di Fakultas Kehutanan UGM bersuara.

Seorang dosen Fakultas Kehutanan (FKT) UGM, Adriana memberikan kesannya tentang sosok Presiden RI Joko Widodo. Adriana yang merupakan teman seangkatan Jokowi di FKT tahun 1980. Ia mengenang sosok tersebut sebagai mahasiswa yang pendiam dan tidak suka menggoda teman perempuan.

Di FKT UGM saat itu, perbandingan jumlah antara mahasiswa dan mahasiswi begitu jauh. Dari sekitar 80-an orang dalam satu angkatan, jumlah mahasiswinya hanya delapan.

“Menurut para perempuan di angkatan, termasuk saya, Jokowi termasuk yang mahasiswa yang alim. Ketika mahasiswa yang lain kadang menggoda cewek, dia tidak ikutan,” ujarnya saat dihubungi Mojok, Rabu (12/10/2022).

Selain itu, para mahasiswa sering meminjam catatan dari mahasiswa yang dianggap rajin. Namun menurut Adriana, Jokowi punya catatan yang lengkap dan rapi. Sehingga ia tak pernah meminjam catatan milik kawannya.

Mengenai catatan kuliah yang begitu lengkap juga dibenarkan oleh Damianus Jaka Santosa yang juga kawan seangkatan Jokowi di UGM. Pria yang akrab disapa Joksan itu, saat diwawancari Mojok sebelumnya, mengaku kalau dulu sering meminjam catatan milik orang nomor satu di Indonesia ini.

Selanjutnya, Adriana juga ingat bahwa mantan Walikota Solo itu merupakan sosok yang begitu gandrung dengan kegiatan alam. Jokowi sering ikut kegiatan pendakian gunung bersama Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Silvagama FKT UGM.

Jokowi diwisuda dari UGM pada tahun 1985 setelah menyelesaikan skripsi berjudul “Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta”. Sedangkan Adriana, baru lulus setahun setelahnya. Keduanya punya peminatan studi yang berbeda. Jokowi mengambil Teknologi Hasil Hutan sedangkan Adriana Budidaya Hutan atau Silvikultur.

“Saya lebih lambat setahun karena penelitian banyak di lapangan. Teman-teman seangkatan lulus di antara tahun 1984,1985, dan 1986,” terang perempuan asli Jogja ini.

Selepas lulus, Jokowi juga masih sering berinteraksi dengan kawan. Ia juga hadir pada momen-momen reuni. Saat masih menjabat sebagai Walikota Solo, ia pernah mengadakan syawalan di kediamannya.

Setelah menjadi Presiden RI, ia juga sempat mengundang teman seangkatan, termasuk Adriana, ke Istana Negara. Angkatan kuliah mereka dinamai “Spirit 80”.

“Saya pernah diundang ke istana. Dia tidak melupakan teman-teman. Meladeni dan terasa tidak ada jarak dengan kami,” ujar perempuan kelahiran 1962 ini.

Ketika isu ijazah palsu kembali menyerang Jokowi, Adriana mengaku merasa sedih. Ia menyayangkan hal seperti ini terjadi terus menerus sejak temannya itu duduk di bangku wali kota hingga sekarang.

“Gemas tentu ya. Kebetulan ketika ada isu ini, saya dijapri banyak sekali orang. Mulai dari teman sma dan kenalan lain. Mereka pada bertanya karena saya temang seangkatan Jokowi dan masih aktif di Fakultas Kehutanan,” paparnya.

Iklan

“Dia itu alim orangnya. Saat masih kuliah sering pulang ke Solo juga untuk bantu bapaknya yang waktu itu sedang merintis usaha mebel,” pungkasnya.

Reporter: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Bambang Tri Mulyono, Rekam Jejak si Penggugat Ijazah Jokowi 

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2022 oleh

Tags: fakultas kehutanan ugmijazah jokowijokowiUGM
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO
Sekolahan

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
kuis rempah rempah
Kabar

Merawat Muruah Rempah Nusantara lewat Riset Genetika

2 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Punya teman si paling cashless yang sama sekali tidak pegang uang tunai (cash) merepotkan. Karena tidak semua hal bisa dibayar pakai QRIS MOJOK.CO

Teman Si Paling Cashless Pemuja QRIS bikin Repot Kita yang Sedia Tunai, Kepraktisan Semu di Balik Tren Dompet Kosong

24 Juli 2026
Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang "Hidup" buat Anak-anak. (sumber: InJourney)

Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang “Hidup” buat Anak-anak

23 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.