Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Insiden Rombongan Pesepeda Masuk Jalan Tol Jagorawi Bikin Citra Pesepeda Tercoreng (Lagi)

Redaksi oleh Redaksi
14 September 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rombongan pesepeda yang nekat masuk ke ruas jalan tol Jagorawi benar-benar telah merusak citra para pesepeda.

Seiring dengan makin banyaknya orang-orang yang aktif bersepeda di masa pandemi corona, makin banyak pula ulah para pesepeda tak taat aturan yang bikin tengsin citra para pesepeda.

Setelah sebelumnya banyak pemberitaan tentang para pesepeda yang doyan memenuhi jalan dan hobi melanggar rambu, lalu dilanjut dengan para pesepeda yang beramai-ramai membawa masuk sepedanya ke dalam kafe, kini dunia pergowesan kembali tercoreng karena adanya rombongan pesepeda yang diketahui nekat masuk ke jalan tol Jagorawi.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 13 September 2020 di ruas tol KM 46+500 (Polingga).

Video saat para pesepeda dengan santainya melaju di atas jalan tol tersebut sempat di-upload oleh salah seorang pengguna jalan tol dan kemudian diupload ke media sosial. Tentu saja tak butuh waktu lama bagi video tersebut untuk viral.

Dalam video tersebut, tampak dua kelompok rombongan pesepeda yang melaju dengan santai di tepi kiri dan kanan jalan. Salah satu rombongan kemudian mencoba untuk menyeberang ke ruas lain dengan melawan arah.

Kepala Induk Turangga 04 Jagorawi Fitriasa Kamila mengakui insiden tersebut. Fitriasa mengatakan bahwa rombongan pengendara sepeda itu masuk melalui akses masuk Jalan Tol Jagorawi KM 47+200.

PT Jasa Marga pun menyayangkan adanya pelanggaran tersebut. General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Toll Road Regional Division Oemi Vierta Moerdika dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa masuknya sepeda ke ruas tol adalah hal yang sangat berbahaya.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1, disebutkan, jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” terangnya seperti dikutip dari CNN Indonesia. “Jalan tol sebenarnya berbahaya bila dilewati kendaraan roda dua, sebab spesifikasi rancang bangunnya ditujukan untuk kendaraan roda empat atau lebih. Pengendara sepeda juga akan bermasalah dengan empasan angin dari kendaraan lain sebab jalan tol dibuat tanpa hambatan.”

Para pegiat komunitas sepeda tak ketinggalan juga mengaku malu dengan adanya insiden tersebut.

“Ini sangat menodai semangat para pegowes yang selalu menghimbau agar selalu mematuhi rambu lalu lintas saat gowes,” terang Wakil Ketua Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Suyono Abet, seperti dikutip dari Detik.com.

Sementara itu, Rendi, anggota komunitas sepeda Rawakalong MTB bahkan sampai menyebarkan video pesepeda yang masuk ke tol tersebut dan berharap jersey komunitas pesepeda tersebut diketahui agar bisa diberikan peringatan keras.

Yah, semua pesepeda memang bisa dengan mudah mengayuh sepedanya, namun tak semuanya mampu mengayuh akal sehatnya.

Iklan

BACA JUGA Ini Lima Larangan bagi Para Pesepeda yang Sedang Dirancang oleh Kemenhub atau artikel redaksi lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2021 oleh

Tags: jagorawipesepedasepedatol
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO
Eksplor

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Naik Sepeda Jogja Lamongan demi Menunaikan Rindu pada Ibu MOJOK.CO
Esai

Menuntaskan 640 Kilometer Jogja Lamongan Bersepeda demi Ziarah Batin dan Menunaikan Rindu pada Ibu

12 September 2025
Rasanya Ditipu Suami Naik Sepeda Lewat Jalur Biadab MOJOK.CO
Esai

Rasanya Ditipu Berkali-kali sama Suami Saat Naik Sepeda Jarak Jauh, Menempuh 55 Kilometer via Jalur Biadab Menuju Waduk Sermo

18 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.