Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Charta Politika Rilis Hasil Survei Elektabilitas Capres 2024, Prabowo Unggul Jauh

Redaksi oleh Redaksi
30 Maret 2020
A A
prabowo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dengan segenap sisa-sisa kepopuleran dan kekuatannya, ternyata Prabowo masih punya elektabilitas yang mumpuni dalam bursa pemilihan capres 2024 mendatang.

Pilpres 2024 memang masih lama, tapi tampaknya, menarik untuk membicarakan bursa calon presiden yang kelak bakal tampil memanaskan lantai dansa.

Iklan

Lembaga Survei Charta Politika baru-baru ini merilis hasil survei elektabilitas calon potensial untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hasil survei yang digelar pada 20-27 Februari 2020 yang melibatkan 1200 responden tersebut menunjukkan ada beberapa calon presiden potensial dengan elektabilitas yang tidak main-main.

Dari seluruh calon potensial yang ada, nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ternyata menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi.

“Pilihan masyarakat mengenai kepemimpinan nasional yang akan datang, pada saat periode survei dilakukan, didominasi oleh nama Prabowo Subianto,” begitu terang Charta Politika dalam hasil survei yang mereka rilis.

Survei Charta Politika tentang elektabilitas tersebut dilakukan menggunakan beberapa skema. Dengan skema 18 tokoh, Prabowo tak bisa dimungkiri masih menjadi yang terdepan.

Elektabilitas yang ia miliki sebesar 19,3 persen. Di bawahnya, ada Gubernur DKI Anies Baswedan dengan 15,3 persen,kemudian Gubernur Jawa tengah Ganjar Prabowo 10,8 persen. Kemudian ada politisi cum pengusaha Sandiaga Uno dengan 7,3 persen, dan di tempat kelima ada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY dengan 6,8 persen.

Sisanya diisi oleh nama-nama seperti Ridwan kamil, Tri Rismaharini, Bauski Tjahaja Purnama, Mahfud MD, Khofifah, Erick Thohir, Budi Gunawan, Susi Pudjiastuti, Moeldoko, Edy Rahmayadi, Nurdin Abdullah, Sutarmidji, dan Andika Perkasa.

Pada skema 7 tokoh, posisi Prabowo masih belum terkalahkan. Keterpilihannya mencapai 21,5 persen. Berturut-turut dibuntuti oleh Anies Baswedan dengan 17,5 persen, Ganjar Pranowo dengan 14,6 peren, Sandiaga Uno 10,1 persen, Ridwan Kamil 7,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 7,6 persen, dan Tri Risma dengan 7.0 persen.

Elektabilitas Prabowo yang paling tampak begitu impresif ada pada skema 5 tokoh. Dalam skema ini, elektabilitas Prabowo mencapai 27,3 persen. Unggul jauh dari Sandiaga, Ganjar Pranowo, Tri Risma, dan AHY.

Nah, dengan modal elektabilitas cemerlang ini, apakah di tahun 2024 mendatang Pak Prabowo masih berminat untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden? Entahlah. Tentu hanya dia dan Tuhan yang tahu.

Namun yang jelas, modal elektabilitas yang ia miliki saat ini, terlalu sayang untung dilewatkan.

prabowo

Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2020 oleh

Tags: charta politikaprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

9 Juli 2026
Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.